Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2253, 2254, dan 2255

٧ - بَابُ السَّلَمِ إِلَى أَجَلٍ مَعۡلُومٍ
7. Bab Akad Salam hingga Tenggat Waktu yang Diketahui


وَبِهِ قَالَ ابۡنُ عَبَّاسٍ وَأَبُو سَعِيدٍ وَالۡأَسۡوَدُ وَالۡحَسَنُ. وَقَالَ ابۡنُ عُمَرَ: لَا بَأۡسَ فِي الطَّعَامِ الۡمَوۡصُوفِ بِسِعۡرٍ مَعۡلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعۡلُومٍ، مَا لَمۡ يَكُ ذٰلِكَ فِي زَرۡعٍ لَمۡ يَبۡدُ صَلَاحُهُ.

Dan dengan pendapat ini Ibnu ‘Abbas, Abu Sa’id, Al-Aswad, serta Al-Hasan berpendapat. Ibnu ‘Umar berkata, “Tidak mengapa (melakukan akad salam) pada bahan makanan yang disebutkan sifatnya dengan harga yang diketahui hingga tenggat waktu yang diketahui, selama hal itu tidak dilakukan pada tanaman yang belum tampak kelayakannya.”

٢٢٥٣ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنِ ابۡنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ كَثِيرٍ، عَنۡ أَبِي الۡمِنۡهَالِ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ الۡمَدِينَةَ وَهُمۡ يُسۡلِفُونَ فِي الثِّمَارِ السَّنَتَيۡنِ وَالثَّلَاثَ، فَقَالَ: (أَسۡلِفُوا فِي الثِّمَارِ فِي كَيۡلٍ مَعۡلُومٍ، إِلَى أَجَلٍ مَعۡلُومٍ). وَقَالَ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ الۡوَلِيدِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي نَجِيحٍ، وَقَالَ: (فِي كَيۡلٍ مَعۡلُومٍ، وَوَزۡنٍ مَعۡلُومٍ). [طرفه في: ٢٢٣٩].

2253. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Najih, dari ‘Abdullah bin Katsir, dari Abu Al-Minhal, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tiba di Madinah dalam keadaan mereka biasa melakukan akad salaf pada buah-buahan untuk jangka waktu dua tahun dan tiga tahun. Maka beliau bersabda, “Lakukanlah akad salaf pada buah-buahan dengan takaran yang diketahui hingga tenggat waktu yang diketahui.”

‘Abdullah bin Al-Walid berkata: Sufyan menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Najih menceritakan kepada kami, dan beliau bersabda, “Dengan takaran yang diketahui dan timbangan yang diketahui.”

٢٢٥٤، ٢٢٥٥ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ مُقَاتِلٍ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ سُلَيۡمَانَ الشَّيۡبَانِيِّ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ أَبِي مُجَالِدٍ قَالَ: أَرۡسَلَنِي أَبُو بُرۡدَةَ وَعَبۡدُ اللهِ بۡنُ شَدَّادٍ إِلَى عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ أَبۡزَى وَعَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي أَوۡفَى، فَسَأَلۡتُهُمَا عَنِ السَّلَفِ، فَقَالَا: كُنَّا نُصِيبُ الۡمَغَانِمَ مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَكَانَ يَأۡتِينَا أَنۡبَاطٌ مِنۡ أَنۡبَاطِ الشَّأۡمِ، فَنُسۡلِفُهُمۡ فِي الۡحِنۡطَةِ وَالشَّعِيرِ وَالزَّبِيبِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى، قَالَ: قُلۡتُ: أَكَانَ لَهُمۡ زَرۡعٌ، أَوۡ لَمۡ يَكُنۡ لَهُمۡ زَرۡعٌ؟ قَالَا: مَا كُنَّا نَسۡأَلُهُمۡ عَنۡ ذٰلِكَ. [طرفاه في: ٢٢٤٢، ٢٢٤٣].

2254, 2255. Muhammad bin Muqatil telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Sulaiman Asy-Syaibani, dari Muhammad bin Abu Mujalid.

Ia berkata: Abu Burdah dan ‘Abdullah bin Syaddad mengutusku kepada ‘Abdurrahman bin Abza dan ‘Abdullah bin Abu Aufa, lalu aku bertanya kepada keduanya mengenai akad salaf. Keduanya menjawab, “Dahulu kami memperoleh harta rampasan perang bersama Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, kemudian sebagian petani/pedagang Nabath penduduk Syam datang kepada kami, lalu kami melakukan akad salaf kepada mereka untuk komoditas gandum, jelai, dan kismis hingga tenggat waktu yang ditentukan.”

Muhammad bin Abu Mujalid berkata: Aku bertanya, “Apakah mereka memiliki tanaman (ladang sendiri) atau mereka tidak memiliki tanaman?”

Keduanya menjawab, “Kami tidak pernah menanyakan hal itu kepada mereka.”