Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6745

١٥ - بَابُ ابۡنَيۡ عَمٍّ: أَحَدُهُمَا أَخٌ لِلۡأُمِّ، وَالۡآخَرُ زَوۡجٌ
15. Bab Dua Orang Putra Paman dari Jalur Ayah: Salah Satunya Adalah Saudara Seibu, dan yang Lainnya Adalah Suami


وَقَالَ عَلِيٌّ: لِلزَّوۡجِ النِّصۡفُ، وَلِلۡأَخِ مِنَ الۡأُمِّ السُّدُسُ، وَمَا بَقِيَ بَيۡنَهُمَا نِصۡفَانِ.

‘Ali berkata, “Suami mendapatkan separuh, saudara seibu mendapatkan seperenam, dan sisa hartanya dibagi dua sama rata di antara keduanya.”

٦٧٤٥ - حَدَّثَنَا مَحۡمُودٌ: أَخۡبَرَنَا عُبَيۡدُ اللهِ، عَنۡ إِسۡرَائِيلَ، عَنۡ أَبِي حَصِينٍ، عَنۡ أَبِي صَالِحٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: (أَنَا أَوۡلَى بِالۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡ أَنۡفُسِهِمۡ، فَمَنۡ مَاتَ وَتَرَكَ مَالًا فَمَالُهُ لِمَوَالِي الۡعَصَبَةِ، وَمَنۡ تَرَكَ كَلًّا أَوۡ ضَيَاعًا فَأَنَا وَلِيُّهُ، فَلۡأُدۡعَى لَهُ). [طرفه في: ٢٢٩٨].

6745. Mahmud telah menceritakan kepada kami: ‘Ubaidullah mengabarkan kepada kami dari Isra`il, dari Abu Hashin, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah—radhiyallahu ‘anhu—. Dia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Aku lebih berhak atas orang-orang beriman daripada diri mereka sendiri. Barang siapa meninggal dunia dan meninggalkan harta, maka hartanya untuk para kerabat ‘ashabah-nya. Barang siapa meninggalkan tanggungan atau keluarga yang terlantar, akulah pengampunya, maka hendaklah aku dipanggil untuk mengurusnya.”