Cari Blog Ini

Tafsir Surah Az-Zalzalah

تَفۡسِيۡرُ سُوۡرَةِ إِذَا زُلۡزِلَتۡ
Tafsir Surah Az-Zalzalah


وَهِيَ مَدَنِيَّةٌ

Surah ini termasuk madaniah.


﴿إِذَا زُلۡزِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ زِلۡزَالَهَا * وَأَخۡرَجَتِ ٱلۡأَرۡضُ أَثۡقَالَهَا * وَقَالَ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا لَهَا * يَوۡمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخۡبَارَهَا * بِأَنَّ رَبَّكَ أَوۡحَىٰ لَهَا * يَوۡمَئِذٍ يَصۡدُرُ ٱلنَّاسُ أَشۡتَاتًا لِّيُرَوۡا۟ أَعۡمَٰلَهُمۡ * فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرًا يَرَهُۥ * وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ﴾.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
  2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
  3. dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?”
  4. Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
  5. karena sesungguhnya Rabmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.
  6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka.
  7. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,
  8. dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

۝١ يُخۡبِرُ تَعَالَى عَمَّا يَكُونُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ، وَأَنَّ الۡأَرۡضَ تَتَزَلۡزَلُ وَتَرۡجُفُ وَتَرۡتَجُّ، حَتَّى يَسۡقُطَ مَا عَلَيۡهَا مِنۡ بِنَاءٍ وَعَلَمٍ.

Allah taala mengabarkan tentang peristiwa yang terjadi pada hari kiamat, bahwa bumi akan berguncang, bergetar, dan bergempa hingga runtuhlah bangunan dan tanda-tanda jalan yang ada di atasnya.

فَتَنۡدَكُّ جِبَالُهَا، وَتُسَوَّى تِلَالُهَا، وَتَكُونُ قَاعًا صَفۡصَفًا لَا عِوَجَ فِيۡهِ وَلَا أَمۡتَ.

Gunung-gunungnya hancur lebur, bukit-bukitnya diratakan, sehingga bumi menjadi hamparan yang rata, tidak ada tempat yang rendah maupun yang tinggi.

۝٢ ﴿وَأَخۡرَجَتِ ٱلۡأَرۡضُ أَثۡقَالَهَا﴾ أَيۡ: مَا فِي بَطۡنِهَا مِنَ الۡأَمۡوَاتِ وَالۡكُنُوۡزِ.

“Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya” yaitu isi perutnya, baik berupa mayat maupun harta simpanan.

۝٣ ﴿وَقَالَ ٱلۡإِنسَٰنُ﴾ إِذَا رَأَى مَا عَرَّاهَا مِنَ الۡأَمۡرِ الۡعَظِيمِ مُسۡتَعۡظِمًا لِذٰلِكَ: ﴿مَا لَهَا﴾؟ أَيۡ: أَيُّ شَيۡءٍ عَرَضَ لَهَا؟

“Dan manusia bertanya” ketika melihat perkara besar yang menimpa bumi dengan penuh keheranan: “Apa yang terjadi pada bumi ini?” yakni, hal apa yang sedang melandanya?

۝٤ ﴿يَوۡمَئِذٍ تُحَدِّثُ﴾ الۡأَرۡضُ ﴿أَخۡبَارَهَا﴾ أَيۡ: تَشۡهَدُ عَلَى الۡعَامِلِينَ بِمَا عَمِلُوا عَلَى ظَهۡرِهَا مِنۡ خَيۡرٍ وَشَرٍّ، فَإِنَّ الۡأَرۡضَ مِنۡ جُمۡلَةِ الشُّهُودِ الَّذِيۡنَ يَشۡهَدُوۡنَ عَلَى الۡعِبَادِ بِأَعۡمَالِهِمۡ.

“Pada hari itu” bumi “menyampaikan beritanya” maksudnya, bumi bersaksi atas para pelaku amal mengenai perbuatan yang mereka kerjakan di atas punggungnya, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Sesungguhnya bumi termasuk bagian dari para saksi yang akan memberikan kesaksian atas amal perbuatan para hamba.

۝٥ ذٰلِكَ ﴿بِأَنَّ رَبَّكَ أَوۡحَىٰ لَهَا﴾ [أَيۡ]: وَأَمَرَهَا أَنۡ تُخۡبِرَ بِمَا عُمِلَ عَلَيۡهَا، فَلَا تَعۡصِي لِأَمۡرِهِ.

