Shahih Muslim hadits nomor 1855

١٧ - بَابُ خِيَارِ الۡأَئِمَّةِ وَشِرَارِهِمۡ 
17. Bab sebaik-baik dan sejelek-jelek pemimpin 


٦٥ – (١٨٥٥) - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ الۡحَنۡظَلِيُّ: أَخۡبَرَنَا عِيسَى بۡنُ يُونُسَ: حَدَّثَنَا الۡأَوۡزَاعِيُّ، عَنۡ يَزِيدَ بۡنِ يَزِيدَ بۡنِ جَابِرٍ، عَنۡ رُزَيۡقِ بۡنِ حَيَّانَ، عَنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ، عَنۡ عَوۡفِ بۡنِ مَالِكٍ، عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ: (خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمۡ وَيُحِبُّونَكُمۡ، وَيُصَلُّونَ عَلَيۡكُمۡ وَتُصَلُّونَ عَلَيۡهِمۡ. وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبۡغِضُونَهُمۡ وَيُبۡغِضُونَكُمۡ، وَتَلۡعَنُونَهُمۡ وَيَلۡعَنُونَكُمۡ) قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا نُنَابِذُهُمۡ بِالسَّيۡفِ؟ فَقَالَ: (لَا، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلَاةَ. وَإِذَا رَأَيۡتُمۡ مِنۡ وُلَاتِكُمۡ شَيۡئًا تَكۡرَهُونَهُ، فَاكۡرَهُوا عَمَلَهُ، وَلَا تَنۡزِعُوا يَدًا مِنۡ طَاعَةٍ). 

65. (1855). Ishaq bin Ibrahim Al-Hanzhali telah menceritakan kepada kami: ‘Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami: Al-Auza’i menceritakan kepada kami dari Yazid bin Yazid bin Jabir, dari Ruzaiq bin Hayyan, dari Muslim bin Qarazhah, dari ‘Auf bin Malik, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Beliau bersabda, “Pemimpin kalian yang terbaik adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian. Mereka mendoakan kebaikan kalian dan kalian mendoakan kebaikan mereka. Sedangkan pemimpin kalian yang paling jelek adalah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” 

Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami menghunuskan pedang kepada mereka?” 

Rasulullah menjawab, “Tidak boleh selama mereka menegakkan salat di tengah-tengah kalian. Apabila kalian melihat sesuatu yang kalian benci pada pemimpin kalian, maka bencilah amalannya dan jangan kalian menarik tangan dari ketaatan.” 

٦٦ – (...) – حَدَّثَنَا دَاوُدُ بۡنُ رُشَيۡدٍ: حَدَّثَنَا الۡوَلِيدُ – يَعۡنِي ابۡنَ مُسۡلِمٍ -: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمَٰنِ بۡنُ يَزِيدَ بۡنِ جَابِرٍ: أَخۡبَرَنِي مَوۡلَىٰ بَنِي فَزَارَةَ، - وَهُوَ رُزَيۡقُ بۡنُ حَيَّانَ -؛ أَنَّهُ سَمِعَ مُسۡلِمَ بۡنَ قَرَظَةَ، ابۡنَ عَمِّ عَوۡفِ بۡنِ مَالِكٍ الۡأَشۡجَعِيِّ، يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَوۡفَ بۡنَ مَالِكٍ الۡأَشۡجَعِيَّ يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمۡ وَيُحِبُّونَكُمۡ، وَتُصَلُّونَ عَلَيۡهِمۡ وَيُصَلُّونَ عَلَيۡكُمۡ. وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبۡغِضُونَهُمۡ وَيُبۡغِضُونَكُمۡ، وَتَلۡعَنُونَهُمۡ وَيَلۡعَنُونَكُمۡ) قَالُوا: قُلۡنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا نُنَابِذُهُمۡ عِنۡدَ ذٰلِكَ؟ قَالَ: (لَا، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلَاةَ. لَا، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلَاةَ. أَلَا مَنۡ وَلِيَ عَلَيۡهِ وَالٍ، فَرَآهُ يَأۡتِي شَيۡئًا مِنۡ مَعۡصِيَةِ اللهِ، فَلۡيَكۡرَهۡ مَا يَأۡتِي مِنۡ مَعۡصِيَةِ اللهِ، وَلَا يَنۡزِعَنَّ يَدًا مِنۡ طَاعَةٍ). 

