٩٢١ - [سُرَاقَةُ بۡنُ مَالِكٍ الۡكِنَانِيُّ]:
921. Suraqah bin Malik Al-Kinani
سُرَاقَةُ بۡنُ مَالِكِ بۡنِ جُعۡشُمِ بۡنِ مَالِكِ بۡنِ عَمۡرِو بۡنِ تَيۡمِ
بۡنِ مُدۡلِجِ بۡنِ مُرَّةَ بۡنِ عَبۡدِ مَنَاةَ بۡنِ عَلِيِّ بۡنِ كِنَانَةَ
الۡمُدۡلِجِيُّ الۡكِنَانِيُّ، يُكۡنَى أَبَا سُفۡيَانَ، كَانَ يَنۡزِلُ
قُدَيۡدًا. يُعَدُّ فِي أَهۡلِ الۡمَدِينَةِ. وَيُقَالُ: إِنَّهُ سَكَنَ
مَكَّةَ.
Suraqah bin Malik bin Ju’syum bin Malik bin ‘Amr bin Taim bin Mudlij bin
Murrah bin ‘Abd Manaf bin ‘Ali bin Kinanah Al-Mudliji Al-Kinani. Dia dikenal
dengan nama kunyah Abu Sufyan. Dahulu dia tinggal di Qudaid. Dia dimasukkan ke
dalam kelompok penduduk Madinah. Ada yang berpendapat bahwa dia pernah tinggal
di Makkah.
رَوَى عَنۡهُ مِنَ الصَّحَابَةِ ابۡنُ عَبَّاسٍ، وَجَابِرٌ، وَرَوَى عَنۡهُ
سَعِيدُ بۡنُ الۡمُسَيِّبِ، وَابۡنُهُ مُحَمَّدُ بۡنُ سُرَاقَةَ.
Yang meriwayatkan darinya dari kalangan sahabat adalah Ibnu ‘Abbas dan Jabir.
Sa’id bin Al-Musayyib dan anak Suraqah yang bernama Muhammad bin Suraqah juga
meriwayatkan darinya.
وَذَكَرَ عَبۡدُ الرَّزَّاقِ، عَنِ ابۡنِ عُيَيۡنَةَ عَنۡ وَائِلِ بۡنِ
دَاوُدَ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ سُرَاقَةَ، عَنۡ أَبِيهِ
سُرَاقَةَ بۡنِ مَالِكٍ أَنَّهُ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ فَقَالَ: يَا
رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيۡتَ الضَّالَّةَ تَرِدُ عَلَى حَوۡضِ إِبِلِي، أَلِي
أَجۡرٌ إِنۡ سَقَيۡتُهَا؟ فَقَالَ: فِي الۡكَبِدِ الۡحَرَّي أَجۡرٌ.
‘Abdurrazzaq menyebutkan riwayat dari Ibnu ‘Uyainah, dari Wa`il bin Dawud,
dari Az-Zuhri, dari Muhammad bin Suraqah, dari ayahnya yaitu Suraqah bin
Malik:
Dia mendatangi Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu berkata, “Wahai
Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang unta tersesat yang mendatangi kolam
untaku, apakah aku mendapatkan pahala jika aku memberinya minum?”
Beliau bersabda, “Pada setiap limpa yang haus terdapat pahala.”
وَرَوَاهُ مُحَمَّدُ بۡنُ إِسۡحَاقَ عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ عَبۡدِ
الرَّحۡمٰنِ بۡنِ مَالِكِ بۡنِ جُعۡشُمٍ، عَنۡ أَبِيهِ أَنَّ أَخَاهُ سُرَاقَةَ
بۡنِ مَالِكٍ قَالَ: قُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ: أَرَأَيۡتَ الضَّالَّةَ …
فَذَكَرَ مِثۡلَهُ سَوَاءً،
Muhammad bin Ishaq meriwayatkannya dari Ibnu Syihab, dari ‘Abdurrahman bin
Malik bin Ju’syum, dari ayahnya, bahwa saudaranya yaitu Suraqah bin Malik
berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang unta
tersesat...” lalu dia menyebutkan hadis yang sama persis seperti itu.
