Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 6564

٦٥٦٤ - حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ حَمۡزَةَ، حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي حَازِمٍ، وَالدَّرَاوَرۡدِيُّ، عَنۡ يَزِيدَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ خَبَّابٍ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ ﷺ، وَذُكِرَ عِنۡدَهُ عَمُّهُ أَبُو طَالِبٍ، فَقَالَ: (لَعَلَّهُ تَنۡفَعُهُ شَفَاعَتِي يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ، فَيُجۡعَلُ فِي ضَحۡضَاحٍ مِنَ النَّارِ يَبۡلُغُ كَعۡبَيۡهِ، يَغۡلِي مِنۡهُ أُمُّ دِمَاغِهِ). [طرفه في: ٣٨٨٥]. 

6564. Ibrahim bin Hamzah telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Hazim dan Ad-Darawardi menceritakan kepada kami dari Yazid, dari ‘Abdullah bin Khabbab, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu: Bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika pamannya, yaitu Abu Thalib, disebut di dekat beliau, “Semoga syafaatku bermanfaat untuknya pada hari kiamat, sehingga dia diletakkan didalam neraka yang dangkal, apinya sebatas kedua mata kakinya, namun menyebabkan otak kepalanya mendidih.”

Sunan Ad-Darimi hadits nomor 2797

٧٦ – بَابٌ فِي الطَّاعَةِ وَلُزُومِ الۡجَمَاعَةِ
76. Bab tentang ketaatan dan menetapi al-jama’ah (jemaah kaum muslimin yang bersatu di atas kebenaran)


٢٧٩٧ – حَدَّثَنَا الۡحَكَمُ بۡنُ الۡمُبَارَكِ، أَخۡبَرَنَا الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ بۡنِ يَزِيدَ بۡنِ جَابِرٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي زُرَيۡقُ بۡنُ حَيَّانَ مَوۡلَى بَنِي فَزَارَةَ: أَنَّهُ سَمِعَ مُسۡلِمَ بۡنَ قَرَظَةَ الۡأَشۡجَعِيَّ يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَوۡفَ بۡنَ مَالِكٍ الۡأَشۡجَعِيَّ يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (خِيَارُ أَئِمَّتِكُمۡ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمۡ وَيُحِبُّونَكُمۡ، وَتُصَلُّونَ عَلَيۡهِمۡ وَيُصَلُّونَ عَلَيۡكُمۡ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمۡ الَّذِينَ تُبۡغِضُونَهُمۡ وَيُبۡغِضُونَكُمۡ، وَتَلۡعَنُونَهُمۡ وَيَلۡعَنُونَكُمۡ) قُلۡنَا: أَفَلَا نُنَابِذُهُمۡ يَا رَسُولَ اللهِ عِنۡدَ ذٰلِكَ؟ قَالَ: (لَا مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلَاةَ، أَلَا مَنۡ وُلِّيَ عَلَيۡهِ وَالٍ فَرَآهُ يَأۡتِي شَيۡئًا مِنۡ مَعۡصِيَةِ اللهِ، فَلۡيَكۡرَهۡ مَا يَأۡتِي مِنۡ مَعۡصِيَةِ اللهِ، وَلَا يَنۡزِعَنَّ يَدًا مِنۡ طَاعَةٍ) قَالَ ابۡنُ جَابِرٍ: فَقُلۡتُ: آللهِ يَا أَبَا الۡمِقۡدَامِ! أَسَمِعۡتَ هَٰذَا مِنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ؟ فَاسۡتَقۡبَلَ الۡقِبۡلَةَ، وَجَثَا عَلَى رُكۡبَتَيۡهِ، فَقَالَ: آللهِ لَسَمِعۡتُ هَٰذَا مِنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ، يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَمِّي عَوۡفَ بۡنَ مَالِكٍ يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ يَقُولُهُ. 

2797. Al-Hakam bin Al-Mubarak telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim mengabarkan kepada kami dari ‘Abdurrahman bin Yazid bin Jabir. Beliau berkata: Zuraiq bin Hayyan maula bani Fazarah mengabarkan kepadaku bahwa beliau mendengar Muslim bin Qarazhah Al-Asyja’i berkata: Aku mendengar ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i mengatakan: 

Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pemimpin terbaik kalian adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian. Kalian mendoakan kebaikan mereka dan mereka mendoakan kebaikan kalian. Pemimpin terjelek kalian adalah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” 

Kami bertanya, “Apakah kami boleh menghunuskan senjata kepada mereka ketika itu, wahai Rasulullah?” 