66. Dawud bin Rusyaid telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: ‘Abdurrahman bin Yazid bin Jabir menceritakan kepada kami: Maula bani Fazarah—yaitu Ruzaiq bin Hayyan—mengabarkan kepadaku; Bahwa beliau mendengar Muslim bin Qarazhah sepupu ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i berkata: Aku mendengar ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pemimpin kalian yang terbaik adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian. Kalian mendoakan kebaikan mereka dan mereka mendoakan kebaikan kalian. Adapun pemimpin kalian yang paling buruk adalah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” 

Para sahabat berkata: Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah boleh kami melawan mereka ketika itu?” 

Rasulullah bersabda, “Tidak boleh selama mereka menegakkan salat di tengah-tengah kalian. Tidak boleh selama mereka menegakkan salat di tengah-tengah kalian. Tahukah, siapa saja yang dipimpin oleh seseorang, lalu dia melihat pemimpin itu melakukan suatu kemaksiatan kepada Allah, maka hendaknya dia benci kemaksiatan itu, namun jangan sampai dia menarik tangan dari ketaatan.” 

قَالَ ابۡنُ جَابِرٍ: فَقُلۡتُ - يَعۡنِي لِرُزَيۡقٍ -، حِينَ حَدَّثَنِي بِهَٰذَا الۡحَدِيثِ: آللهِ، يَا أَبَا الۡمِقۡدَامِ، لَحَدَّثَكَ بِهَٰذَا، أَوۡ سَمِعۡتَ هَٰذَا، مِنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَوۡفًا يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ؟ قَالَ: فَجَثَا عَلَى رُكۡبَتَيۡهِ وَاسۡتَقۡبَلَ الۡقِبۡلَةَ فَقَالَ: إِي وَاللهِ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ، لَسَمِعۡتُهُ مِنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَوۡفَ بۡنَ مَالِكٍ يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ.‏ 

Ibnu Jabir berkata: Aku berkata—yakni Ruzaiq—ketika dia menceritakan hadis ini kepadaku: Demi Allah, wahai Abu Al-Miqdam apa dia menceritakan ini kepadamu atau engkau mendengar ini dari Muslim bin Qarazhah; beliau berkata: Aku mendengar ‘Auf berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Beliau berkata: Maka beliau berlutut, menghadap kiblat, lalu berkata: Ya, demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia, aku benar-benar mendengarnya dari Muslim bin Qarazhah; beliau berkata: Aku mendengar ‘Auf bin Malik berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

(...) - وَحَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ مُوسَى الۡأَنۡصَارِيُّ: حَدَّثَنَا الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ: حَدَّثَنَا ابۡنُ جَابِرٍ، بِهَٰذَا الۡإِسۡنَادِ. وَقَالَ: رُزَيۡقٌ مَوۡلَىٰ بَنِي فَزَارَةَ ‏.‏ 

قَالَ مُسۡلِمٌ: وَرَوَاهُ مُعَاوِيَةُ بۡنُ صَالِحٍ، عَنۡ رَبِيعَةَ بۡنِ يَزِيدَ، عَنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ، عَنۡ عَوۡفِ بۡنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ... بِمِثۡلِهِ. 

Ishaq bin Musa Al-Anshari telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: Ibnu Jabir menceritakan kepada kami melalui sanad ini. Beliau berkata: Ruzaiq maula bani Fazarah. 

Muslim berkata: Mu’awiyah bin Shalih meriwayatkannya dari Rabi’ah bin Yazid, dari Muslim bin Qarazhah, dari ‘Auf bin Malik, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam… semisal hadis tersebut.