٨٧ - بَابٌ إِذَا بَاعَ الثِّمَارَ قَبۡلَ أَنۡ يَبۡدُوَ صَلَاحُهَا ثُمَّ
أَصَابَتۡهُ عَاهَةٌ فَهُوَ مِنَ الۡبَائِع
87. Bab Apabila Seseorang Menjual Buah-buahan Sebelum Tampak Kelayakannya
Kemudian Terkena Bencana, Itu Menjadi Tanggungan Penjual
٢١٩٨ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ
حُمَيۡدٍ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ
ﷺ نَهَى عَنۡ بَيۡعِ الثِّمَارِ حَتَّى تُزۡهِيَ، فَقِيلَ لَهُ: وَمَا تُزۡهِي؟
قَالَ: حَتَّى تَحۡمَرَّ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَرَأَيۡتَ إِذَا مَنَعَ
اللهُ الثَّمَرَةَ، بِمَ يَأۡخُذُ أَحَدُكُمۡ مَالَ أَخِيهِ؟). [طرفه في:
١٤٨٨].
2198. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan
kepada kami dari Humaid, dari Anas bin Malik—radhiyallahu ‘anhu—:
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang menjual buah-buahan hingga
tuzhiya.
Ada yang bertanya kepada Anas, “Apa itu tuzhiya?”
Anas menjawab, “Hingga memerah.”
Lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Bagaimana pendapatmu
jika Allah menghalangi terjadinya buah tersebut (gagal panen), dengan alasan
apa salah seorang dari kalian mengambil harta saudaranya?”
٢١٩٩ - وَقَالَ اللَّيۡثُ: حَدَّثَنِي يُونُسُ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ قَالَ:
لَوۡ أَنَّ رَجُلًا ابۡتَاعَ ثَمَرًا قَبۡلَ أَنۡ يَبۡدُوَ صَلَاحُهُ، ثُمَّ
أَصَابَتۡهُ عَاهَةٌ، كَانَ مَا أَصَابَهُ عَلَى رَبِّهِ. أَخۡبَرَنِي سَالِمُ
بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ
اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا تَتَبَايَعُوا الثَّمَرَ حَتَّى يَبۡدُوَ صَلَاحُهَا،
وَلَا تَبِيعُوا الثَّمَرَ بِالتَّمۡرِ). [طرفه في:
١٤٨٦].
2199. Al-Laits berkata: Yunus menceritakan kepadaku dari Ibnu Syihab. Dia
berkata: Seandainya seorang laki-laki membeli buah-buahan sebelum tampak
kelayakannya, kemudian buah itu terkena bencana, maka yang menimpanya itu
adalah tanggungan pemiliknya (penjual). Salim bin ‘Abdullah mengabarkanku dari
Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—bersabda, “Janganlah kalian saling menjual buah-buahan hingga tampak
kelayakannya dan janganlah kalian menjual buah (di pohon) dengan kurma
(kering).”