وَرَوَى سُفۡيَانُ بۡنُ عُيَيۡنَةَ، عَنۡ أَبِي مُوسَى، عَنِ الۡحَسَنِ أَنَّ
رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ لِسُرَاقَةَ بۡنِ مَالِكٍ: (كَيۡفَ بِكَ إِذَا لَبِسۡتَ
سِوَارَيۡ كِسۡرَى)؟، قَالَ: فَلَمَّا أُتِيَ عُمَرُ بِسِوَارَيۡ كِسۡرَى
وَمِنۡطَقَتِهِ وَتَاجِهِ دَعَا سُرَاقَةَ بۡنِ مَالِكٍ فَأَلۡبَسَهُ
إِيَّاهُمَا، وَكَانَ سُرَاقَةُ رَجُلًا أَزَبَّ كَثِيرَ شَعَرِ
السَّاعِدَيۡنِ، وَقَالَ لَهُ: ارۡفَعۡ يَدَيۡكَ. فَقَالَ: اللهُ أَكۡبَرُ،
الۡحَمۡدُ للهِ الَّذِي سَلَبَهُمَا كِسۡرَى بۡنَ هُرۡمُزَ الَّذِي كَانَ
يَقُولُ: أَنَا رَبُّ النَّاسِ، وَأَلۡبَسَهُمَا سُرَاقَةَ بۡنِ مَالِكِ بۡنِ
جُعۡشُمٍ أَعۡرَابِيّ رَجُل مِنۡ بَنِي مُدۡلِجٍ، وَرَفَعَ بِهَا عُمَرُ
صَوۡتَهُ،
Sufyan bin ‘Uyainah meriwayatkan dari Abu Musa, dari Al-Hasan:
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda kepada Suraqah bin Malik,
“Bagaimana perasaanmu jika kelak kamu memakai kedua gelang Kisra?”
Al-Hasan berkata: Maka ketika kedua gelang Kisra, ikat pinggang, dan
mahkotanya dibawa kepada ‘Umar, ‘Umar memanggil Suraqah bin Malik lalu
memakaikan kedua gelang itu kepadanya. Suraqah adalah seorang laki-laki yang
lebat rambutnya, banyak rambut di kedua lengan bawahnya. ‘Umar berkata
kepadanya, “Angkat kedua tanganmu!”
‘Umar lalu berkata, “Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah yang telah
merampas keduanya dari Kisra bin Hurmuz yang dahulu suka berkata: ‘Aku adalah
tuhan manusia’, lalu memakaikan keduanya kepada Suraqah bin Malik bin Ju’syum,
seorang Arab badui, seorang laki-laki dari Bani Mudlij.”
‘Umar meninggikan suaranya saat mengucapkan kalimat tersebut.
وَكَانَ سُرَاقَةُ بۡنُ مَالِكِ بۡنِ جُعۡشُمٍ شَاعِرًا مُجَوِّدًا وَهُوَ
الۡقَائِلُ لِأَبِي جَهۡلٍ: [الطويل]
أَبَا حَكَمٍ وَاللهِ لَوۡ كُنۡتَ شَاهِدًا لِأَمۡرِ جَوَادِي إِذۡ تَسُوخُ
قَوَائِمُهۡ
عَلِمۡتَ وَلَمۡ تَشۡكُكۡ بِأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولٌ بِبُرۡهَانٍ فَمَنۡ ذَا
يُقَاوِمُهۡ
عَلَيۡكَ بِكَفِّ الۡقَوۡمِه عَنۡهُ فَإِنَّنِي أَرَى أَمۡرَهُ يَوۡمًا
سَتَبۡدُو مَعَالِمُهۡ
بِأَمۡرٍ يَوَدُّ النَّاسُ فِيهِ بِأَسۡرِهِمۡ بِأَنَّ جَمِيعَ النَّاسِ
طُرًّا يُسَالِمُهۡ
Suraqah bin Malik bin Ju’syum adalah seorang penyair yang piawai. Dialah yang
berkata kepada Abu Jahl:
Wahai Abu Hakam, demi Allah, andai saja kamu menyaksikan peristiwa kudaku ketika kaki-kakinya terbenam ke dalam tanah,Niscaya kamu akan mengetahui dan tidak ragu lagi bahwa Muhammad adalah seorang rasul dengan bukti yang nyata, maka siapakah yang mampu menandinginya?Hendaklah kamu menahan kaummu darinya, karena sesungguhnya aku melihat urusannya suatu hari nanti tanda-tandanya pasti akan tampak nyata,Dengan suatu urusan yang membuat seluruh manusia berharap agar semua orang tanpa terkecuali tunduk damai kepadanya.
وَمَاتَ سُرَاقَةُ بۡنِ مَالِكِ بۡنِ جُعۡشُمٍ سَنَةَ أَرۡبَعٍ وَعِشۡرِينَ
فِي صَدۡرِ خِلَافَةِ عُثۡمَانَ، وَقَدۡ قِيلَ: إِنَّهُ مَاتَ بَعۡدَ
عُثۡمَانَ.
Suraqah bin Malik bin Ju’syum wafat pada tahun 24 H pada awal kekhalifahan
‘Utsman. Ada pula yang berpendapat bahwa dia wafat setelah ‘Utsman.