٢٧ - بَابٌ إِذَا وَقَفَ أَرۡضًا وَلَمۡ يُبَيِّنِ الۡحُدُودَ فَهُوَ
جَائِزٌ، وَكَذٰلِكَ الصَّدَقَةُ
27. Bab Apabila Seseorang Mewakafkan Tanah dan Tidak Menjelaskan
Batas-Batasnya Maka Hal Itu Boleh, Demikian Pula Sedekah
٢٧٦٩ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مَسۡلَمَةَ، عَنۡ مَالِكٍ، عَنۡ
إِسۡحَاقَ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي طَلۡحَةَ: أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بۡنَ
مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ يَقُولُ: كَانَ أَبُو طَلۡحَةَ أَكۡثَرَ
أَنۡصَارِيٍّ بِالۡمَدِينَةِ مَالًا مِنۡ نَخۡلٍ، وَكَانَ أَحَبُّ مَالِهِ
إِلَيۡهِ بَيۡرَحَاءَ، مُسۡتَقۡبِلَةَ الۡمَسۡجِدِ، وَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ
يَدۡخُلُهَا وَيَشۡرَبُ مِنۡ مَاءٍ فِيهَا طَيِّبٍ. قَالَ أَنَسٌ: فَلَمَّا
نَزَلَتۡ: ﴿لَنۡ تَنَالُوا الۡبِرَّ حَتَّى تُنۡفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ﴾ [آل
عمران: ٩٢] قَامَ أَبُو طَلۡحَةَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ اللهَ
يَقُولُ: ﴿لَنۡ تَنَالُوا الۡبِرَّ حَتَّى تُنۡفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ﴾
وَإِنَّ أَحَبَّ أَمۡوَالِي إِلَيَّ بِيرُحَاءَ، وَإِنَّهَا صَدَقَةٌ لِلهِ،
أَرۡجُو بِرَّهَا وَذُخۡرَهَا عِنۡدَ اللهِ، فَضَعۡهَا حَيۡثُ أَرَاكَ اللهُ،
فَقَالَ: (بَخۡ، ذٰلِكَ مَالٌ رَابِحٌ - أَوۡ رَايِحٌ؛ شَكَّ ابۡنُ مَسۡلَمَةَ
- وَقَدۡ سَمِعۡتُ مَا قُلۡتَ، وَإِنِّي أَرَى أَنۡ تَجۡعَلَهَا فِي
الۡأَقۡرَبِينَ). قَالَ أَبُو طَلۡحَةَ: أَفۡعَلُ ذٰلِكَ يَا رَسُولَ اللهِ،
فَقَسَمَهَا أَبُو طَلۡحَةَ فِي أَقَارِبِهِ وَفِي بَنِي عَمِّهِ.
وَقَالَ إِسۡمَاعِيلُ وَعَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ وَيَحۡيَى بۡنُ يَحۡيَى،
عَنۡ مَالِكٍ: (رَايِحٌ).
[طرفه في:
١٤٦١].
2769. ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami dari Malik, dari
Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah: Ia mendengar Anas bin Malik—radhiyallahu
‘anhu—berkata:
Abu Thalhah adalah orang Ansar di Madinah yang paling banyak hartanya berupa
pohon kurma, dan harta yang paling beliau cintai adalah Bairaha` yang
menghadap ke masjid. Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—biasa
memasukinya dan meminum airnya yang segar. Anas berkata: Ketika turun ayat:
“Kalian tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian
menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai” (QS Ali Imran: 92), Abu
Thalhah berdiri lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah berfirman,
‘Kalian tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian
menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai’, dan sesungguhnya harta yang
paling aku cintai adalah Bairaha`. Sungguh kebun itu aku sedekahkan karena
Allah. Aku mengharapkan kebajikannya dan simpanan pahalanya di sisi Allah.
Salurkanlah kebun itu di tempat yang diperlihatkan Allah kepadamu.”
Nabi bersabda, “Bagus! Itu adalah harta yang menguntungkan—atau harta yang
pahalanya terus mengalir; Ibnu Maslamah ragu—dan aku telah mendengar apa yang
engkau katakan. Aku berpendapat hendaknya engkau membagikannya untuk kerabat
dekat.”
Abu Thalhah berkata, “Aku akan melaksanakannya, wahai Rasulullah.”
Kemudian Abu Thalhah membagikannya kepada kerabat-kerabatnya dan anak-anak
pamannya.
Isma’il, ‘Abdullah bin Yusuf, dan Yahya bin Yahya berkata dari Malik: “Rayih”
(yang pahalanya terus mengalir).