Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 4554 dan 4555

٥ - بَابٌ ﴿لَنۡ تَنَالُوا الۡبِرَّ حَتَّى تُنۡفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ﴾ إِلَى ﴿بِهِ عَلِيمٌ﴾ [٩٢]
5. Bab “Kalian Tidak akan Memperoleh Kebajikan (yang Sempurna) Sebelum Kalian Menginfakkan Sebagian Harta yang Kalian Cintai,” Sampai “Maka Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Tentang Hal Itu.” (QS Ali Imran: 92)


٤٥٥٤ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنۡ إِسۡحَاقَ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي طَلۡحَةَ: أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بۡنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ يَقُولُ: كَانَ أَبُو طَلۡحَةَ أَكۡثَرَ أَنۡصَارِيٍّ بِالۡمَدِينَةِ نَخۡلًا، وَكَانَ أَحَبَّ أَمۡوَالِهِ إِلَيۡهِ بَيۡرُحَاءٍ، وَكَانَتۡ مُسۡتَقۡبِلَةَ الۡمَسۡجِدِ، وَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَدۡخُلُهَا وَيَشۡرَبُ مِنۡ مَاءٍ فِيهَا طَيِّبٍ، فَلَمَّا أُنۡزِلَتۡ: ﴿لَنۡ تَنَالُوا الۡبِرَّ حَتَّى تُنۡفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ﴾ قَامَ أَبُو طَلۡحَةَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَقُولُ: ﴿لَنۡ تَنَالُوا الۡبِرَّ حَتَّى تُنۡفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ﴾ وَإِنَّ أَحَبَّ أَمۡوَالِي إِلَيَّ بَيۡرُحَاءٍ، وَإِنَّهَا صَدَقَةٌ لِلهِ، أَرۡجُو بِرَّهَا وَذُخۡرَهَا عِنۡدَ اللهِ، فَضَعۡهَا يَا رَسُولَ اللهِ حَيۡثُ أَرَاكَ اللهُ، قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (بَخۡ، ذٰلِكَ مَالٌ رَايِحٌ، ذٰلِكَ مَالٌ رَايِحٌ، وَقَدۡ سَمِعۡتُ مَا قُلۡتَ، وَإِنِّي أَرَى أَنۡ تَجۡعَلَهَا فِي الۡأَقۡرَبِينَ). قَالَ أَبُو طَلۡحَةَ: أَفۡعَلُ يَا رَسُولَ اللهِ، فَقَسَمَهَا أَبُو طَلۡحَةَ فِي أَقَارِبِهِ، وَبَنِي عَمِّهِ.

قَالَ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ وَرَوۡحُ بۡنُ عُبَادَةَ: (ذٰلِكَ مَالٌ رَابِحٌ).

حَدَّثَنِي يَحۡيَى بۡنُ يَحۡيَى قَالَ: قَرَأۡتُ عَلَى مَالِكٍ: (مَالٌ رَايِحٌ). [طرفه في: ١٤٦١].

4554. Isma’il telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Malik menceritakan kepadaku dari Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah: Ia mendengar Anas bin Malik—radhiyallahu ‘anhu—berkata:

Abu Thalhah adalah orang Ansar di Madinah yang paling banyak hartanya berupa pohon kurma, dan harta yang paling beliau cintai adalah Bairuha`, yang mana kebun itu menghadap ke masjid. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—biasa memasukinya dan meminum airnya yang segar. Ketika diturunkan ayat: “Kalian tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai”, Abu Thalhah berdiri lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah berfirman, ‘Kalian tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai’, dan sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah Bairuha`. Sungguh kebun itu aku sedekahkan karena Allah. Aku mengharapkan kebajikannya dan simpanan pahalanya di sisi Allah. Salurkanlah kebun itu, wahai Rasulullah, di tempat yang diperlihatkan Allah kepadamu.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Bagus! Itu adalah harta yang pahalanya terus mengalir. Itu adalah harta yang pahalanya terus mengalir. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan. Aku berpendapat hendaknya engkau membagikannya untuk kerabat dekat.”

Abu Thalhah berkata, “Aku akan melaksanakannya, wahai Rasulullah.”

Kemudian Abu Thalhah membagikannya kepada kerabat-kerabatnya dan anak-anak pamannya.

‘Abdullah bin Yusuf dan Rauh bin ‘Ubadah berkata, “Itu adalah malun rabih (harta yang menguntungkan).”

Yahya bin Yahya telah menceritakan kepadaku. Ia berkata: Aku membaca di hadapan Malik, “Malun rayih (Harta yang pahalanya terus mengalir).”

٤٥٥٥ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ الۡأَنۡصَارِيُّ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنۡ ثُمَامَةَ، عَنۡ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: فَجَعَلَهَا لِحَسَّانَ وَأُبِيٍّ، وَأَنَا أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ، وَلَمۡ يَجۡعَلۡ لِي مِنۡهَا شَيۡئًا. [طرفه في: ١٤٦١].

4555. Muhammad bin ‘Abdullah Al-Anshari telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepadaku dari Tsumamah, dari Anas—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Abu Thalhah membagikannya kepada Hassan dan Ubay, padahal aku lebih dekat kekerabatannya kepada beliau, namun beliau tidak memberikan bagian sedikit pun darinya untukku.