٢٤١٣ - حَدَّثَنَا مُوسَى: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَنَسٍ
رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ يَهُودِيًّا رَضَّ رَأۡسَ جَارِيَةٍ بَيۡنَ
حَجَرَيۡنِ، قِيلَ: مَنۡ فَعَلَ هٰذَا بِكِ، أَفُلَانٌ، أَفُلَانٌ؟ حَتَّى
سُمِّيَ الۡيَهُودِيُّ، فَأَوۡمَتۡ بِرَأۡسِهَا، فَأُخِذَ الۡيَهُودِيُّ
فَاعۡتَرَفَ، فَأَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ ﷺ فَرُضَّ رَأۡسُهُ بَيۡنَ حَجَرَيۡنِ.
[الحديث ٢٤١٣ - أطرافه في: ٢٧٤٦، ٥٢٩٥، ٦٨٧٦، ٦٨٧٧، ٦٨٧٩، ٦٨٨٤، ٦٨٨٥].
2413. Musa telah menceritakan kepada kami: Hammam menceritakan kepada kami
dari Qatadah, dari Anas—radhiyallahu ‘anhu—:
Ada seorang Yahudi yang memecahkan kepala seorang anak perempuan di antara dua
batu. Anak perempuan itu ditanya, “Siapakah yang melakukan ini kepadamu?
Apakah si Fulan? Apakah si Fulan?”
Hingga disebutkan nama orang Yahudi tersebut, lalu ia menganggukkan kepalanya.
Kemudian orang Yahudi itu ditangkap dan ia pun mengaku. Lalu Nabi—shallallahu
‘alaihi wa sallam—memerintahkan (agar ia dihukum), maka kepalanya pun
dipecahkan di antara dua batu.