٧ - بَابُ سَكۡرِ الۡأَنۡهَارِ
7. Bab Membendung Sungai-Sungai
٢٣٥٩، ٢٣٦٠ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ
قَالَ: حَدَّثَنِي ابۡنُ شِهَابٍ، عَنۡ عُرۡوَةَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ
الزُّبَيۡرِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَنَّهُ حَدَّثَهُ: أَنَّ رَجُلًا مِنَ
الۡأَنۡصَارِ، خَاصَمَ الزُّبَيۡرَ عِنۡدَ النَّبِيِّ ﷺ فِي شِرَاجِ الۡحَرَّةِ
الَّتِي يَسۡقُونَ بِهَا النَّخۡلَ، فَقَالَ الۡأَنۡصَارِيُّ: سَرِّحِ الۡمَاءَ
يَمُرُّ، فَأَبَى عَلَيۡهِ، فَاخۡتَصَمَا عِنۡدَ النَّبِيِّ ﷺ، فَقَالَ رَسُولُ
اللهِ ﷺ لِلزُّبَيۡرِ: (اسۡقِ يَا زُبَيۡرُ، ثُمَّ أَرۡسِلِ الۡمَاء إِلَى
جَارِكَ). فَغَضِبَ الۡأَنۡصَارِيُّ فَقَالَ: أَنۡ كَانَ ابۡنَ عَمَّتِكَ؟
فَتَلَوَّنَ وَجۡهُ رَسُولِ اللهِ ﷺ، ثُمَّ قَالَ: (اسۡقِ يَا زُبَيۡرُ، ثُمَّ
احۡبِسِ الۡمَاءَ حَتَّى يَرۡجِعَ إِلَى الۡجَدۡرِ). فَقَالَ الزُّبَيۡرُ:
وَاللهِ إِنِّي لَأَحۡسِبُ هٰذِهِ الۡآيَةَ نَزَلَتۡ فِي ذٰلِكَ: ﴿فَلَا
وَرَبِّكَ لَا يُؤۡمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيۡنَهُمۡ﴾
[النساء: ٦٥]. قَالَ مُحَمَّدُ بۡنُ الۡعَبَّاسِ: قَالَ أَبُو عَبۡدِ اللهِ:
لَيۡسَ أَحَدٌ يَذۡكُرُ عُرۡوَةَ عَنۡ عَبۡدِ اللهِ إِلَّا اللَّيۡثُ
فَقَطۡ.
[الحديث ٢٣٦٠ - أطرافه في: ٢٣٦١، ٢٣٦٢، ٢٧٠٨، ٤٥٨٥].
2359, 2360. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Al-Laits
menceritakan kepada kami. Ia berkata: Ibnu Syihab menceritakan kepadaku dari
‘Urwah, dari ‘Abdullah bin Az-Zubair—radhiyallahu 'anhuma—bahwasanya ia
menceritakan kepadanya:
Ada seorang laki-laki dari kalangan Ansar berselisih dengan Az-Zubair di
hadapan Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengenai saluran air bukit
batu yang mereka gunakan untuk mengairi pohon kurma. Orang Ansar itu berkata,
“Lepaskanlah air itu agar mengalir,” tetapi Az-Zubair menolaknya.
Maka keduanya mengadukan perselisihan ini kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—. Lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda kepada
Az-Zubair, “Airilah (kebunmu) wahai Zubair, kemudian alirkanlah air itu kepada
tetanggamu.”
Orang Ansar itu pun marah lalu berkata, “Apakah karena ia adalah anak bibimu?”
Berubahlah warna wajah Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—kemudian
beliau bersabda, “Airilah (kebunmu) wahai Zubair, kemudian bendunglah air itu
sampai menggenang setinggi dinding pembatas tanah!”
Az-Zubair berkata: Demi Allah, sungguh aku mengira ayat berikut ini turun
berkenaan dengan peristiwa tersebut: “Maka demi Rabmu, mereka tidak beriman
sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang
mereka perselisihkan.” (QS An-Nisa’: 65).
Muhammad bin Al-‘Abbas berkata: Abu ‘Abdullah berkata: Tidak ada seorang pun
yang menyebutkan periwayatan ‘Urwah dari ‘Abdullah, melainkan Al-Laits saja.