٣٥٨٠ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ قَالَ: حَدَّثَنِي
عَامِرٌ قَالَ: حَدَّثَنِي جَابِرٌ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، أَنَّ أَبَاهُ
تُوُفِّيَ وَعَلَيۡهِ دَيۡنٌ، فَأَتَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ فَقُلۡتُ: إِنَّ أَبِي
تَرَكَ عَلَيۡهِ دَيۡنًا، وَلَيۡسَ عِنۡدِي إِلَّا مَا يُخۡرِجُ نَخۡلُهُ،
وَلَا يَبۡلُغُ مَا يُخۡرِجُ سِنِينَ مَا عَلَيۡهِ، فَانۡطَلِقۡ مَعِي لِكَيۡ
لَا يُفۡحِشَ عَلَيَّ الۡغُرَمَاءُ، فَمَشَى حَوۡلَ بَيۡدَرٍ مِنۡ بَيَادِرِ
التَّمۡرِ فَدَعَا، ثَمَّ آخَرَ، ثُمَّ جَلَسَ عَلَيۡهِ، فَقَالَ:
(انۡزِعُوهُ)، فَأَوۡفَاهُمُ الَّذِي لَهُمۡ، وَبَقِيَ مِثۡلُ مَا أَعۡطَاهُمۡ.
[طرفه في:
٢١٢٧].
3580. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Zakariya menceritakan kepada
kami. Ia berkata: ‘Amir menceritakan kepadaku. Ia berkata: Jabir—radhiyallahu
‘anhu—menceritakan kepadaku:
Ayahnya wafat dan meninggalkan kewajiban utang. Lalu aku mendatangi Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan berkata, “Sesungguhnya ayahku
meninggalkan kewajiban utang, dan aku tidak memiliki apa pun kecuali apa yang
dihasilkan oleh pohon-pohon kurmanya, padahal apa yang dihasilkannya selama
beberapa tahun pun tidak akan dapat melunasi utang yang ditanggungnya. Oleh
karena itu, pergilah bersamaku agar para pemilik piutang tidak memperlakukanku
dengan kasar.”
Maka Nabi berjalan mengitari salah satu tumpukan dari tumpukan-tumpukan kurma
yang ada lalu beliau mendoakannya, kemudian beliau mendatangi tumpukan yang
lain (dan melakukan hal yang sama), setelah itu beliau duduk di atas tumpukan
tersebut dan berkata, “Ambil dan takarlah untuk mereka!”
Maka beliau melunasi hak yang menjadi milik mereka secara utuh, dan kurma
tersebut masih tersisa sebanyak yang telah beliau berikan kepada mereka.