٣٤٨٢ - حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدِ بۡنِ أَسۡمَاءَ: حَدَّثَنَا
جُوَيۡرِيَةُ بۡنُ أَسۡمَاءَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ
رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (عُذِّبَتِ امۡرَأَةٌ
فِي هِرَّةٍ سَجَنَتۡهَا حَتَّى مَاتَتۡ، فَدَخَلَتۡ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ
أَطۡعَمَتۡهَا وَلَا سَقَتۡهَا إِذۡ حَبَسَتۡهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتۡهَا
تَأۡكُلُ مِنۡ خَشَاشِ الۡأَرۡضِ). [طرفه في:
٢٣٦٥].
3482. ‘Abdullah bin Muhammad bin Asma` telah menceritakan kepadaku: Juwairiyah
bin Asma` menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari ‘Abdullah bin
‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—bersabda, “Seorang wanita diazab karena seekor kucing yang ia kurung
hingga mati, lalu ia masuk neraka karenanya. Ia tidak memberinya makan dan
tidak pula memberinya minum ketika ia menahannya, dan ia tidak pula
membiarkannya memakan serangga bumi.”