٢٥٤٢ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ
رَبِيعَةَ بۡنِ أَبِي عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ يَحۡيَى بۡنِ
حَبَّانَ، عَنِ ابۡنِ مُحَيۡرِيزٍ قَالَ: رَأَيۡتُ أَبَا سَعِيدٍ رَضِيَ اللهُ
عَنۡهُ فَسَأَلۡتُهُ، فَقَالَ: خَرَجۡنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ فِي غَزۡوَةِ
بَنِي الۡمُصۡطَلِقِ، فَأَصَبۡنَا سَبۡيًا مِنۡ سَبۡيِ الۡعَرَبِ،
فَاشۡتَهَيۡنَا النِّسَاءَ، فَاشۡتَدَّتۡ عَلَيۡنَا الۡعُزۡبَةُ، وَأَحۡبَبۡنَا
الۡعَزۡلَ، فَسَأَلۡنَا رَسُولَ اللهِ ﷺ فَقَالَ: (مَا عَلَيۡكُمۡ أَنۡ لَا
تَفۡعَلُوا، مَا مِنۡ نَسَمَةٍ كَائِنَةٍ إِلَى يَوۡمِ الۡقِيَامَةِ إِلَّا
وَهِيَ كَائِنَةٌ). [طرفه في:
٢٢٢٩].
2542. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan
kepada kami dari Rabi’ah bin Abu ‘Abdurrahman, dari Muhammad bin Yahya bin
Habban, dari Ibnu Muhairiz. Ia berkata: Aku melihat Abu Sa’id—radhiyallahu
‘anhu—lalu aku bertanya kepadanya, maka ia berkata:
Kami pernah keluar bersama Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam
Perang Bani Al-Mushthaliq, lalu kami mendapatkan tawanan dari tawanan bangsa
Arab. Kami pun menginginkan wanita-wanita tersebut karena keadaan tanpa istri
terasa berat bagi kami, dan kami ingin melakukan azal. Kemudian kami bertanya
kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, maka beliau bersabda, “Tidak
ada salahnya bagi kalian jika melakukannya. Tidaklah satu jiwa pun yang
ditetapkan ada hingga hari kiamat kecuali ia pasti akan ada.”