Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7525, 7526, dan 7527

٤٤ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَأَسِرُّوا قَوۡلَكُمۡ أَوِ اجۡهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الۡخَبِيرُ﴾ [الملك: ١٣-١٤]
44. Bab Firman Allah Taala: “Dan rahasiakanlah perkataan kalian atau tampakkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kalian tampakkan atau rahasiakan) padahal Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (QS Al-Mulk: 13-14)


﴿يَتَخَافَتُونَ﴾ [القلم: ٢٣] [طه: ١٠٣]: يَتَسَارُّونَ.

Yatakhāfatūna” (QS Al-Qalam: 23 dan Taha: 103) artinya mereka saling berbisik-bisik.

٧٥٢٥ - حَدَّثَنِي عَمۡرُو بۡنُ زُرَارَةَ، عَنۡ هُشَيۡمٍ: أَخۡبَرَنَا أَبُو بِشۡرٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: فِي قَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿وَلَا تَجۡهَرۡ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتۡ بِهَا﴾ [الإسراء: ١١٠] قَالَ: نَزَلَتۡ وَرَسُولُ اللهِ ﷺ مُخۡتَفٍ بِمَكَّةَ، فَكَانَ إِذَا صَلَّى بِأَصۡحَابِهِ رَفَعَ صَوۡتَهُ بِالۡقُرۡآنِ، فَإِذَا سَمِعَهُ الۡمُشۡرِكُونَ، سَبُّوا الۡقُرۡآنَ وَمَنۡ أَنۡزَلَهُ وَمَنۡ جَاءَ بِهِ، فَقَالَ اللهُ لِنَبِيِّهِ ﷺ: ﴿وَلَا تَجۡهَرۡ بِصَلَاتِكَ﴾: أَيۡ بِقِرَاءَتِكَ، فَيَسۡمَعَ الۡمُشۡرِكُونَ فَيَسُبُّوا الۡقُرۡآنَ ﴿وَلَا تُخَافِتۡ بِهَا﴾ عَنۡ أَصۡحَابِكَ فَلَا تُسۡمِعُهُمۡ ﴿وَابۡتَغِ بَيۡنَ ذٰلِكَ سَبِيلًا﴾. [طرفه في: ٤٧٢٢].

7525. ‘Amr bin Zurarah telah menceritakan kepadaku dari Husyaim: Abu Bisyr mengabarkan kepada kami dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—tentang firman Allah taala: “Janganlah engkau mengeraskan suara dalam salatmu dan jangan pula merendahkannya!” (QS Al-Isra: 110).

Beliau berkata: Ayat tersebut turun ketika Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—masih (berdakwah) sembunyi-sembunyi di Makkah. Dahulu apabila beliau salat mengimami para sahabatnya, beliau meninggikan suara Al-Qur’an. Lalu apabila orang-orang musyrik mendengarnya, mereka mencela Al-Qur’an, yang menurunkannya, dan yang membawanya. Lalu Allah berkata kepada Nabi-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Jangan engkau menjahar dalam salatmu,” yaitu dalam qiraahmu yang berakibat orang-orang musyrik akan mendengarnya lalu mereka mencela Al-Qur’an. “Jangan pula terlalu lirih” dari (pendengaran) para sahabatmu yang berakibat engkau tidak memperdengarkannya kepada mereka. “Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu!”

٧٥٢٦ - حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنۡ هِشَامٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا قَالَتۡ: نَزَلَتۡ هٰذِهِ الۡآيَةُ: ﴿وَلَا تَجۡهَرۡ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتۡ بِهَا﴾ فِي الدُّعَاءِ. [طرفه في: ٤٧٢٣].

7526. ‘Ubaid bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: Abu Usamah menceritakan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya, dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—. Beliau mengatakan: Ayat: “Janganlah engkau mengeraskan suara dalam salatmu dan jangan pula merendahkannya!” turun dalam masalah doa.

٧٥٢٧ - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ: حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ شِهَابٍ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَيۡسَ مِنَّا مَنۡ لَمۡ يَتَغَنَّ بِالۡقُرۡآنِ). وَزَادَ غَيۡرُهُ: (يَجۡهَرُ بِهِ).

7527. Ishaq telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Ashim menceritakan kepada kami: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami: Ibnu Syihab mengabarkan kepada kami dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Bukanlah termasuk pengikut sunah kami, orang yang tidak memperindah suara Al-Qur’annya.”

Selain Abu Hurairah menambahkan, “(Makna yataganna bil-qur’ān adalah) mengeraskan suaranya.”