وَقَالَ مُجَاهِدٌ: ﴿صَيَاصِيهِمۡ﴾ [٢٦] قُصُورِهِمۡ. ﴿النَّبِيُّ أَوۡلَى
بِالۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡ أَنۡفُسِهِمۡ﴾.
Mujahid berkata: “Shayashihim” (QS Al-Ahzab: 26) maksudnya adalah
benteng-benteng mereka. “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada
diri mereka sendiri.”
٤٧٨١ - حَدَّثَنِي إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ الۡمُنۡذِرِ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ
فُلَيۡحٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ هِلَالِ بۡنِ عَلِيٍّ، عَنۡ عَبۡدِ
الرَّحۡمٰنِ بۡنِ أَبِي عَمۡرَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ،
عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَا مِنۡ مُؤۡمِنٍ إِلَّا وَأَنَا أَوۡلَى النَّاسِ
بِهِ فِي الدُّنۡيَا وَالۡآخِرَةِ، اقۡرَءُوا إِنۡ شِئۡتُمۡ: ﴿النَّبِيُّ
أَوۡلَى بِالۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡ أَنۡفُسِهِمۡ﴾ [٦]. فَأَيُّمَا مُؤۡمِنٍ تَرَكَ
مَالًا فَلۡيَرِثۡهُ عَصَبَتُهُ مَنۡ كَانُوا، فَإِنۡ تَرَكَ دَيۡنًا أَوۡ
ضِيَاعًا فَلۡيَأۡتِنِي وَأَنَا مَوۡلَاهُ). [طرفه في:
٢٢٩٨].
4781. Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepadaku: Muhammad bin Fulaih
menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Hilal bin ‘Ali,
dari ‘Abdurrahman bin Abu ‘Amrah, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—, dari
Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Tidak ada
seorang mukmin pun melainkan aku adalah orang yang paling berhak atas dirinya
di dunia dan akhirat. Bacalah oleh kalian jika kalian mau: ‘Nabi itu lebih
utama (berhak) bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri’ (QS
Al-Ahzab: 6). Siapa saja orang mukmin yang meninggalkan harta, hendaklah
‘ashabah-nya mewarisinya, siapa pun mereka. Namun jika dia meninggalkan utang
atau keluarga yang terlantar, hendaklah dia mendatangi aku, karena akulah
pengurusnya (maula-nya)."