Beliau bersabda, “Tidak boleh, selama mereka masih menegakkan salat di tengah-tengah kalian. Ketahuilah, siapa saja yang dipimpin oleh seseorang, lalu dia melihatnya melakukan suatu kemaksiatan kepada Allah, maka bencilah kemaksiatannya, namun jangan mencabut tangan dari ketaatan.” 

Ibnu Jabir berkata: Aku bertanya, “Demi Allah, wahai Abu Al-Miqdam, apakah engkau mendengar ini dari Muslim bin Qarazhah?” 

Lalu Zuraiq menghadap kiblat dan berlutut di atas kedua lututnya seraya berkata, “Demi Allah, aku benar-benar mendengar ini dari Muslim bin Qarazhah. Beliau berkata: Aku mendengar pamanku, yaitu ‘Auf bin Malik, berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya.”

Asy-Syari'ah hadits nomor 28

٢٨ – وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرٍ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدِ بۡنِ عَبۡدِ الۡحَمِيدِ الۡوَاسِطِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيۡرُ بۡنُ مُحَمَّدٍ الۡمَرۡوَزِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ يُونُسَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ عَيَّاشٍ عَنۡ مُوسَى بۡنِ عَبِيدَةَ عَنِ ابۡنَةِ سَعۡدٍ عَنۡ أَبِيهَا سَعۡدٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (افۡتَرَقَتۡ بَنُو إِسۡرَائِيلَ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ مِلَّةً: وَلَنۡ تَذۡهَبَ الۡأَيَّامُ وَاللَّيَالِي حَتَّى تَفۡتَرِقَ أُمَّتِي عَلَى مِثۡلِهَا – أَوۡ قَالَ: عَنۡ مِثۡلِ ذٰلِكَ – وَكُلُّ فِرۡقَةٍ مِنۡهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً؛ وَهِيَ الۡجَمَاعَةُ). 

28. Abu Bakr ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdul Hamid Al-Wasithi telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Zuhair bin Muhammad Al-Marwazi menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ahmad bin ‘Abdullah bin Yunus menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Abu Bakr bin ‘Ayyasy menceritakan kepada kami dari Musa bin ‘Abidah, dari putri Sa’d, dari ayahnya, yaitu Sa’d radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bani Israil telah terpecah belah menjadi tujuh puluh satu sekte. Tidaklah hari-hari dan malam-malam berlalu kecuali nanti umatku akan berpecah belah semisal itu. Setiap firkah/kelompok darinya ada di dalam neraka kecuali satu, yaitu al-jama’ah (orang-orang yang bersatu di atas kebenaran).”

Asy-Syari'ah hadits nomor 25, 26, dan 27

٢٥ – حَدَّثَنَا أَبُو شُعَيۡبٍ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ الۡحَسَنِ الۡحَرَّانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَاصِمُ بۡنُ عَلِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مَعۡشَرٍ. [ح] وَأَخۡبَرَنَا أَبُو عَبۡدِ اللهِ أَحۡمَدُ بۡنُ الۡحَسَنِ بۡنِ عَبۡدِ الۡجَبَّارِ الصُّوفِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَكَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مَعۡشَرٍ عَنۡ يَعۡقُوبَ بۡنِ زَيۡدِ بۡنِ طَلۡحَةَ عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ أَسۡلَمَ عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ – ذَكَرَ حَدِيثًا طَوِيلًا قَالَ فِيهِ -: وَحَدَّثَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ عَنِ الۡأُمَمِ فَقَالَ: (تَفَرَّقَتۡ أُمَّةُ مُوسَى عَلَيۡهِ السَّلَامُ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ مِلَّةً، سَبۡعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الۡجَنَّةِ، وَتَفَرَّقَتۡ أُمَّةُ عِيسَى عَلَيۡهِ السَّلَامُ عَلَى اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ مِلَّةً، إِحۡدَى وَسَبۡعُونَ مِنۡهَا فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الۡجَنَّةِ) وَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (وَتَعۡلُو أُمَّتِي عَلَى الۡفِرۡقَتَيۡنِ جَمِيعًا بِمِلَّةٍ وَاحِدَةٍ، ثِنۡتَانِ وَسَبۡعُونَ مِنۡهَا فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ مِنۡهُمۡ فِي الۡجَنَّةِ) قَالُوا: مَنۡ هُمۡ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: (الۡجَمَاعَةُ). 

