Cari Blog Ini

Syarh Ushul I'tiqad Ahlissunnah wal Jama'ah hadis nomor 104

١٠٤ - أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمَنِ بۡنُ عُمَرَ أنبا مُحَمَّدُ بۡنُ أَحۡمَدَ بۡنِ يَعۡقُوبَ ثنا جَدِّي يَعۡقُوبُ بۡنُ شَيۡبَةَ ثنا يَعۡلَى بۡنُ عُبَيۡدٍ وَمُحَاضِرُ بۡنُ الۡمُوَرِّعِ قَالَا: ثنا الۡأَعۡمَشُ عَنۡ حَبِيبِ بۡنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنۡ أَبِي عَبۡدِ الرَّحۡمَنِ قَالَ: قَالَ عَبۡدُ اللهِ: اتَّبِعُوا وَلَا تَبۡتَدِعُوا فَقَدۡ كُفِيتُمۡ. زَادَ مُحَاضِرٌ: (كُلُّ بِدۡعَةٍ ضَلَالَةٌ).

104. ‘Abdurrahman bin ‘Umar telah mengabarkan kepada kami: Muhammad bin Ahmad bin Ya’qub memberitakan kepada kami: Kakekku Ya’qub bin Syaibah menceritakan kepada kami: Ya’la bin ‘Ubaid dan Muhadhir bin Al-Muwarri’ menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Habib bin Abu Tsabit, dari Abu ‘Abdurrahman. Beliau berkata: ‘Abdullah berkata, “Ikutilah (sunah) dan janganlah kalian membuat bidah; karena sungguh kalian telah dicukupkan.”

Muhadhir menambahkan: “Setiap bidah adalah sesat.”