Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2496

٩ - بَابٌ إِذَا اقۡتَسَمَ الشُّرَكَاءُ الدُّورَ أَوۡ غَيۡرَهَا فَلَيۡسَ لَهُمۡ رُجُوعٌ وَلَا شُفۡعَةٌ
9. Bab Apabila Orang-Orang yang Berserikat Telah Membagi Rumah-Rumah atau Selainnya, Maka Mereka Tidak Memiliki Hak Pembatalan dan Tidak Pula Hak Syuf’ah


٢٤٩٦ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ: حَدَّثَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَضَى النَّبِيُّ ﷺ بِالشُّفۡعَةِ فِي كُلِّ مَا لَمۡ يُقۡسَمۡ، فَإِذَا وَقَعَتِ الۡحُدُودُ، وَصُرِّفَتِ الطُّرُقُ، فَلَا شُفۡعَةَ. [طرفه في: ٢٢١٣].

2496. Musaddad telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan kepada kami: Ma’mar menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Jabir bin ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memutuskan adanya hak syuf’ah (hak seorang rekan pemilik aset untuk mengambil atau membeli secara paksa bagian dari rekannya yang dijual kepada orang lain, dengan harga yang sama saat transaksi itu terjadi) pada setiap sesuatu yang belum dibagi. Apabila batas-batas tanah telah ditentukan dan jalan-jalan akses telah dipisahkan, maka tidak ada lagi hak syuf’ah.