Hal itu “karena sesungguhnya Rabmu telah memerintahkan kepadanya” yakni memerintahkannya untuk mengabarkan segala hal yang dilakukan di atasnya, maka bumi tidak akan mendurhakai perintah-Nya.

۝٦ ﴿ يَوۡمَئِذٍ يَصۡدُرُ ٱلنَّاسُ﴾ مِنۡ مَوۡقِفِ الۡقِيَامَةِ حِيۡنَ يَقۡضِي اللّٰهُ بَيۡنَهُمۡ ﴿أَشۡتَاتًا﴾ أَيۡ: فِرَقًا مُتَفَاوِتِيۡنَ.

“Pada hari itu manusia keluar” dari padang mahsyar, ketika Allah telah memutuskan perkara di antara mereka “dalam keadaan berkelompok-kelompok” yakni dalam golongan-golongan yang berbeda-beda.

﴿لِّيُرَوۡا۟ أَعۡمَٰلَهُمۡ﴾ أَيۡ: لِيُرِيَهُمُ اللّٰهُ مَا عَمِلُوا مِنَ الۡحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، وَيُرِيَهُمۡ جَزَاءَهُ مُوَفَّرًا.

“Untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka” maksudnya, agar Allah memperlihatkan kepada mereka kebaikan dan keburukan yang telah mereka kerjakan, serta memperlihatkan balasannya secara sempurna.

۝٧، ۝٨ ﴿فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرًا يَرَهُۥ * وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ﴾ وَهٰذَا شَامِلٌ عَامٌّ لِلۡخَيۡرِ وَالشَّرِّ كُلِّهِ، لِأَنَّهُ إِذَا رَأَى مِثۡقَالَ الذَّرَّةِ الَّتِي هِيَ أَحۡقَرُ الۡأَشۡيَاءِ، [وَجُوزِيَ عَلَيۡهَا]، فَما فَوۡقَ ذٰلِكَ مِنۡ بَابِ أَوۡلَى وَأَحۡرَى، كَمَا قَالَ تَعَالَى:

﴿يَوۡمَ تَجِدُ كُلُّ نَفۡسٍ مَّا عَمِلَتۡ مِنۡ خَيۡرٍ مُّحۡضَرًا وَمَا عَمِلَتۡ مِن سُوٓءٍ تَوَدُّ لَوۡ أَنَّ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَهُۥٓ أَمَدَۢا بَعِيدًا ۗ﴾، ﴿وَوَجَدُوا۟ مَا عَمِلُوا۟ حَاضِرًا ۗ﴾.

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” Ayat ini mencakup secara umum seluruh kebaikan dan keburukan. Karena jika manusia melihat balasan seberat zarah—yang merupakan sesuatu yang paling kecil—dan dibalas karenanya, maka amal yang lebih besar dari itu tentu lebih utama lagi untuk dilihat dan dibalas. Sebagaimana Allah taala berfirman,

يَوۡمَ تَجِدُ كُلُّ نَفۡسٍ مَّا عَمِلَتۡ مِنۡ خَيۡرٍ مُّحۡضَرًا وَمَا عَمِلَتۡ مِن سُوٓءٍ تَوَدُّ لَوۡ أَنَّ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَهُۥٓ أَمَدَۢا بَعِيدًا ۗ

“Pada hari ketika setiap jiwa mendapatkan balasan atas kebajikan yang telah dikerjakannya dihadirkan (di hadapannya), dan juga balasan atas kejahatan yang telah dikerjakannya; dia ingin sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan hari itu.” (QS Ali Imran: 30).

وَوَجَدُوا۟ مَا عَمِلُوا۟ حَاضِرًا ۗ

“Mereka mendapati perbuatan yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).” (QS Al-Kahfi: 49).

وَهٰذِهِ الۡآيَةُ فِيۡهَا غَايَةُ التَّرۡغِيۡبِ فِي فِعۡلِ الۡخَيۡرِ وَلَوۡ قَلِيۡلًا، وَالتَّرۡهِيۡبُ مِنۡ فِعۡلِ الشَّرِّ وَلَوۡ حَقِيۡرًا. 

Ayat ini mengandung motivasi yang sangat besar untuk melakukan kebaikan meskipun sedikit dan peringatan dari melakukan keburukan meskipun dianggap remeh.