٢٣٨٢ - حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ قَزَعَةَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ دَاوُدَ
بۡنِ حُصَيۡنٍ، عَنۡ أَبِي سُفۡيَانَ مَوۡلَى أَبِي أَحۡمَدَ، عَنۡ أَبِي
هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: رَخَّصَ النَّبِيُّ ﷺ فِي بَيۡعِ
الۡعَرَايَا بِخَرۡصِهَا مِنَ التَّمۡرِ، فِيمَا دُونَ خَمۡسَةِ أَوۡسُقٍ، أَوۡ
فِي خَمۡسَةِ أَوۡسُقٍ. شَكَّ دَاوُدُ فِي ذٰلِكَ. [طرفه في:
٢١٩٠].
2382. Yahya bin Qaza’ah telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan
kepada kami dari Dawud bin Hushain, dari Abu Sufyan maula Abu Ahmad, dari Abu
Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata:
Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memberikan keringanan dalam jual
beli ‘araya (jual beli buah di pohon untuk dimakan segera) dengan cara
ditaksir ukurannya untuk ditukar dengan kurma kering, untuk jumlah yang kurang
dari lima wasak atau pas lima wasak.
Dawud ragu mengenai jumlah itu.
٢٣٨٣، ٢٣٨٤ - حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بۡنُ يَحۡيَى: أَخۡبَرَنَا أَبُو
أُسَامَةَ قَالَ: أَخۡبَرَنِي الۡوَلِيدُ بۡنُ كَثِيرٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي
بُشَيۡرُ بۡنُ يَسَارٍ مَوۡلَى بَنِي حَارِثَةَ: أَنَّ رَافِعَ بۡنَ خَدِيجٍ
وَسَهۡلَ بۡنَ أَبِي حَثۡمَةَ حَدَّثَاهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ نَهَى عَنِ
الۡمُزَابَنَةِ، بَيۡعِ الثَّمَرِ بِالتَّمۡرِ، إِلَّا أَصۡحَابَ الۡعَرَايَا،
فَإِنَّهُ أَذِنَ لَهُمۡ. قَالَ أَبُو عَبۡدِ اللهِ: وَقَالَ ابۡنُ إِسۡحَاقَ:
حَدَّثَنِي بُشَيۡرٌ، مِثۡلَهُ. [طرفه في:
٢١٩١].
2383, 2384. Zakariyya` bin Yahya telah menceritakan kepada kami: Abu Usamah
mengabarkan kepada kami. Ia berkata: Al-Walid bin Katsir mengabarkan kepadaku.
Ia berkata: Busyair bin Yasar maula Bani Haritsah mengabarkan kepadaku: Rafi’
bin Khadij dan Sahl bin Abu Hatsmah menceritakan kepadanya:
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang jual beli muzabanah, yaitu
menjual buah (yang masih di pohon) dengan kurma kering, kecuali bagi
orang-orang yang melakukan transaksi ‘araya (jual beli buah di pohon untuk
dimakan segera), karena sesungguhnya beliau mengizinkan mereka.
Abu ‘Abdullah berkata: Dan Ibnu Ishaq berkata: Busyair menceritakan kepadaku
riwayat yang semisal.