٩ - بَابٌ إِذَا اقۡتَسَمَ الشُّرَكَاءُ الدُّورَ أَوۡ غَيۡرَهَا فَلَيۡسَ
لَهُمۡ رُجُوعٌ وَلَا شُفۡعَةٌ
9. Bab Apabila Orang-Orang yang Berserikat Telah Membagi Rumah-Rumah atau
Selainnya, Maka Mereka Tidak Memiliki Hak Pembatalan dan Tidak Pula Hak
Syuf’ah
٢٤٩٦ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ: حَدَّثَنَا
مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ
اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَضَى النَّبِيُّ ﷺ بِالشُّفۡعَةِ فِي
كُلِّ مَا لَمۡ يُقۡسَمۡ، فَإِذَا وَقَعَتِ الۡحُدُودُ، وَصُرِّفَتِ الطُّرُقُ،
فَلَا شُفۡعَةَ. [طرفه في:
٢٢١٣].
2496. Musaddad telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan
kepada kami: Ma’mar menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah,
dari Jabir bin ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata: Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memutuskan adanya hak syuf’ah (hak
seorang rekan pemilik aset untuk mengambil atau membeli secara paksa bagian
dari rekannya yang dijual kepada orang lain, dengan harga yang sama saat
transaksi itu terjadi) pada setiap sesuatu yang belum dibagi. Apabila
batas-batas tanah telah ditentukan dan jalan-jalan akses telah dipisahkan,
maka tidak ada lagi hak syuf’ah.