٤٤ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَأَسِرُّوا قَوۡلَكُمۡ أَوِ اجۡهَرُوا
بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ
اللَّطِيفُ الۡخَبِيرُ﴾ [الملك: ١٣-١٤]
44. Bab Firman Allah Taala: “Dan rahasiakanlah perkataan kalian atau
tampakkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah
Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kalian tampakkan atau
rahasiakan) padahal Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (QS Al-Mulk:
13-14)
﴿يَتَخَافَتُونَ﴾ [القلم: ٢٣] [طه: ١٠٣]: يَتَسَارُّونَ.
“Yatakhāfatūna” (QS Al-Qalam: 23 dan Taha: 103) artinya mereka saling
berbisik-bisik.
٧٥٢٥ - حَدَّثَنِي عَمۡرُو بۡنُ زُرَارَةَ، عَنۡ هُشَيۡمٍ: أَخۡبَرَنَا أَبُو
بِشۡرٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ
عَنۡهُمَا: فِي قَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿وَلَا تَجۡهَرۡ بِصَلَاتِكَ وَلَا
تُخَافِتۡ بِهَا﴾ [الإسراء: ١١٠] قَالَ: نَزَلَتۡ وَرَسُولُ اللهِ ﷺ مُخۡتَفٍ
بِمَكَّةَ، فَكَانَ إِذَا صَلَّى بِأَصۡحَابِهِ رَفَعَ صَوۡتَهُ بِالۡقُرۡآنِ،
فَإِذَا سَمِعَهُ الۡمُشۡرِكُونَ، سَبُّوا الۡقُرۡآنَ وَمَنۡ أَنۡزَلَهُ وَمَنۡ
جَاءَ بِهِ، فَقَالَ اللهُ لِنَبِيِّهِ ﷺ: ﴿وَلَا تَجۡهَرۡ بِصَلَاتِكَ﴾: أَيۡ
بِقِرَاءَتِكَ، فَيَسۡمَعَ الۡمُشۡرِكُونَ فَيَسُبُّوا الۡقُرۡآنَ ﴿وَلَا
تُخَافِتۡ بِهَا﴾ عَنۡ أَصۡحَابِكَ فَلَا تُسۡمِعُهُمۡ ﴿وَابۡتَغِ بَيۡنَ
ذٰلِكَ سَبِيلًا﴾. [طرفه في:
٤٧٢٢].
7525. ‘Amr bin Zurarah telah menceritakan kepadaku dari Husyaim: Abu Bisyr
mengabarkan kepada kami dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu
‘anhuma—tentang firman Allah taala: “Janganlah engkau mengeraskan suara dalam
salatmu dan jangan pula merendahkannya!” (QS Al-Isra: 110).
Beliau berkata: Ayat tersebut turun ketika Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—masih (berdakwah) sembunyi-sembunyi di Makkah. Dahulu apabila beliau
salat mengimami para sahabatnya, beliau meninggikan suara Al-Qur’an. Lalu
apabila orang-orang musyrik mendengarnya, mereka mencela Al-Qur’an, yang
menurunkannya, dan yang membawanya. Lalu Allah berkata kepada
Nabi-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Jangan engkau menjahar dalam
salatmu,” yaitu dalam qiraahmu yang berakibat orang-orang musyrik akan
mendengarnya lalu mereka mencela Al-Qur’an. “Jangan pula terlalu lirih” dari
(pendengaran) para sahabatmu yang berakibat engkau tidak memperdengarkannya
kepada mereka. “Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu!”
٧٥٢٦ - حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ،
عَنۡ هِشَامٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا قَالَتۡ:
نَزَلَتۡ هٰذِهِ الۡآيَةُ: ﴿وَلَا تَجۡهَرۡ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتۡ بِهَا﴾
فِي الدُّعَاءِ. [طرفه في:
٤٧٢٣].
7526. ‘Ubaid bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: Abu Usamah
menceritakan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya, dari ‘Aisyah—radhiyallahu
‘anha—. Beliau mengatakan: Ayat: “Janganlah engkau mengeraskan suara dalam
salatmu dan jangan pula merendahkannya!” turun dalam masalah doa.
٧٥٢٧ - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ: حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ
جُرَيۡجٍ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ شِهَابٍ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي
هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَيۡسَ مِنَّا مَنۡ لَمۡ يَتَغَنَّ
بِالۡقُرۡآنِ). وَزَادَ غَيۡرُهُ: (يَجۡهَرُ بِهِ).
7527. Ishaq telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Ashim menceritakan kepada
kami: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami: Ibnu Syihab mengabarkan kepada kami
dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: Rasulullah—shallallahu
‘alaihi wa sallam—bersabda, “Bukanlah termasuk pengikut sunah kami, orang yang
tidak memperindah suara Al-Qur’annya.”
Selain Abu Hurairah menambahkan, “(Makna yataganna bil-qur’ān adalah)
mengeraskan suaranya.”