١٥ - بَابُ الۡقَطَائِعِ
15. Bab Tanah-Tanah Milik Negara yang Diberikan kepada Orang Tertentu
٢٣٧٦ - حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنۡ
يَحۡيَى بۡنِ سَعِيدٍ قَالَ: سَمِعۡتُ أَنَسًا رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ:
أَرَادَ النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ يُقۡطِعَ مِنَ الۡبَحۡرَيۡنِ، فَقَالَتِ
الۡأَنۡصَارُ: حَتَّى تُقۡطِعَ لِإِخۡوَانِنَا مِنَ الۡمُهَاجِرِينَ مِثۡلَ
الَّذِي تُقۡطِعُ لَنَا، قَالَ: (سَتَرَوۡنَ بَعۡدِي أَثَرَةً، فَاصۡبِرُوا
حَتَّى تَلۡقَوۡنِي). [الحديث ٢٣٧٦ - أطرافه في: ٢٣٧٧، ٣١٦٣، ٣٧٩٤].
2376. Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan
kepada kami dari Yahya bin Sa’id. Ia berkata: Aku mendengar Anas—radhiyallahu
‘anhu—berkata:
Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—hendak memberikan sebidang tanah
dari wilayah Bahrain, lalu kaum Ansar berkata, “(Jangan dahulu) sampai engkau
memberikan pula kepada saudara-saudara kami dari kaum Muhajirin bagian yang
semisal dengan apa yang engkau berikan kepada kami.”
Beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat sifat egois sepeninggalku,
maka bersabarlah sampai kalian menjumpai diriku.”