Cari Blog Ini

Sunan Abu Dawud hadis nomor 3870

١١ - بَابٌ فِي الۡأَدۡوِيَةِ الۡمَكۡرُوهَةِ
11. Bab tentang Obat yang Tidak Disukai


٣٨٧٠ - (ضعيف) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عُبَادَةَ الۡوَاسِطِيُّ، نا يَزِيدُ بۡنُ هَارُونَ، أنا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ عَيَّاشٍ، عَنۡ ثَعۡلَبَةَ بۡنِ مُسۡلِمٍ، عَنۡ أَبِي عِمۡرَانَ الۡأَنۡصَارِيِّ، عَنۡ أُمِّ الدَّرۡدَاءِ، عَنۡ أَبِي الدَّرۡدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّ اللهَ [عَزَّ وَجَلَّ] أَنۡزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ، وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً، فَتَدَاوَوۡا وَلَا تَدَاوَوۡا بِحَرَامٍ). [(غاية المرام)(٦٦)، (المشكاة)(٤٥٣٨)].

3870. [Daif] Muhammad bin ‘Ubadah Al-Wasithi telah menceritakan kepada kami: Yazid bin Harun menceritakan kepada kami: Isma’il bin ‘Ayyasy mengabarkan kepada kami dari Tsa’labah bin Muslim, dari Abu ‘Imran Al-Anshari, dari Umu Ad-Darda`, dari Abu Ad-Darda`. Beliau mengatakan: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya Allah—‘azza wa jalla—menurunkan penyakit dan obat, serta menjadikan obat untuk setiap penyakit. Berobatlah, namun jangan berobat dengan yang haram!”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3877, 3878, dan 3879

٣٨ - بَابُ مَوۡتِ النَّجَاشِيِّ
38. Bab Kematian An-Najasyi


٣٨٧٧ - حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عُيَيۡنَةَ، عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ، عَنۡ عَطَاءٍ، عَنۡ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ حِينَ مَاتَ النَّجَاشِيُّ: (مَاتَ الۡيَوۡمَ رَجُلٌ صَالِحٌ، فَقُومُوا فَصَلُّوا عَلَى أَخِيكُمۡ أَصۡحَمَةَ). [طرفه في: ١٣١٧].

3877. Abu Ar-Rabi’ telah menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Uyainah menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari ‘Atha`, dari Jabir—radhiyallahu ‘anhu—: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata ketika An-Najasyi meninggal, “Seorang pria yang saleh meninggal hari ini. Bangkitlah lalu salatilah saudara kalian, Ashhamah.”

٣٨٧٨ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡأَعۡلَى بۡنُ حَمَّادٍ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ زُرَيۡعٍ: حَدَّثَنَا سَعِيدٌ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ: أَنَّ عَطَاءً حَدَّثَهُمۡ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ الۡأَنۡصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ نَبِيَّ اللهِ ﷺ صَلَّى عَلَى النَّجَاشِيِّ، فَصَفَّنَا وَرَاءَهُ، فَكُنۡتُ فِي الصَّفِّ الثَّانِي أَوِ الثَّالِثِ. [طرفه في: ١٣١٧].

3878. ‘Abdul A’la bin Hammad telah menceritakan kepada kami: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami: Sa’id menceritakan kepada kami: Qatadah menceritakan kepada kami bahwa ‘Atha` menceritakan kepada mereka dari Jabir bin ‘Abdullah Al-Anshariradhiyallahu ‘anhuma—: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melakukan salat (gaib) untuk An-Najasyi. Kami berbaris di belakang beliau. Saat itu aku berada di saf kedua atau ketiga.

٣٨٧٩ - حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ عَنۡ سَلِيمِ بۡنِ حَيَّانَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ مِينَاءَ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ صَلَّى عَلَى أَصۡحَمَةَ النَّجَاشِيِّ، فَكَبَّرَ عَلَيۡهِ أَرۡبَعًا. تَابَعَهُ عَبۡدُ الصَّمَدِ. [طرفه في: ١٣١٧].

3879. ‘Abdullah bin Abu Syaibah telah menceritakan kepadaku: Yazid menceritakan kepada kami dari Salim bin Hayyan: Sa’id bin Mina` menceritakan kepada kami dari Jabir bin ‘Abdullahradhiyallahu ‘anhuma—: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melakukan salat (gaib) untuk Ashhamah An-Najasyi. Beliau bertakbir empat kali.

‘Abdush Shamad mengiringi Yazid bin Harun.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7215

٧٢١٥ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَارِثِ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ حَفۡصَةَ، عَنۡ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتۡ: بَايَعۡنَا النَّبِيَّ ﷺ، فَقَرَأَ عَلَيَّ: ﴿أَنۡ لَا يُشۡرِكۡنَ بِاللهِ شَيۡئًا﴾ وَنَهَانَا عَنِ النِّيَاحَةِ، فَقَبَضَتِ امۡرَأَةٌ مِنَّا يَدَهَا، فَقَالَتۡ: فُلَانَةُ أَسۡعَدَتۡنِي، وَأَنَا أُرِيدُ أَنۡ أَجۡزِيَهَا. فَلَمۡ يَقُلۡ شَيۡئًا، فَذَهَبَتۡ ثُمَّ رَجَعَتۡ، فَمَا وَفَتِ امۡرَأَةٌ إِلَّا أُمُّ سُلَيۡمٍ، وَأُمُّ الۡعَلَاءِ، وَابۡنَةُ أَبِي سَبۡرَةَ امۡرَأَةُ مُعَاذٍ، أَوِ ابۡنَةُ أَبِي سَبۡرَةَ، وَامۡرَأَةُ مُعَاذٍ. [طرفه في: ١٣٠٦].

