١٥ - بَابُ ابۡنَيۡ عَمٍّ: أَحَدُهُمَا أَخٌ لِلۡأُمِّ، وَالۡآخَرُ
زَوۡجٌ
15. Bab Dua Orang Putra Paman dari Jalur Ayah: Salah Satunya Adalah Saudara
Seibu, dan yang Lainnya Adalah Suami
وَقَالَ عَلِيٌّ: لِلزَّوۡجِ النِّصۡفُ، وَلِلۡأَخِ مِنَ الۡأُمِّ السُّدُسُ،
وَمَا بَقِيَ بَيۡنَهُمَا نِصۡفَانِ.
‘Ali berkata, “Suami mendapatkan separuh, saudara seibu mendapatkan seperenam,
dan sisa hartanya dibagi dua sama rata di antara keduanya.”
٦٧٤٥ - حَدَّثَنَا مَحۡمُودٌ: أَخۡبَرَنَا عُبَيۡدُ اللهِ، عَنۡ إِسۡرَائِيلَ،
عَنۡ أَبِي حَصِينٍ، عَنۡ أَبِي صَالِحٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ
عَنۡهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: (أَنَا أَوۡلَى بِالۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡ
أَنۡفُسِهِمۡ، فَمَنۡ مَاتَ وَتَرَكَ مَالًا فَمَالُهُ لِمَوَالِي الۡعَصَبَةِ،
وَمَنۡ تَرَكَ كَلًّا أَوۡ ضَيَاعًا فَأَنَا وَلِيُّهُ، فَلۡأُدۡعَى لَهُ).
[طرفه في:
٢٢٩٨].
6745. Mahmud telah menceritakan kepada kami: ‘Ubaidullah mengabarkan kepada
kami dari Isra`il, dari Abu Hashin, dari Abu Shalih, dari Abu
Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Dia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—bersabda, “Aku lebih berhak atas orang-orang beriman daripada diri
mereka sendiri. Barang siapa meninggal dunia dan meninggalkan harta, maka
hartanya untuk para kerabat ‘ashabah-nya. Barang siapa meninggalkan tanggungan
atau keluarga yang terlantar, akulah pengampunya, maka hendaklah aku dipanggil
untuk mengurusnya.”