٢ - بَابٌ إِذَا بَاعَ نَخۡلًا قَدۡ أُبِّرَتۡ
2. Bab Apabila Seseorang Menjual Pohon Kurma yang Telah Dikawinkan
(Diserbuki)
٢٧١٦ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ
نَافِعٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ
اللهِ ﷺ قَالَ: (مَنۡ بَاعَ نَخۡلًا قَدۡ أُبِّرَتۡ، فَثَمَرَتُهَا لِلۡبَائِعِ
إِلَّا أَنۡ يَشۡتَرِطَ الۡمُبۡتَاعُ). [طرفه في:
٢٢٠٣].
2716. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan
kepada kami dari Nafi’, dari ‘Abdullah bin ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—:
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa menjual pohon
kurma yang telah dikawinkan (diserbuki), maka buahnya adalah milik penjual
kecuali jika pembeli mengajukan syarat (bahwa buah itu untuknya).”