٢ - بَابُ مَنۡ أَخَذَ أَمۡوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَوۡ
إِتۡلَافَهَا
2. Bab Barang Siapa Mengambil Harta Orang Lain dengan Maksud Membayarnya
atau Merusaknya
٢٣٨٧ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ الۡأُوَيۡسِيُّ:
حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ بِلَالٍ، عَنۡ ثَوۡرِ بۡنِ زَيۡدٍ، عَنۡ أَبِي
الۡغَيۡثِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ
قَالَ: (مَنۡ أَخَذَ أَمۡوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللهُ
عَنۡهُ، وَمَنۡ أَخَذَ يُرِيدُ إِتۡلَافَهَا أَتۡلَفَهُ اللهُ).
2387. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah Al-Uwaisi telah menceritakan kepada kami:
Sulaiman bin Bilal menceritakan kepada kami dari Tsaur bin Zaid, dari Abu
Al-Ghaits, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi—shallallahu
‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Barang siapa mengambil harta orang lain
dengan maksud membayarnya, Allah akan membayarkan untuknya. Dan barang siapa
mengambilnya dengan maksud merusaknya, Allah akan merusaknya.”