٢٤١٢ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا وُهَيۡبٌ: حَدَّثَنَا
عَمۡرُو بۡنُ يَحۡيَى، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ رَضِيَ
اللهُ عَنۡهُ قَالَ: بَيۡنَمَا رَسُولُ اللهِ ﷺ جَالِسٌ جَاءَ يَهُودِيٌّ،
فَقَالَ: يَا أَبَا الۡقَاسِمِ، ضَرَبَ وَجۡهِي رَجُلٌ مِنۡ أَصۡحَابِكَ،
فَقَالَ: (مَنۡ؟) قَالَ: رَجُلٌ مِنَ الۡأَنۡصَارِ، قَالَ: (ادۡعُوهُ).
فَقَالَ: (أَضَرَبۡتَهُ؟) قَالَ: سَمِعۡتُهُ بِالسُّوقِ يَحۡلِفُ: وَالَّذِي
اصۡطَفَى مُوسَى عَلَى الۡبَشَرِ، قُلۡتُ: أَيۡ خَبِيثُ، عَلَى مُحَمَّدٍ ﷺ؟
فَأَخَذَتۡنِي غَضۡبَةٌ ضَرَبۡتُ وَجۡهَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا
تُخَيِّرُوا بَيۡنَ الۡأَنۡبِيَاءِ، فَإِنَّ النَّاسَ يَصۡعَقُونَ يَوۡمَ
الۡقِيَامَةِ، فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنۡ تَنۡشَقُّ عَنۡهُ الۡأَرۡضُ، فَإِذَا
أَنَا بِمُوسَى آخِذٌ بِقَائِمَةٍ مِنۡ قَوَائِمِ الۡعَرۡشِ، فَلَا أَدۡرِي
أَكَانَ فِيمَنۡ صَعِقَ، أَمۡ حُوسِبَ بِصَعۡقَةِ الۡأُولَى).
[الحديث ٢٤١٢ - أطرافه في: ٣٣٩٨، ٤٦٣٨، ٦٩١٦، ٦٩١٧، ٧٤٢٧].
2412. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: Wuhaib menceritakan
kepada kami: ‘Amr bin Yahya menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Abu
Sa’id Al-Khudri—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata:
Ketika Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sedang duduk, datanglah
seorang Yahudi lalu berkata, “Wahai Abu Al-Qasim, seorang laki-laki dari
sahabatmu telah memukul wajahku.”
Beliau bertanya, “Siapa?”
Ia menjawab, “Seorang laki-laki dari Ansar.”
Beliau berkata, “Panggillah dia.”
Beliau lalu bertanya, “Apakah kamu memukulnya?”
Ia menjawab, “Aku mendengarnya di pasar bersumpah: ‘Demi Zat yang memilih Musa
atas manusia.’ Aku berkata: ‘Wahai orang yang buruk, atas Muhammad—shallallahu
‘alaihi wa sallam—.’ Lalu marahlah aku dan memukul wajahnya.”
Maka Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Janganlah kalian
mengunggulkan di antara para nabi, karena sesungguhnya manusia pingsan pada
hari kiamat, lalu akulah orang pertama yang keluar dari kubur. Ternyata aku
mendapati Musa sedang memegang salah satu tiang dari tiang-tiang arasy. Aku
tidak tahu apakah ia termasuk orang yang pingsan ataukah ia sudah dicukupkan
dengan pingsannya yang pertama (di bukit Thur).”