٣٠ - بَابُ الۡحُكۡمِ فِي الۡبِئۡرِ وَنَحۡوِهَا
30. Bab Putusan Hukum Mengenai Sumur dan yang Sejenisnya
٧١٨٣ - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ نَصۡرٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ:
أَخۡبَرَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ مَنۡصُورٍ وَالۡأَعۡمَشِ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ
قَالَ: قَالَ عَبۡدُ اللهِ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا يَحۡلِفُ عَلَى يَمِينِ
صَبۡرٍ يَقۡتَطِعُ مَالًا وَهُوَ فِيهَا فَاجِرٌ، إِلَّا لَقِيَ اللهَ وَهُوَ
عَلَيۡهِ غَضۡبَانُ). فَأَنۡزَلَ اللهُ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ
اللهِ﴾ [آل عمران: ٧٧] الۡآيَةَ. [طرفه في:
٢٣٥٦].
7183. Ishaq bin Nashr telah menceritakan kepada kami: ‘Abdurrazzaq
menceritakan kepada kami: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Manshur dan
Al-A’masy, dari Abu Wa`il. Ia berkata: ‘Abdullah berkata: Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tidaklah seseorang bersumpah
dengan sumpah paksa yang sengaja ditetapkan pengadilan, untuk merampas suatu
harta sedangkan ia berdusta di dalamnya, melainkan ia akan menemui Allah dalam
keadaan Allah murka kepadanya.”
Allah lalu menurunkan ayat: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan
janji Allah ...” (QS Ali Imran: 77).
فَجَاءَ الۡأَشۡعَثُ وَعَبۡدُ اللهِ يُحَدِّثُهُمۡ، فَقَالَ: فِيَّ نَزَلَتۡ
وَفِي رَجُلٍ خَاصَمۡتُهُ فِي بِئۡرٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (أَلَكَ
بَيِّنَةٌ؟). قُلۡتُ: لَا، قَالَ: (فَلۡيَحۡلِفۡ). قُلۡتُ: إِذًا يَحۡلِفُ،
فَنَزَلَتۡ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ اللهِ﴾ [آل عمران: ٧٧]
الۡآيَةَ. [طرفه في:
٢٣٥٦].
Al-Asy’ats lalu datang ketika ‘Abdullah sedang menceritakan hadis kepada
mereka, maka Al-Asy’ats berkata:
Ayat tersebut diturunkan berkenaan denganku dan berkenaan dengan seorang
laki-laki yang aku perselisihkan mengenai sebuah sumur, lalu Nabi—shallallahu
‘alaihi wa sallam—bertanya, “Apakah engkau mempunyai bukti?”
Aku menjawab, “Tidak.”
Beliau berkata, “Maka hendaklah ia bersumpah.”
Aku berkata, “Jika demikian, ia tentu akan bersumpah.”
Maka turunlah ayat: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji
Allah ...” (QS Ali Imran: 77) sampai akhir ayat.