Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2402

١٤ - بَابٌ إِذَا وَجَدَ مَالَهُ عِنۡدَ مُفۡلِسٍ فِي الۡبَيۡعِ وَالۡقَرۡضِ وَالۡوَدِيعَةِ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ
14. Bab Apabila Seseorang Menemukan Hartanya pada Orang yang Bangkrut dalam Jual Beli, Pinjaman, dan Titipan, Maka Dia Lebih Berhak Atasnya


وَقَالَ الۡحَسَنُ: إِذَا أَفۡلَسَ وَتَبَيَّنَ لَمۡ يَجُزۡ عِتۡقُهُ وَلَا بَيۡعُهُ وَلَا شِرَاؤُهُ.

Al-Hasan berkata, “Apabila seseorang bangkrut dan telah jelas kebangkrutannya, tidak boleh baginya memerdekakan budak, menjual, dan membeli.”

وَقَالَ سَعِيدُ بۡنُ الۡمُسَيَّبِ: قَضَى عُثۡمَانُ: مَنِ اقۡتَضَى مِنۡ حَقِّهِ قَبۡلَ أَنۡ يُفۡلِسَ فَهُوَ لَهُ، وَمَنۡ عَرَفَ مَتَاعَهُ بِعَيۡنِهِ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ.

Sa’id bin Al-Musayyab berkata, “Utsman memutuskan bahwa barang siapa mengambil haknya sebelum orang itu bangkrut, harta itu milik orang yang mengambilnya. Dan barang siapa mengenali barangnya secara persis, dia lebih berhak atas barang itu.”

٢٤٠٢ - حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ يُونُسَ: حَدَّثَنَا زُهَيۡرٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي أَبُو بَكۡرِ بۡنُ مُحَمَّدِ بۡنِ عَمۡرِو بۡنِ حَزۡمٍ: أَنَّ عُمَرَ بۡنَ عَبۡدِ الۡعَزِيزِ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ أَبَا بَكۡرِ بۡنَ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ الۡحَارِثِ بۡنِ هِشَامٍ أَخۡبَرَهُ: أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ، أَوۡ قَالَ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (مَنۡ أَدۡرَكَ مَالَهُ بِعَيۡنِهِ عِنۡدَ رَجُلٍ أَوۡ إِنۡسَانٍ قَدۡ أَفۡلَسَ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ مِنۡ غَيۡرِهِ).

2402. Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami: Zuhair menceritakan kepada kami: Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami. Dia berkata: Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm mengabarkan kepadaku: ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengabarkan kepadanya: Abu Bakr bin ‘Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam mengabarkan kepadanya: Dia mendengar Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda; atau Abu Hurairah berkata: Aku mendengar Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa menemukan barangnya secara persis pada seseorang yang telah bangkrut, dia lebih berhak atas barang itu daripada orang selainnya.”