Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4138

٣٤ - بَابُ غَزۡوَةِ بَنِي الۡمُصۡطَلِقِ مِنۡ خُزَاعَةَ، وَهِيَ غَزۡوَةُ الۡمُرَيۡسِيعِ
34. Bab Perang Bani Al-Mushthaliq dari Suku Khuza’ah dan Itu Adalah Perang Al-Muraisi’


قَالَ ابۡنُ إِسۡحَاقَ: وَذٰلِكَ سَنَةَ سِتٍّ. وَقَالَ مُوسَى بۡنُ عُقۡبَةَ: سَنَةَ أَرۡبَعٍ.

وَقَالَ النُّعۡمَانُ بۡنُ رَاشِدٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ: كَانَ حَدِيثُ الۡإِفۡكِ فِي غَزۡوَةِ الۡمُرَيۡسِيعِ.

Ibnu Ishaq berkata: Peristiwa itu terjadi pada tahun keenam. Dan Musa bin ‘Uqbah berkata: Pada tahun keempat.

Dan An-Nu’man bin Rasyid berkata, dari Az-Zuhri: Peristiwa berita bohong (hadits al-ifk) terjadi pada Perang Al-Muraisi’.

٤١٣٨ - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: أَخۡبَرَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ جَعۡفَرٍ، عَنۡ رَبِيعَةَ بۡنِ أَبِي عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ يَحۡيَى بۡنِ حَبَّانَ، عَنِ ابۡنِ مُحَيۡرِيزٍ أَنَّهُ قَالَ: دَخَلۡتُ الۡمَسۡجِدَ، فَرَأَيۡتُ أَبَا سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيَّ فَجَلَسۡتُ إِلَيۡهِ، فَسَأَلۡتُهُ عَنِ الۡعَزۡلِ، قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: خَرَجۡنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ فِي غَزۡوَةِ بَنِي الۡمُصۡطَلِقِ، فَأَصَبۡنَا سَبۡيًا مِنۡ سَبۡيِ الۡعَرَبِ، فَاشۡتَهَيۡنَا النِّسَاءَ، وَاشۡتَدَّتۡ عَلَيۡنَا الۡعُزۡبَةُ وَأَحۡبَبۡنَا الۡعَزۡلَ، فَأَرَدۡنَا أَنۡ نَعۡزِلَ، وَقُلۡنَا نَعۡزِلُ وَرَسُولُ اللهِ ﷺ بَيۡنَ أَظۡهُرِنَا قَبۡلَ أَنۡ نَسۡأَلَهُ! فَسَأَلۡنَاهُ عَنۡ ذٰلِكَ، فَقَالَ: (مَا عَلَيۡكُمۡ أَنۡ لَا تَفۡعَلُوا، مَا مِنۡ نَسَمَةٍ كَائِنَةٍ إِلَى يَوۡمِ الۡقِيَامَةِ إِلَّا وَهِيَ كَائِنَةٌ). [طرفه في: ٢٢٢٩].

4138. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Isma’il bin Ja’far mengabarkan kepada kami dari Rabi’ah bin Abu ‘Abdurrahman, dari Muhammad bin Yahya bin Habban, dari Ibnu Muhairiz bahwasanya ia berkata: Aku memasuki masjid lalu melihat Abu Sa’id Al-Khudri, kemudian aku duduk di dekatnya dan bertanya kepadanya tentang azal. Abu Sa’id berkata:

Kami pernah keluar bersama Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam Perang Bani Al-Mushthaliq, lalu kami mendapatkan tawanan dari tawanan bangsa Arab. Kami pun menginginkan wanita-wanita tersebut karena keadaan tanpa istri terasa berat bagi kami, dan kami ingin melakukan azal. Kami pun hendak melakukan azal, lalu kami berkata, “Apakah kita melakukan azal padahal Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berada di tengah-tengah kita sebelum kita bertanya kepada beliau?!”

Maka kami bertanya kepada beliau tentang hal tersebut, lalu beliau bersabda, “Tidak ada salahnya bagi kalian jika melakukannya, karena tidaklah satu jiwa pun yang ditetapkan ada hingga hari kiamat kecuali ia pasti akan ada.”