25. Abu Syu’aib ‘Abdullah bin Al-Hasan Al-Harrani telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: ‘Ashim bin ‘Ali menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Abu Ma’syar menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Abu ‘Abdullah Ahmad bin Al-Hasan bin ‘Abdul Jabbar Ash-Shufi telah mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: Muhammad bin Bakkar menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Abu Ma’syar menceritakan kepada kami dari Ya’qub bin Zaid bin Thalhah, dari Zaid bin Aslam, dari Anas bin Malik. Beliau menyebutkan hadis yang panjang dan beliau berkata padanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kepada mereka tentang umat-umat. 

Beliau bersabda, “Umat Nabi Musa ‘alaihis salam telah terpecah belah menjadi tujuh puluh satu sekte. Tujuh puluh di dalam neraka dan satu di dalam janah. Umat Nabi ‘Isa ‘alaihis salam telah terpecah belah menjadi tujuh puluh dua sekte. Tujuh puluh satu darinya di dalam neraka dan satu di dalam janah.” 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umatku melebihi kedua umat itu lebih banyak satu golongan. Tujuh puluh dua darinya di dalam neraka dan satu dari mereka di dalam janah.” 

Para sahabat bertanya, “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” 

Beliau bersabda, “Al-jama’ah (orang-orang yang bersatu di atas kebenaran).” 

قَالَ يَعۡقُوبُ بۡنُ زَيۡدٍ: وَكَانَ عَلِيُّ بۡنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ إِذَا حَدَثَ بِهَٰذَا الۡحَدِيثِ عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ تَلَا فِيهِ قُرۡآنًا: ﴿وَمِن قَوۡمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٌ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ ۝١٥٩﴾ [الأعرَاف: ١٥٩] ثُمَّ ذَكَرَ أُمَّةَ عِيسَى عَلَيۡهِ السَّلَامُ فَقَرَأَ: ﴿وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡكِتَـٰبِ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوۡا۟ لَكَفَّرۡنَا عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَأَدۡخَلۡنَـٰهُمۡ جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ ۝٦٥ وَلَوۡ أَنَّهُمۡ أَقَامُوا۟ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِم مِّن رَّبِّهِمۡ لَأَكَلُوا۟ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِم ۚ مِّنۡهُمۡ أُمَّةٌ مُّقۡتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنۡهُمۡ سَآءَ مَا يَعۡمَلُونَ ۝٦٦﴾ [المائدة: ٦٥، ٦٦] قَالَ: ثُمَّ ذَكَرَ أُمَّتَنَا فَقَرَأَ: ﴿وَمِمَّنۡ خَلَقۡنَآ أُمَّةٌ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ ۝١٨١﴾ [الأعرَف: ١٨١]. 

Ya’qub bin Zaid berkata: Dahulu, ‘Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu apabila menceritakan hadis ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau membaca ayat Alquran yang artinya, “Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan.” (QS. Al-A’raf: 159). 

Kemudian beliau menyebutkan umat Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, lalu membaca ayat (yang artinya), “Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Alquran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” (QS. Al-Ma`idah: 65-66). 

Beliau berkata: Kemudian beliau menyebutkan umat kita, lalu membaca ayat (yang artinya), “Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.” (QS. Al-A’raf: 181). 

