Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2399

٢٣٩٩ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدٍ: حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ: حَدَّثَنَا فُلَيۡحٌ، عَنۡ هِلَالِ بۡنِ عَلِيٍّ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ أَبِي عَمۡرَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (مَا مِنۡ مُؤۡمِنٍ إِلَّا وَأَنَا أَوۡلَى بِهِ فِي الدُّنۡيَا وَالۡآخِرَةِ، اقۡرَأُوا إِنۡ شِئۡتُمۡ: ﴿النَّبِيُّ أَوۡلَى بِالۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡ أَنۡفُسِهِمۡ﴾ [الأحزاب: ٦] فَأَيُّمَا مُؤۡمِنٍ مَاتَ وَتَرَكَ مَالًا فَلۡيَرِثۡهُ عَصَبَتُهُ مَنۡ كَانُوا، وَمَنۡ تَرَكَ دَيۡنًا أَوۡ ضَيَاعًا فَلۡيَأۡتِنِي، فَأَنَا مَوۡلَاهُ). [طرفه في: ٢٢٩٨].

2399. ‘Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Amir menceritakan kepada kami: Fulaih menceritakan kepada kami dari Hilal bin ‘Ali, dari ‘Abdurrahman bin Abu ‘Amrah, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tidak ada seorang mukmin pun melainkan aku lebih berhak atas dirinya di dunia dan akhirat. Bacalah oleh kalian jika kalian mau: ‘Nabi itu lebih utama (berhak) bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri’ (QS Al-Ahzab: 6). Jadi siapa saja orang mukmin yang meninggal dunia dan meninggalkan harta, hendaklah ‘ashabah-nya (kerabat dari jalur laki-laki) mewarisinya, siapa pun mereka. Barang siapa meninggalkan utang atau keluarga yang terlantar, hendaklah dia mendatangi aku, karena akulah pengurusnya (maula-nya).”