٢ - بَابُ مَا يُحۡذَرُ مِنۡ عَوَاقِبِ الۡاِشۡتِغَالِ بِآلَةِ الزَّرۡعِ
أَوۡ مُجَاوَزَةِ الۡحَدِّ الَّذِي أُمِرَ بِهِ
2. Bab Hal-Hal yang Diwaspadai dari Akibat Buruk Kesibukan Menggunakan Alat
Pertanian atau Melampaui Batas yang Diperintahkan
٢٣٢١ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ
سَالِمٍ الۡحِمۡصِيُّ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ زِيَادٍ الۡأَلۡهَانِيُّ،
عَنۡ أَبِي أُمَامَةَ الۡبَاهِلِيِّ قَالَ: وَرَأَى سِكَّةً وَشَيۡئًا مِنۡ
آلَةِ الۡحَرۡثِ، فَقَالَ: سَمِعۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: (لَا يَدۡخُلُ هٰذَا
بَيۡتَ قَوۡمٍ إِلَّا أُدۡخِلَهُ الذُّلُّ). قَالَ مُحَمَّدٌ: وَاسۡمُ أَبِي
أُمَامَةَ: صُدَيُّ بۡنُ عَجۡلَانَ. [طرفه في:
٢١٤١].
2321. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah bin Salim
Al-Himshi menceritakan kepada kami: Muhammad bin Ziyad Al-Alhani menceritakan
kepada kami dari Abu Umamah Al-Bahili. Ia berkata: Ia melihat mata bajak dan
sebagian dari alat pertanian, lalu ia berkata: Aku mendengar Nabi—shallallahu
‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tidaklah ini memasuki rumah suatu kaum melainkan
dimasukkan pula kehinaan kepadanya.”
Muhammad berkata: Dan nama Abu Umamah adalah Shudai bin ‘Ajlan.