٣٧ - بَابُ قَضَاءِ الۡوَصِيِّ دُيُونَ الۡمَيِّتِ بِغَيۡرِ مَحۡضَرٍ مِنَ
الۡوَرَثَةِ
37. Bab Pelunasan Utang-Utang Mayit yang Dilakukan oleh Penerima Wasiat
Tanpa Kehadiran Para Ahli Waris
٢٧٨١ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ سَابِقٍ - أَوِ الۡفَضۡلُ بۡنُ يَعۡقُوبَ
عَنۡهُ -: حَدَّثَنَا شَيۡبَانُ أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنۡ فِرَاسٍ قَالَ: قَالَ
الشَّعۡبِيُّ: حَدَّثَنِي جَابِرُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ الۡأَنۡصَارِيُّ رَضِيَ
اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ أَبَاهُ اسۡتُشۡهِدَ يَوۡمَ أُحُدٍ، وَتَرَكَ سِتَّ
بَنَاتٍ، وَتَرَكَ عَلَيۡهِ دَيۡنًا، فَلَمَّا حَضَرَ جِدَادُ النَّخۡلِ،
أَتَيۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ فَقُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، قَدۡ عَلِمۡتَ أَنَّ
وَالِدِي اسۡتُشۡهِدَ يَوۡمَ أُحُدٍ، وَتَرَكَ عَلَيۡهِ دَيۡنًا كَثِيرًا،
وَإِنِّي أُحِبُّ أَنۡ يَرَاكَ الۡغُرَمَاءُ، قَالَ: (اذۡهَبۡ فَبَيۡدِرۡ كُلَّ
تَمۡرٍ عَلَى نَاحِيَتِهِ). فَفَعَلۡتُ، ثُمَّ دَعَوۡتُ، فَلَمَّا نَظَرُوا
إِلَيۡهِ أُغۡرُوا بِي تِلۡكَ السَّاعَةَ، فَلَمَّا رَأَى مَا يَصۡنَعُونَ
أَطَافَ حَوۡلَ أَعۡظَمِهَا بَيۡدَرًا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ جَلَسَ
عَلَيۡهِ، ثُمَّ قَالَ: (ادۡعُ أَصۡحَابَكَ). فَمَا زَالَ يَكِيلُ لَهُمۡ
حَتَّى أَدَّى اللهُ أَمَانَةَ وَالِدِي، وَأَنَا وَاللهِ رَاضٍ أَنۡ يُؤَدِّيَ
اللهُ أَمَانَةَ وَالِدِي، وَلَا أَرۡجِعَ إِلَى أَخَوَاتِي بِتَمۡرَةٍ،
فَسَلِمَ وَاللهِ الۡبَيَادِرُ كُلُّهَا، حَتَّى أَنِّي أَنۡظُرُ إِلَى
الۡبَيۡدَرِ الَّذِي عَلَيۡهِ رَسُولُ اللهِ ﷺ كَأَنَّهُ لَمۡ يَنۡقُصۡ
تَمۡرَةً وَاحِدَةً. [طرفه في:
٢١٢٧].
2781. Muhammad bin Sabiq telah menceritakan kepada kami—atau Al-Fadhl bin
Ya’qub telah menceritakan dari Muhammad bin Sabiq—: Syaiban Abu Mu’awiyah
menceritakan kepada kami dari Firas. Ia berkata: Asy-Sya’bi berkata:
Jabir bin ‘Abdullah Al-Anshari—radhiyallahu ‘anhuma—menceritakan kepadaku:
Ayahnya gugur syahid pada hari perang Uhud, dan ia meninggalkan enam anak
perempuan serta meninggalkan kewajiban utang. Maka ketika waktu memanen buah
kurma telah tiba, aku mendatangi Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu
aku berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh engkau telah mengetahui bahwa ayahku
telah gugur syahid pada hari perang Uhud, dan ia meninggalkan kewajiban utang
yang banyak, dan sesungguhnya aku senang apabila para pemilik piutang itu
melihatmu.”
Beliau berkata, “Pergilah lalu kumpulkanlah setiap jenis kurma di tempat
penjemurannya masing-masing.”
Maka aku pun melakukannya, kemudian aku memanggil beliau. Ketika mereka (para
pemilik piutang) melihat hal itu, mereka mendesakku dengan gencar pada saat
itu juga. Maka ketika Nabi melihat apa yang mereka lakukan, beliau berkeliling
mengitari tumpukan kurma yang paling besar sebanyak tiga kali, kemudian beliau
duduk di atas tumpukan tersebut, lalu beliau berkata, “Panggillah para pemilik
piutangmu!”
Maka beliau senantiasa menakar kurma untuk mereka hingga Allah menunaikan
amanat utang ayahku. Dan aku, demi Allah, sungguh telah rida seandainya Allah
menunaikan amanat utang ayahku meskipun aku tidak membawa pulang sebutir kurma
pun kepada saudara-saudara perempuanku. Namun, demi Allah, seluruh tumpukan
kurma di tempat penjemuran itu utuh, hingga sungguh aku melihat ke arah
tumpukan kurma yang di atasnya ada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—,
seolah-olah tumpukan itu tidak berkurang sebutir kurma pun.