7215. Musaddad telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Warits menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Hafshah, dari Umu ‘Athiyyah. Dia berkata:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengambil baiat kami lalu beliau membacakan ayat “bahwa mereka tidak menyekutukan sesuatu pun dengan Allah” kepadaku dan beliau melarang kami meratapi mayat. Seorang wanita di antara kami menggenggam tangannya sendiri lalu berkata, “Fulanah telah membahagiakanku dan aku ingin membalasnya.”

Nabi tidak mengatakan apapun. Wanita itu pergi kemudian kembali.

Tidak ada wanita yang menepati baiat itu kecuali Umu Sulaim, Umu Al-‘Ala`, putri Abu Sabrah istri Mu’adz, atau putri Abu Sabrah, dan istri Mu’adz.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4892

٣ - بَابٌ ‏﴿‏إِذَا جَاءَكَ الۡمُؤۡمِنَاتُ يُبَايِعۡنَكَ‏﴾‏ [١٢]
3. Bab “Apabila wanita-wanita mukmin mendatangimu untuk berbaiat kepadamu” (QS Al-Mumtahanah: 12)


٤٨٩٢ - حَدَّثَنَا أَبُو مَعۡمَرٍ، حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَارِثِ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنۡ حَفۡصَةَ بِنۡتِ سِيرِينَ، عَنۡ أُمِّ عَطِيَّةَ ـ رَضِيَ اللهُ عَنۡها ـ قَالَتۡ بَايَعۡنَا رَسُولَ اللهِ ﷺ فَقَرَأَ عَلَيۡنَا ‏﴿‏أَنۡ لَا يُشۡرِكۡنَ بِاللهِ شَيۡئًا‏﴾‏ وَنَهَانَا عَنِ النِّيَاحَةِ، فَقَبَضَتِ امۡرَأَةٌ يَدَهَا فَقَالَتۡ أَسۡعَدَتۡنِي فُلَانَةُ أُرِيدُ أَنۡ أَجۡزِيَهَا‏.‏ فَمَا قَالَ لَهَا النَّبِيُّ ﷺ شَيۡئًا فَانۡطَلَقَتۡ وَرَجَعَتۡ فَبَايَعَهَا‏.‏

[طرفه في: ١٣٠٦].

4892. Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Warits menceritakan kepada kami: Ayyub menceritakan kepada kami dari Hafshah binti Sirin, dari Umu ‘Athiyyah—radhiyallahu ‘anha—. Dia mengatakan:

Kami berbaiat kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu beliau membacakan kepada kami ayat “mereka tidak menyekutukan sesuatu pun dengan Allah” dan melarang kami dari meratapi mayat. Lalu seorang wanita menggenggam tangannya sendiri seraya berkata, “Si Fulanah telah membahagiakanku. Aku ingin membalasnya.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tidak mengatakan apapun kepadanya. Lalu wanita itu pergi dan kembali setelahnya. Lalu Nabi mengambil baiatnya.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7154

١١ - بَابُ مَا ذُكِرَ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ لَمۡ يَكُنۡ لَهُ بَوَّابٌ
11. Bab Riwayat yang Menyebutkan Bahwa Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Tidak Memiliki Penjaga Pintu


٧١٥٤ - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ الصَّمَدِ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ: حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الۡبُنَانِيُّ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ: يَقُولُ لِامۡرَأَةٍ مِنۡ أَهۡلِهِ: تَعۡرِفِينَ فُلَانَةَ؟ قَالَتۡ: نَعَمۡ، قَالَ: فَإِنَّ النَّبِيَّ ﷺ مَرَّ بِهَا وَهِيَ تَبۡكِي عِنۡدَ قَبۡرٍ، فَقَالَ: (اتَّقِي اللهَ وَاصۡبِرِي). فَقَالَتۡ: إِلَيۡكَ عَنِّي، فَإِنَّكَ خِلۡوٌ مِنۡ مُصِيبَتِي. قَالَ: فَجَاوَزَهَا وَمَضَى، فَمَرَّ بِهَا رَجُلٌ فَقَالَ: مَا قَالَ لَكِ رَسُولُ اللهِ ﷺ؟ قَالَتۡ: مَا عَرَفۡتُهُ، قَالَ: إِنَّهُ لَرَسُولُ اللهِ ﷺ، قَالَ: فَجَاءَتۡ إِلَى بَابِهِ فَلَمۡ تَجِدۡ عَلَيۡهِ بَوَّابًا، فَقَالَتۡ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَاللهِ مَا عَرَفۡتُكَ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (إِنَّ الصَّبۡرَ عِنۡدَ أَوَّلِ صَدۡمَةٍ). [طرفه في: ١٢٥٢].

7154. Ishaq telah menceritakan kepada kami: ‘Abdush Shamad mengabarkan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami: Tsabit Al-Bunani menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik: Dia bertanya kepada salah seorang istrinya, “Apakah engkau kenal Si Fulanah?”

Istrinya menjawab, “Iya.”

Anas berkata: Sesungguhnya Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pernah melewatinya ketika sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Nabi bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dan sabarlah!”

Wanita itu berkata, “Menjauhlah dariku! Sesungguhnya engkau tidak merasakan musibahku.”

Anas berkata: Nabi berlalu meninggalkannya. Lalu ada seorang pria melewati wanita itu dan bertanya, “Apa yang Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—katakan kepadamu?”

Wanita itu menjawab, “Aku tidak mengenalnya.”

Pria itu berkata, “Sesungguhnya dia adalah Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.”

Anas berkata: Wanita itu mendatangi pintu rumah Nabi, namun tidak mendapati ada penjaga. Wanita itu berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah, aku tadi tidak mengenalmu.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya sabar itu ketika awal goncangan.”