Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2403

١٥ - بَابُ مَنۡ أَخَّرَ الۡغَرِيمَ إِلَى الۡغَدِ أَوۡ نَحۡوِهِ، وَلَمۡ يَرَ ذٰلِكَ مَطۡلًا
15. Bab Orang yang Meminta Pemilik Piutang Menunda Pembayaran hingga Esok Hari atau Semisalnya, dan Tidak Memandang Hal Tersebut sebagai Tindakan Mengulur-ulur Waktu


وَقَالَ جَابِرٌ: اشۡتَدَّ الۡغُرَمَاءُ فِي حُقُوقِهِمۡ فِي دَيۡنِ أَبِي، فَسَأَلَهُمُ النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ يَقۡبَلُوا ثَمَرَ حَائِطِي فَأَبَوۡا، فَلَمۡ يُعۡطِهِمِ الۡحَائِطَ، وَلَمۡ يَكۡسِرۡهُ لَهُمۡ، وَقَالَ: (سَأَغۡدُو عَلَيۡكَ غَدًا). فَغَدَا عَلَيۡنَا حِينَ أَصۡبَحَ، فَدَعَا فِي ثَمَرِهَا بِالۡبَرَكَةِ، فَقَضَيۡتُهُمۡ.

Jabir berkata: Para pemilik piutang bersikap keras dalam menuntut hak-hak mereka atas utang ayahku. Lalu Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—meminta mereka agar mau menerima buah kurma dari kebunku, namun mereka menolak. Maka beliau tidak menyerahkan kebun itu kepada mereka dan tidak membagi-bagikannya untuk mereka, melainkan beliau bersabda, “Aku akan mendatangimu esok hari.”

Kemudian beliau mendatangi kami pada esok harinya ketika waktu subuh, lalu beliau mendoakan keberkahan pada buah kurmanya, hingga aku dapat melunasi mereka.

١٦ - بَابُ مَنۡ بَاعَ مَالَ الۡمُفۡلِسِ أَوِ الۡمُعۡدِمِ، فَقَسَمَهُ بَيۡنَ الۡغُرَمَاءِ، أَوۡ أَعۡطَاهُ حَتَّى يُنۡفِقَ عَلَى نَفۡسِهِ
16. Bab Orang yang Menjual Harta Milik Orang yang Bangkrut atau Orang yang Tidak Memiliki Harta, Lalu Membagikannya di Antara Para Pemilik Piutang, atau Memberikannya Kepadanya agar Ia Dapat Menafkahi Dirinya Sendiri


٢٤٠٣ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ زُرَيۡعٍ: حَدَّثَنَا حُسَيۡنٌ الۡمُعَلِّمُ: حَدَّثَنَا عَطَاءُ بۡنُ أَبِي رَبَاحٍ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: أَعۡتَقَ رَجُلٌ غُلَامًا لَهُ عَنۡ دُبُرٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَنۡ يَشۡتَرِيهِ مِنِّي؟) فَاشۡتَرَاهُ نُعَيۡمُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، فَأَخَذَ ثَمَنَهُ فَدَفَعَهُ إِلَيۡهِ. [طرفه في: ٢١٤١].

2403. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami: Husain Al-Mu’allim menceritakan kepada kami: ‘Atha` bin Abu Rabah menceritakan kepada kami dari Jabir bin ‘Abdullahradhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata:

Ada seorang laki-laki yang memerdekakan budak miliknya melalui akad dubur (merdeka setelah majikan wafat). Maka Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bertanya, “Siapa yang mau membeli budak ini dariku?”

Lalu Nu’aim bin ‘Abdullah membelinya, kemudian Nabi mengambil uang hasil penjualannya dan menyerahkannya kepada laki-laki tersebut.