٢ - بَابُ مَنۡ رَدَّ أَمۡرَ السَّفِيهِ وَالضَّعِيفِ الۡعَقۡلِ، وَإِنۡ
لَمۡ يَكُنۡ حَجَرَ عَلَيۡهِ الۡإِمَامُ
2. Bab Orang yang Membatalkan Tindakan Orang yang Kurang Akal dan Lemah
Akalnya, Meskipun Pemimpin Belum Menetapkan Pelarangan Transaksi atas
Dirinya
وَيُذۡكَرُ عَنۡ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: رَدَّ عَلَى
الۡمُتَصَدِّقِ قَبۡلَ النَّهۡيِ ثُمَّ نَهَاهُ.
Disebutkan dari Jabir—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi Muhammad—shallallahu
‘alaihi wa sallam—: Beliau membatalkan tindakan orang yang bersedekah sebelum
adanya larangan (secara resmi), kemudian baru beliau melarangnya.
وَقَالَ مَالِكٌ: إِذَا كَانَ لِرَجُلٍ عَلَى رَجُلٍ مَالٌ، وَلَهُ عَبۡدٌ لَا
شَيۡءَ لَهُ غَيۡرُهُ فَأَعۡتَقَهُ، لَمۡ يَجُزۡ عِتۡقُهُ.
Malik berkata: Apabila seorang laki-laki memiliki utang harta kepada orang
lain dan ia memiliki seorang budak yang mana ia tidak mempunyai harta selain
budak tersebut, lalu ia memerdekakannya, maka pemerdekaan budaknya itu tidak
diperbolehkan.
٣ - بَابُ مَنۡ بَاعَ عَلَى الضَّعِيفِ وَنَحۡوِهِ، فَدَفَعَ ثَمَنَهُ
إِلَيۡهِ، وَأَمَرَهُ بِالۡإِصۡلَاحِ وَالۡقِيَامِ بِشَأۡنِهِ، فَإِنۡ
أَفۡسَدَ بَعۡدُ مَنَعَهُ، لِأَنَّ النَّبِيَّ ﷺ نَهَى عَنۡ إِضَاعَةِ
الۡمَالِ، وَقَالَ لِلَّذِي يُخۡدَعُ فِي الۡبَيۡعِ: (إِذَا بَايَعۡتَ فَقُلۡ
لَا خِلَابَةَ)، وَلَمۡ يَأۡخُذِ النَّبِيُّ ﷺ مَالَهُ
3. Bab Orang yang Menjualkan (Aset) Milik Orang yang Lemah Akalnya dan yang
Semisal dengannya, Lalu Menyerahkan Uang Hasil Penjualannya Kepadanya, Serta
Memerintahkannya untuk Mengelola dan Mengurus Urusannya dengan Baik; Namun
Jika Setelah Itu Ia Melakukan Kerusakan, Maka Ia Melarangnya, Karena
Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Melarang dari Tindakan Menyia-nyiakan
Harta, dan Beliau Bersabda kepada Orang yang Selalu Tertipu dalam Jual Beli,
“Apabila Kamu Berjual Beli, Maka Katakanlah: ‘Tidak Ada Penipuan,’” dan
Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Tidak Mengambil Hartanya
٢٤١٤ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ
بۡنُ مُسۡلِمٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ دِينَارٍ قَالَ: سَمِعۡتُ ابۡنَ
عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: كَانَ رَجُلٌ يُخۡدَعُ فِي الۡبَيۡعِ،
فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ: (إِذَا بَايَعۡتَ فَقُلۡ: لَا خِلَابَةَ). فَكَانَ
يَقُولُهُ. [طرفه في:
٢١١٧].
2414. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul ‘Aziz bin Muslim
menceritakan kepada kami: ‘Abdullah bin Dinar menceritakan kepada kami. Ia
berkata: Aku mendengar Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—berkata:
Ada seorang laki-laki yang selalu tertipu dalam jual beli, maka Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda kepadanya, “Apabila kamu
berjual beli, maka katakanlah: ‘Tidak ada penipuan.’” Maka laki-laki itu pun
selalu mengucapkannya.