٣٨٠ - [الۡجَفۡشِيشُ الۡكِنۡدِيُّ]:
380. Al-Jafsyisy Al-Kindi
الۡجَفۡشِيشُ الۡكِنۡدِيُّ. وَيُقَالُ: الۡحَضۡرَمِيُّ. يُقَالُ فِيهِ
بِالۡجِيمِ وَبِالۡحَاءِ وَبِالۡخَاءِ، يُكۡنَىٰ أَبَا الۡخَيۡرِ. يُقَالُ:
اسۡمُهُ جَرِيرُ بۡنُ مَعۡدَانَ، قَدِمَ عَلَىٰ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ
عَلَيۡهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فِي وَفۡدِ كِنۡدَةَ، وَخَاصَمَهُ إِلَيۡهِ رَجُلٌ
فِي أَرۡضٍ سَمَّاهُ ابۡنُ عَوۡنٍ فِي حَدِيثِهِ عَنِ الشَّعۡبِيِّ عَنۡ
جَرِيرِ بۡنِ مَعۡدَانَ قَالَ: وَكَانَ يُلَقَّبُ الۡجَفۡشِيشَ، هَٰكَذَا قَالَ
بِالۡجِيمِ: أَنَّهُ خَاصَمَ رَجُلًا فِي أَرۡضٍ إِلَىٰ النَّبِيِّ صلى الله
عليه وآله وسلم، فَجَعَلَ الۡيَمِينَ عَلَىٰ أَحَدِهِمَا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ
اللهِ إِنۡ حَلَفَ دَفَعۡتُ إِلَيۡهِ أَرۡضِي. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله
عليه وآله وسلم: (دَعۡهُ فَإِنَّهُ إِنۡ حَلَفَ بِاللهِ كَاذِبًا لَمۡ يَغۡفِرِ
اللهُ لَهُ).
Al-Jafsyisy Al-Kindi. Ada pula yang mengatakan: Al-Hadhrami. Mengenai namanya
ada yang melafalkan dengan huruf jim, ha, dan kha. Ia ber-kunyah Abu Al-Khair.
Ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Jarir bin Ma’dan.
Ia mendatangi Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam—dalam
utusan Kindah, dan ada seorang lelaki yang memperkarakan perselisihan tanah
dengannya di hadapan beliau. Ibnu ‘Aun menyebutkannya dalam hadisnya dari
Asy-Sya’bi dari Jarir bin Ma’dan. Ia berkata: Ia dijuluki Al-Jafsyisy,
demikian ia mengatakannya dengan huruf jim:
Ia memperkarakan perselisihan tanah dengan seorang lelaki di hadapan
Nabi—shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam—, lalu beliau menetapkan sumpah
atas salah satu dari keduanya. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, jika ia
bersumpah niscaya aku akan menyerahkan tanahku kepadanya.”
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam—bersabda, “Biarkanlah dia,
karena sesungguhnya jika ia bersumpah atas nama Allah dalam keadaan berdusta,
Allah tidak akan mengampuninya.”
وَرَوَاهُ يَحۡيَىٰ بۡنُ زَكَرِيَّا بۡنِ أَبِي زَائِدَةَ عَنۡ مُجَالِدٍ عَنِ
الشَّعۡبِيِّ قَالَ الۡأَشۡعَثُ بۡنُ قَيۡسٍ: كَانَ بَيۡنَ رَجُلٍ مِنَّا
وَبَيۡنَ رَجُلٍ مِنَ الۡحَضۡرَمِيِّينَ، يُقَالُ لَهُ: الۡجَفۡشِيشُ خُصُومَةٌ
فِي أَرۡضٍ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم: (شُهُودُكَ
وَإِلَّا حَلَفَ لَكَ). وَذَكَرَ الۡحَدِيثَ.
Yahya bin Zakariyya bin Abu Zaidah meriwayatkannya dari Mujalid, dari
Asy-Sya’bi: Al-Asy’ats bin Qais berkata: Pernah terjadi perselisihan tanah
antara seorang lelaki dari kalangan kami dengan seorang lelaki dari kalangan
penduduk Hadramaut yang dipanggil dengan panggilan Al-Jafsyisy.
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam—berkata kepadanya,
“Hadirkanlah saksi-saksimu, jika tidak maka ia yang akan bersumpah untukmu.”
Dan ia menyebutkan hadis tersebut selengkapnya.
وَقَالَ عِمۡرَانُ بۡنُ مُوسَىٰ بۡنِ طَلۡحَةَ: لَمَّا قَدِمَ وَفۡدُ كِنۡدَةَ
عَلَىٰ النَّبِيِّ صلى الله عليه وآله وسلم قَالَ لَهُ أَبُو الۡخَيۡرِ -
وَاسۡمُهُ الۡجُفۡشِيشُ - هَٰكَذَا قَالَ بِالۡجِيمِ وَضَمِّهَا: يَا رَسُولَ
اللهِ، أَنۡتُمۡ مِنَّا يَا بَنِي هَاشِمٍ. قَالَ: (كَذَبۡتُمۡ، نَحۡنُ بَنُو
النَّضۡرِ بۡنِ كِنَانَةَ لَا نَقۡفُو أُمَّنَا وَلَا نَنۡتَفِي مِنۡ
أَبِينَا).
‘Imran bin Musa bin Thalhah berkata: Tatkala utusan Kindah mendatangi
Nabi—shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam—, Abu Al-Khair—yang namanya adalah
Al-Jufsyisy, demikian ia mengatakannya dengan huruf jim dan
mendamahkannya—berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, kalian adalah bagian
dari kami, wahai Bani Hasyim.”
Beliau bersabda, “Kalian keliru. Kami adalah keturunan An-Nadhr bin Kinanah.
Kami tidak menisbahkan keturunan kepada ibu kami dan kami tidak melepaskan
nasab dari ayah kami.”