Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2669 dan 2670

٢٦٦٩، ٢٦٧٠ - حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ قَالَ: قَالَ عَبۡدُ اللهِ: (مَنۡ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ يَسۡتَحِقُّ بِهَا مَالًا، لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيۡهِ غَضۡبَانُ). ثُمَّ أَنۡزَلَ اللهُ تَصۡدِيقَ ذٰلِكَ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ اللهِ وَأَيۡمَانِهِمۡ﴾ إِلَى: ﴿عَذَابٌ أَلِيمٌ﴾ [آل عمران: ٧٧] ثُمَّ إِنَّ الۡأَشۡعَثَ بۡنَ قَيۡسٍ خَرَجَ إِلَيۡنَا، فَقَالَ: مَا يُحَدِّثُكُمۡ أَبُو عَبۡدِ الرَّحۡمَنِ؟ فَحَدَّثۡنَاهُ بِمَا قَالَ، فَقَالَ: صَدَقَ، لَفِيَّ أُنۡزِلَتۡ، كَانَ بَيۡنِي وَبَيۡنَ رَجُلٍ خُصُومَةٌ فِي شَيۡءٍ فَاخۡتَصَمۡنَا إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقَالَ: (شَاهِدَاكَ أَوۡ يَمِينُهُ). فَقُلۡتُ لَهُ: إِنَّهُ إِذًا يَحۡلِفُ وَلَا يُبَالِي، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَنۡ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ، يَسۡتَحِقُّ بِهَا مَالًا، وَهُوَ فِيهَا فَاجِرٌ، لَقِيَ اللهَ وَهُوَ عَلَيۡهِ غَضۡبَانُ). فَأَنۡزَلَ اللهُ تَصۡدِيقَ ذٰلِكَ، ثُمَّ اقۡتَرَأَ هٰذِهِ الۡآيَةَ. [طرفاه في: ٢٣٥٦، ٢٣٥٧].

2669, 2670. ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Jarir menceritakan kepada kami dari Manshur, dari Abu Wa`il. Ia berkata:

‘Abdullah berkata, “Barang siapa bersumpah dengan suatu sumpah yang dengannya ia mengambil hak suatu harta, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.” Allah kemudian menurunkan pembenaran atas hal itu: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka …” sampai: “azab yang pedih” (QS Ali Imran: 77).

Kemudian sesungguhnya Al-Asy’ats bin Qais keluar menemui kami lalu bertanya, “Apa yang sedang diceritakan oleh Abu ‘Abdurrahman kepada kalian?”

Kami lalu menceritakan kepadanya apa yang telah ‘Abdullah katakan. Al-Asy’ats lalu berkata:

Ia benar. Ayat tersebut diturunkan berkenaan denganku. Dahulu antara aku dan seorang laki-laki ada perselisihan mengenai sesuatu hal, lalu kami mengadukan perselisihan itu kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau berkata, “Dua orang saksimu atau sumpah dari dia.”

Aku lalu berkata kepada beliau, “Jika demikian, ia pasti akan bersumpah dan tidak peduli.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa bersumpah dengan suatu sumpah, yang dengannya ia mengambil hak suatu harta, sedangkan ia berdusta di dalamnya, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.”

Allah lalu menurunkan pembenaran atas hal itu, kemudian beliau membacakan ayat ini.