Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3131 dan 3132

١٥ - بَابٌ وَمِنَ الدَّلِيلِ عَلَى أَنَّ الۡخُمُسَ لِنَوَائِبِ الۡمُسۡلِمِينَ مَا سَأَلَ هَوَازِنُ النَّبِيَّ ﷺ بِرَضَاعِهِ فِيهِمۡ، فَتَحَلَّلَ مِنَ الۡمُسۡلِمِينَ، وَمَا كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعِدُ النَّاسَ أَنۡ يُعۡطِيَهُمۡ مِنَ الۡفَيۡءِ والۡأَنۡفَالِ مِنَ الۡخُمُسِ، وَمَا أَعۡطَى الۡأَنۡصَارَ، وَمَا أَعۡطَى جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ تَمۡرَ خَيۡبَرَ
15. Bab Di Antara Dalil Bahwa Khumus Ditujukan untuk Kepentingan Umum Kaum Muslimin Adalah Permohonan Hawazin Kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Karena Hubungan Persusuan Beliau di Tengah-Tengah Mereka, Lalu Beliau Meminta Kerelaan Kaum Muslimin, Serta Pemberian Yang Dijanjikan Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—Kepada Orang-Orang Dari Harta Fai dan Harta Rampasan Perang Yang Berasal Dari Khumus, Dan Apa Yang Beliau Berikan Kepada Kaum Ansar, Serta Apa Yang Beliau Berikan Kepada Jabir bin ‘Abdullah Berupa Kurma Khaibar


٣١٣١، ٣١٣٢ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ عُفَيۡرٍ قَالَ: حَدَّثَنِي اللَّيۡثُ قَالَ: حَدَّثَنِي عُقَيۡلٌ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ قَالَ: وَزَعَمَ عُرۡوَةُ: أَنَّ مَرۡوَانَ بۡنَ الۡحَكَمِ وَمِسۡوَرَ بۡنَ مَخۡرَمَةَ أَخۡبَرَاهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ، حِينَ جَاءَهُ وَفۡدُ هَوَازِنَ مُسۡلِمِينَ، فَسَأَلُوهُ أَنۡ يَرُدَّ إِلَيۡهِمۡ أَمۡوَالَهُمۡ وَسَبۡيَهُمۡ، فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (أَحَبُّ الۡحَدِيثِ إِلَيَّ أَصۡدَقُهُ، فَاخۡتَارُوا إِحۡدَى الطَّائِفَتَيۡنِ: إِمَّا السَّبۡيَ، وَإِمَّا الۡمَالَ، وَقَدۡ كُنۡتُ اسۡتَأۡنَيۡتُ بِهِمۡ). وَقَدۡ كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ انۡتَظَرَ آخِرَهُمۡ بِضۡعَ عَشۡرَةَ لَيۡلَةً حِينَ قَفَلَ مِنَ الطَّائِفِ، فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ غَيۡرُ رَادٍّ إِلَيۡهِمۡ إِلَّا إِحۡدَى الطَّائِفَتَيۡنِ، قَالُوا: فَإِنَّا نَخۡتَارُ سَبۡيَنَا، فَقَامَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي الۡمُسۡلِمِينَ، فَأَثۡنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهۡلُهُ، ثُمَّ قَالَ: (أَمَّا بَعۡدُ، فَإِنَّ إِخۡوَانَكُمۡ هَؤُلَاءِ قَدۡ جَاءُونَا تَائِبِينَ، وَإِنِّي قَدۡ رَأَيۡتُ أَنۡ أَرُدَّ إِلَيۡهِمۡ سَبۡيَهُمۡ، مَنۡ أَحَبَّ أَنۡ يُطَيِّبَ فَلۡيَفۡعَلۡ، وَمَنۡ أَحَبَّ مِنۡكُمۡ أَنۡ يَكُونَ عَلَى حَظِّهِ حَتَّى نُعۡطِيَهُ إِيَّاهُ مِنۡ أَوَّلِ مَا يُفِيءُ اللهُ عَلَيۡنَا فَلۡيَفۡعَلۡ). فَقَالَ النَّاسُ: قَدۡ طَيَّبۡنَا ذٰلِكَ يَا رَسُولَ اللهِ لَهُمۡ، فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّا لَا نَدۡرِي مَنۡ أَذِنَ مِنۡكُمۡ فِي ذٰلِكَ مِمَّنۡ لَمۡ يَأۡذَنۡ، فَارۡجِعُوا حَتَّى يَرۡفَعَ إِلَيۡنَا عُرَفَاؤُكُمۡ أَمۡرَكُمۡ). فَرَجَعَ النَّاسُ فَكَلَّمَهُمۡ عُرَفَاؤُهُمۡ، ثُمَّ رَجَعُوا إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ فَأَخۡبَرُوهُ أَنَّهُمۡ قَدۡ طَيَّبُوا فَأَذِنُوا، فَهٰذَا الَّذِي بَلَغَنَا عَنۡ سَبۡيِ هَوَازِنَ. [طرفه في: ٢٣٠٧، ٢٣٠٨].

3131, 3132. Sa’id bin ‘Ufair telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Al-Laits menceritakan kepadaku. Ia berkata: ‘Uqail menceritakan kepadaku dari Ibnu Syihab. Ia berkata: ‘Urwah menduga bahwasanya Marwan bin Al-Hakam dan Miswar bin Makhramah mengabarkan kepadanya:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda ketika utusan Hawazin mendatangi beliau dalam keadaan masuk Islam, lalu mereka meminta kepada beliau agar mengembalikan harta-harta dan tawanan-tawanan mereka. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepada mereka, “Perkataan yang paling aku sukai adalah yang paling jujur. Pilihlah salah satu dari dua kelompok: apakah tawanan, ataukah harta. Sungguh aku telah menunda pembagiannya demi menunggu kalian.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memang telah menanti kedatangan rombongan terakhir mereka selama belasan malam ketika beliau kembali dari Tha`if. Ketika makin jelas bagi mereka bahwasanya Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tidak akan mengembalikan kepada mereka kecuali salah satu dari dua kelompok tersebut, mereka berkata, “Sesungguhnya kami memilih tawanan kami.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berdiri di hadapan kaum muslimin, lalu memuji Allah dengan pujian yang menjadi hak-Nya, kemudian beliau bersabda, “Amabakdu. Sesungguhnya saudara-saudara kalian ini telah datang kepada kita dalam keadaan bertobat, dan aku berpendapat untuk mengembalikan tawanan-tawanan mereka kepada mereka. Barang siapa yang dengan senang hati menyetujuinya, hendaklah ia melakukannya. Barang siapa di antara kalian yang ingin tetap mempertahankan bagiannya sampai kita memberikannya dari jatah pertama yang Allah kelak berikan kepada kita sebagai fai, silakan ia melakukannya.”

Orang-orang pun berkata, “Kami telah merelakan hal itu untuk mereka, wahai Rasulullah.”

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda kepada mereka, “Sesungguhnya kami tidak mengetahui siapa di antara kalian yang telah mengizinkan dari siapa yang belum mengizinkan. Kembalilah kalian sampai para pemuka kelompok kalian menyampaikan urusan kalian kepada kami.”

Orang-orang pun kembali, lalu para pemuka kelompok mereka berbicara dengan mereka. Kemudian mereka kembali kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—lalu mengabarkan kepada beliau bahwasanya mereka telah merelakan dan mengizinkannya.

Inilah riwayat yang sampai kepada kami mengenai tawanan Hawazin.