٢٦ – وَأَخۡبَرَنَا أَبُو عُبَيۡدٍ عَلِيُّ بۡنُ الۡحُسَيۡنِ بۡنِ حَرۡبٍ الۡقَاضِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الۡحَسَنُ بۡنُ مُحَمَّدِ بۡنِ الصَّبَاحِ الزَّعۡفَرَانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا شَبَابَةُ – يَعۡنِي: ابۡنَ سَوَّارٍ – قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ طَرِيفٍ عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَا ابۡنَ سَلَّامٍ! عَلَى كَمۡ تَفَرَّقَتۡ بَنُو إِسۡرَائِيلَ؟) قَالَ: عَلَى وَاحِدَةٍ وَسَبۡعِينَ – أَوِ اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ – فِرۡقَةً، كُلُّهُمۡ يَشۡهَدُ عَلَى بَعۡضٍ بِالضَّلَالَةِ. قَالُوا: أَفَلَا تُخۡبِرُنَا لَوۡ قَدۡ خَرَجۡتَ مِنَ الدُّنۡيَا فَتَفَرَّقَ أُمَّتُكَ، عَلَى مَا يَصِيرُ أَمۡرُهُمۡ؟ قَالَ نَبِيُّ اللهِ ﷺ: (بَلَى، إِنَّ بَنِي إِسۡرَائِيلَ تَفَرَّقُوا عَلَى مَا قُلۡتَ، وَسَتَفۡتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى مَا افۡتَرَقَتۡ عَلَيۡهِ بَنُو إِسۡرَائِيلَ، وَسَتَزِيدُ فِرۡقَةٌ وَاحِدَةٌ لَمۡ تَكُنۡ فِي بَنِي إِسۡرَائِيلَ) وَذَكَرَ الۡحَدِيثَ. 

26. Abu ‘Ubaid ‘Ali bin Al-Husain bin Harb Al-Qadhi telah mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: Al-Hasan bin Muhammad bin Ash-Shabah Az-Za’farani menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Syababah bin Sawwar menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Sulaiman bin Tharif menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik. Beliau berkata: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Wahai putra Sallam, bani Israil terpecah belah menjadi berapa?” 

‘Abdullah bin Sallam menjawab, “Menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua firkah. Mereka semua saling menuduh sesat satu sama lain.“ 

Para sahabat bertanya, “Tidakkah engkau mengabarkan kepada kami, andai engkau telah pergi (meninggalkan) dunia ini, lalu umatmu akan berpecah belah? Bagaimana keadaan mereka nanti?” 

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tentu. Sesungguhnya bani Israil berpecah belah menjadi seperti yang telah engkau katakan. Umatku akan terpecah belah seperti terpecah belahnya bani Israil dan akan bertambah lebih satu firkah yang belum ada pada bani Israil.” 

Lalu beliau menyebutkan hadis tersebut. 

٢٧ – وَحَدَّثَنَا أَبُو عَبۡدِ اللهِ أَحۡمَدُ بۡنُ أَبِي عَوۡفٍ الۡبُزُورِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُوَيۡدُ بۡنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُبَارَكُ بۡنُ سُحَيۡمٍ عَنۡ عَبۡدِ الۡعَزِيزِ بۡنِ صُهَيۡبٍ عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (افۡتَرَقَتۡ بَنُو إِسۡرَائِيلَ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، وَإِنَّ أُمَّتِي سَتَفۡتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا السَّوَادَ الۡأَعۡظَمَ). 

27. Abu ‘Abdullah Ahmad bin Abu ‘Auf Al-Buzuri telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Suwaid bin Sa’id menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Mubarak bin Suhaim menceritakan kepada kami dari ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib, dari Anas bin Malik, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Bani Israil telah terpecah belah menjadi tujuh puluh satu firkah/kelompok. Dan sesungguhnya umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga firkah. Semuanya di dalam neraka kecuali as-sawad al-a’zham (para pengikut kebenaran).”

Shahih Muslim hadits nomor 148

٦٦ - بَابُ ذَهَابِ الۡإِيمَانِ آخِرَ الزَّمَانِ
66. Bab hilangnya iman di akhir zaman


٢٣٤ – (١٤٨) - حَدَّثَنِي زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ: أَخۡبَرَنَا ثَابِتٌ، عَنۡ أَنَسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الۡأَرۡضِ: اللهُ، اللهُ). 

234. (148). Zuhair bin Harb telah menceritakan kepadaku: ‘Affan menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami: Tsabit mengabarkan kepada kami dari Anas: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari kiamat tidak terjadi hingga di bumi ini tidak ada yang mengucapkan: Allah, Allah.” 

حَدَّثَنَا عَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ عَنۡ ثَابِتٍ، عَنۡ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا تَقُومُ السَّاعَةُ عَلَى أَحَدٍ يَقُولُ: اللهُ، اللهُ). 

‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami: ‘Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Tsabit, dari Anas. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari kiamat tidak akan terjadi ketika masih ada seseorang yang mengucapkan: Allah, Allah.”