٢٧٦٢٩ (٢٧٠٨٩) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بِشۡرٍ. قَالَ: حَدَّثَنَا هَانِئُ
بۡنُ عُثۡمَانَ الۡجُهَنِيُّ، عَنۡ أُمِّهِ حُمَيۡضَةَ بِنۡتِ يَاسِرٍ (٦/٣٧١)،
عَنۡ جَدَّتِهَا يُسَيۡرَةَ، وَكَانَتۡ مِنَ الۡمُهَاجِرَاتِ. قَالَتۡ: قَالَ
لَنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ: يَا نِسَاءَ (الۡمُؤۡمِنَينَ)، عَلَيۡكُنَّ
بِالتَّهۡلِيلِ وَالتَّسۡبِيحِ وَالتَّقۡدِيسِ، وَلَا تَغۡفُلۡنَ فَتَنۡسَيۡنَ
الرَّحۡمَةَ، وَاعۡقِدۡنَ بِالۡأَنَامِلِ، فَإِنَّهُنَّ مَسۡئُولَاتٌ
مُسۡتَنۡطَقَاتٌ. [صححه ابن حبان (٨٤٢)، والحاكم (١/٥٤٧). قال الترمذي: غريب.
قال الۡألباني: حسن (أبو داود: ١٥٠١، الترمذي: ٣٥٨٣). قال شعيب: إسناده محتمل
للتحسين].
27629. (27089). Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami. Ia berkata:
Hani` bin ‘Utsman Al-Juhani menceritakan kepada kami dari ibunya, Humaidhah
binti Yasir, dari neneknya, Yusairah—dan ia termasuk wanita dari kaum
Muhajirin—. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda
kepada kami, “Wahai para wanita mukmin, hendaklah kalian membaca tahlil,
tasbih, dan takdis, dan janganlah kalian lalai sehingga kalian melupakan
rahmat, serta hitunglah (zikir tersebut) dengan ujung-ujung jari, karena
sesungguhnya mereka (jari-jemari) akan ditanya dan diminta untuk berbicara.”