٥٧ - بَابُ الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ مِثۡلُ الصَّائِمِ الصَّابِرِ
57. Bab Orang Makan yang Bersyukur itu Seperti Orang Berpuasa yang Bersabar
٥٨ - بَابُ الرَّجُلِ يُدۡعَى إِلَى طَعَامٍ فَيَقُولُ: وَهٰذَا مَعِي
58. Bab Seseorang yang Diundang Makan Lalu Ia Berkata, “Dan Orang Ini
Bersamaku”
وَقَالَ أَنَسٌ: إِذَا دَخَلۡتَ عَلَى مُسۡلِمٍ لَا يُتَّهَمُ، فَكُلۡ مِنۡ
طَعَامِهِ وَاشۡرَبۡ مِنۡ شَرَابِهِ.
Anas berkata, “Apabila engkau bertamu kepada seorang muslim yang tidak
dicurigai (pada agamanya atau hartanya), makanlah dari makanannya dan minumlah
dari minumannya.”
٥٤٦١ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ أَبِي الۡأَسۡوَدِ: حَدَّثَنَا أَبُو
أُسَامَةَ: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ: حَدَّثَنَا شَقِيقٌ: حَدَّثَنَا أَبُو
مَسۡعُودٍ الۡأَنۡصَارِيُّ قَالَ: كَانَ رَجُلٌ مِنَ الۡأَنۡصَارِ يُكۡنَى
أَبَا شُعَيۡبٍ، وَكَانَ لَهُ غُلَامٌ لَحَّامٌ، فَأَتَى النَّبِيَّ ﷺ وَهُوَ
فِي أَصۡحَابِهِ، فَعَرَفَ الۡجُوعَ فِي وَجۡهِ النَّبِيِّ ﷺ، فَذَهَبَ إِلَى
غُلَامِهِ اللَّحَّامِ، فَقَالَ: اصۡنَعۡ لِي طَعَامًا يَكۡفِي خَمۡسَةً،
لَعَلِّي أَدۡعُو النَّبِيَّ ﷺ خَامِسَ خَمۡسَةٍ، فَصَنَعَ لَهُ طُعَيِّمًا،
ثُمَّ أَتَاهُ فَدَعَاهُ، فَتَبِعَهُمۡ رَجُلٌ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (يَا
أَبَا شُعَيۡبٍ، إِنَّ رَجُلًا تَبِعَنَا، فَإِنۡ شِئۡتَ أَذِنۡتَ لَهُ، وَإِنۡ
شِئۡتَ تَرَكۡتَهُ). قَالَ: لَا، بَلۡ أَذِنۡتُ لَهُ. [طرفه في:
٢٠٨١].
5461. ‘Abdullah bin Abu Al-Aswad telah menceritakan kepada kami: Abu Usamah
menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami: Syaqiq
menceritakan kepada kami: Abu Mas’ud Al-Anshari menceritakan kepada kami. Ia
berkata:
Dahulu ada seorang lelaki dari kalangan Ansar yang ber-kunyah Abu Syu’aib. Ia
memiliki seorang pelayan tukang daging. Lalu ia mendatangi Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika beliau sedang bersama para
sahabatnya. Ia melihat rasa lapar pada wajah Nabi—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—. Maka ia pergi menemui pelayannya yang tukang daging itu lalu berkata,
“Buatkanlah makanan untukku yang cukup untuk lima orang! Mudah-mudahan aku
bisa mengundang Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sebagai orang kelima dari
lima orang.”
Kemudian pelayannya membuatkan makanan kecil untuknya, lalu ia mendatangi
beliau dan mengundangnya. Namun, ada seorang lelaki yang mengikuti mereka,
maka Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata, “Wahai Abu Syu’aib,
sesungguhnya ada seorang lelaki yang mengikuti kami. Jika engkau berkenan,
engkau boleh mengizinkannya, dan jika engkau berkenan, engkau boleh tidak
mengizinkannya.”
Ia menjawab, “Tidak, bahkan aku mengizinkannya.”