١٩ - بَابُ مَا يُنۡهَى عَنۡ إِضَاعَةِ الۡمَالِ
19. Bab Menyia-nyiakan Harta yang Dilarang
وَقَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَاللهُ لَا يُحِبُّ الۡفَسَادَ﴾ [البقرة: ٢٠٥]،
وَ﴿إِنَّ اللهَ لَا يُصۡلِحُ عَمَلَ الۡمُفۡسِدِينَ﴾ [يونس: ٨١]، وَقَالَ فِي
قَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿أَصَلَوَاتُكَ تَأۡمُرُكَ أَنۡ نَتۡرُكَ مَا يَعۡبُدُ
آبَاؤُنَا أَوۡ أَنۡ نَفۡعَلَ فِي أَمۡوَالِنَا مَا نَشَاءُ﴾ [هود: ٨٧]،
وَقَالَ تَعَالَى: ﴿وَلَا تُؤۡتُوا السُّفَهَاءَ أَمۡوَالَكُمۡ﴾ [النساء: ٥].
وَالۡحَجۡرِ فِي ذٰلِكَ، وَمَا يُنۡهَى عَنِ الۡخِدَاعِ.
Dan firman Allah taala: “Dan Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS Al-Baqarah:
205), dan “Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya
pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS Yunus: 81), dan beliau
berkata mengenai firman Allah taala: “Apakah salatmu menyuruhmu agar kami
meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami
memperbuat apa yang kami kehendaki pada harta kami?” (QS Hud: 87), dan Allah
taala berfirman, “Dan janganlah kalian serahkan harta kalian kepada
orang-orang yang belum sempurna akalnya.” (QS An-Nisa’: 5). Dan (bab) tentang
al-hajr (pelarangan pengelolaan harta) dalam urusan tersebut, serta apa yang
dilarang dari tindakan penipuan.
٢٤٠٧ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ
بۡنِ دِينَارٍ: سَمِعۡتُ ابۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَالَ
رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ ﷺ: إِنِّي أُخۡدَعُ فِي الۡبُيُوعِ، فَقَالَ: (إِذَا
بَايَعۡتَ فَقُلۡ لَا خِلَابَةَ). فَكَانَ الرَّجُلُ يَقُولُهُ. [طرفه في:
٢١١٧].
2407. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada
kami dari ‘Abdullah bin Dinar: Aku mendengar Ibnu ‘Umar—radhiyallahu
‘anhuma—berkata:
Seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—,
“Sesungguhnya aku selalu tertipu dalam jual beli.”
Maka beliau bersabda, “Apabila kamu berjual beli, maka katakanlah: ‘Tidak ada
penipuan.’”
Maka laki-laki itu pun selalu mengucapkannya.