Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2539 dan 2540

١٣ - بَابُ مَنۡ مَلَكَ مِنَ الۡعَرَبِ رَقِيقًا، فَوَهَبَ وَبَاعَ وَجَامَعَ وَفَدَى وَسَبَى الذُّرِّيَّةَ
13. Bab Orang dari Bangsa Arab yang Memiliki Budak Lalu Menghibahkannya, Menjualnya, Menggaulinya, Menerima Tebusannya, dan Menawan Keturunannya


وَقَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿ضَرَبَ اللهُ مَثَلًا عَبۡدًا مَمۡلُوكًا لَا يَقۡدِرُ عَلَى شَيۡءٍ وَمَنۡ رَزَقۡنَاهُ مِنَّا رِزۡقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنۡفِقُ مِنۡهُ سِرًّا وَجَهۡرًا هَلۡ يَسۡتَوُونَ الۡحَمۡدُ لِلهِ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ﴾ [النحل: ٧٥].

Dan firman-Nya taala: “Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu pun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan. Apakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui.” (QS An-Nahl: 75).

٢٥٣٩، ٢٥٤٠ - حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي مَرۡيَمَ قَالَ: أَخۡبَرَنِي اللَّيۡثُ، عَنۡ عُقَيۡلٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ: ذَكَرَ عُرۡوَةُ: أَنَّ مَرۡوَانَ وَالۡمِسۡوَرَ بۡنَ مَخۡرَمَةَ أَخۡبَرَاهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَامَ حِينَ جَاءَهُ وَفۡدُ هَوَازِنَ، فَسَأَلُوهُ أَنۡ يَرُدَّ إِلَيۡهِمۡ أَمۡوَالَهُمۡ وَسَبۡيَهُمۡ، فَقَالَ: (إِنَّ مَعِي مَنۡ تَرَوۡنَ، وَأَحَبُّ الۡحَدِيثِ إِلَيَّ أَصۡدَقُهُ، فَاخۡتَارُوا إِحۡدَى الطَّائِفَتَيۡنِ: إِمَّا الۡمَالَ وَإِمَّا السَّبۡيَ، وَقَدۡ كُنۡتُ اسۡتَأۡنَيۡتُ بِهِمۡ). وَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ انۡتَظَرَهُمۡ بِضۡعَ عَشۡرَةَ لَيۡلَةً حِينَ قَفَلَ مِنَ الطَّائِفِ، فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ غَيۡرُ رَادٍّ إِلَيۡهِمۡ إِلَّا إِحۡدَى الطَّائِفَتَيۡنِ، قَالُوا: فَإِنَّا نَخۡتَارُ سَبۡيَنَا، فَقَامَ النَّبِيُّ ﷺ فِي النَّاسِ، فَأَثۡنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهۡلُهُ، ثُمَّ قَالَ: (أَمَّا بَعۡدُ، فَإِنَّ إِخۡوَانَكُمۡ جَاؤُونَا تَائِبِينَ، وَإِنِّي رَأَيۡتُ أَنۡ أَرُدَّ إِلَيۡهِمۡ سَبۡيَهُمۡ، فَمَنۡ أَحَبَّ مِنۡكُمۡ أَنۡ يُطَيِّبَ ذٰلِكَ فَلۡيَفۡعَلۡ، وَمَنۡ أَحَبَّ أَنۡ يَكُونَ عَلَى حَظِّهِ حَتَّى نُعۡطِيَهُ إِيَّاهُ مِنۡ أَوَّلِ مَا يُفِيءُ اللهُ عَلَيۡنَا فَلۡيَفۡعَلۡ). فَقَالَ النَّاسُ: طَيَّبۡنَا ذٰلِكَ، قَالَ: (إِنَّا لَا نَدۡرِي مَنۡ أَذِنَ مِنۡكُمۡ مِمَّنۡ لَمۡ يَأۡذَنۡ، فَارۡجِعُوا حَتَّى يَرۡفَعَ إِلَيۡنَا عُرَفَاؤُكُمۡ أَمۡرَكُمۡ). فَرَجَعَ النَّاسُ، فَكَلَّمَهُمۡ عُرَفَاؤُهُمۡ، ثُمَّ رَجَعُوا إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَأَخۡبَرُوهُ: أَنَّهُمۡ طَيَّبُوا وَأَذِنُوا. فَهٰذَا الَّذِي بَلَغَنَا عَنۡ سَبۡيِ هَوَازِنَ‏. وَقَالَ أَنَسٌ: قَالَ عَبَّاسٌ لِلنَّبِيِّ ﷺ: فَادَيۡتُ نَفۡسِي وَفَادَيۡتُ عَقِيلًا. [طرفاه في: ٢٣٠٧، ٢٣٠٨].

2539, 2540. Ibnu Abu Maryam telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Al-Laits mengabarkan kepadaku dari ‘Uqail, dari Ibnu Syihab: ‘Urwah menyebutkan bahwasanya Marwan dan Al-Miswar bin Makhramah mengabarkan kepadanya:

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berdiri ketika utusan Hawazin mendatangi beliau, lalu mereka meminta kepada beliau agar mengembalikan harta-harta dan tawanan-tawanan mereka. Beliau berkata, “Sesungguhnya bersamaku ada orang-orang yang kalian lihat, dan perkataan yang paling aku sukai adalah yang paling jujur. Pilihlah salah satu dari dua kelompok: apakah harta, ataukah tawanan. Aku telah menunda pembagiannya demi menunggu kalian.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memang telah menanti kedatangan mereka selama belasan malam ketika beliau kembali dari Tha`if. Ketika makin jelas bagi mereka bahwasanya Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tidak akan mengembalikan kepada mereka kecuali salah satu dari dua kelompok tersebut, mereka berkata, “Sesungguhnya kami memilih tawanan kami.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berdiri di hadapan orang-orang, lalu memuji Allah dengan pujian yang menjadi hak-Nya, kemudian beliau bersabda, “Amabakdu. Sesungguhnya saudara-saudara kalian telah datang kepada kita dalam keadaan bertobat, dan aku berpendapat untuk mengembalikan tawanan-tawanan mereka kepada mereka. Barang siapa di antara kalian yang dengan senang hati menyetujuinya, hendaklah ia melakukannya. Barang siapa yang ingin tetap mempertahankan bagiannya sampai kami memberikannya dari jatah pertama yang Allah kelak berikan kepada kita sebagai fai, hendaklah ia melakukannya.”

Orang-orang pun berkata, “Kami telah merelakannya.”

Beliau berkata, “Sesungguhnya kami tidak mengetahui siapa di antara kalian yang telah mengizinkan dari siapa yang belum mengizinkan. Kembalilah kalian sampai para pemuka kelompok kalian menyampaikan urusan kalian kepada kami.”

Orang-orang pun kembali, lalu para pemuka kelompok mereka berbicara dengan mereka. Kemudian mereka kembali kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu mengabarkan kepada beliau bahwasanya mereka telah merelakan dan mengizinkannya.

Inilah riwayat yang sampai kepada kami mengenai tawanan Hawazin. Dan Anas berkata: ‘Abbas berkata kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Aku telah menebus diriku dan menebus ‘Aqil.”