Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2407

١٩ - بَابُ مَا يُنۡهَى عَنۡ إِضَاعَةِ الۡمَالِ
19. Bab Menyia-nyiakan Harta yang Dilarang


وَقَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَاللهُ لَا يُحِبُّ الۡفَسَادَ﴾ [البقرة: ٢٠٥]، وَ﴿إِنَّ اللهَ لَا يُصۡلِحُ عَمَلَ الۡمُفۡسِدِينَ﴾ [يونس: ٨١]، وَقَالَ فِي قَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿أَصَلَوَاتُكَ تَأۡمُرُكَ أَنۡ نَتۡرُكَ مَا يَعۡبُدُ آبَاؤُنَا أَوۡ أَنۡ نَفۡعَلَ فِي أَمۡوَالِنَا مَا نَشَاءُ﴾ [هود: ٨٧]، وَقَالَ تَعَالَى: ﴿وَلَا تُؤۡتُوا السُّفَهَاءَ أَمۡوَالَكُمۡ﴾ [النساء: ٥]. وَالۡحَجۡرِ فِي ذٰلِكَ، وَمَا يُنۡهَى عَنِ الۡخِدَاعِ.

Dan firman Allah taala: “Dan Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS Al-Baqarah: 205), dan “Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS Yunus: 81), dan beliau berkata mengenai firman Allah taala: “Apakah salatmu menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki pada harta kami?” (QS Hud: 87), dan Allah taala berfirman, “Dan janganlah kalian serahkan harta kalian kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya.” (QS An-Nisa’: 5). Dan (bab) tentang al-hajr (pelarangan pengelolaan harta) dalam urusan tersebut, serta apa yang dilarang dari tindakan penipuan.

٢٤٠٧ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ دِينَارٍ: سَمِعۡتُ ابۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ ﷺ: إِنِّي أُخۡدَعُ فِي الۡبُيُوعِ، فَقَالَ: (إِذَا بَايَعۡتَ فَقُلۡ لَا خِلَابَةَ). فَكَانَ الرَّجُلُ يَقُولُهُ. [طرفه في: ٢١١٧].

2407. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin Dinar: Aku mendengar Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—berkata:

Seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Sesungguhnya aku selalu tertipu dalam jual beli.”

Maka beliau bersabda, “Apabila kamu berjual beli, maka katakanlah: ‘Tidak ada penipuan.’”

Maka laki-laki itu pun selalu mengucapkannya.