Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2338

١٧ - بَابُ إِذَا قَالَ رَبُّ الۡأَرۡضِ: أُقِرُّكَ مَا أَقَرَّكَ اللهُ وَلَمۡ يَذۡكُرۡ أَجَلًا مَعۡلُومًا، فَهُمَا عَلَى تَرَاضِيهِمَا
17. Bab Apabila Pemilik Tanah Berkata, “Aku Menetapkanmu (Membiarkanmu Menggarap) Selama Allah Menetapkanmu,” Tanpa Menyebutkan Jangka Waktu Tertentu, Maka Keduanya Berdasarkan Kerelaan Bersama


٢٣٣٨ - حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ الۡمِقۡدَامِ: حَدَّثَنَا فُضَيۡلُ بۡنُ سُلَيۡمَانَ: حَدَّثَنَا مُوسَى: أَخۡبَرَنَا نَافِعٌ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ.

وَقَالَ عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ قَالَ: حَدَّثَنِي مُوسَى بۡنُ عُقۡبَةَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ: أَنَّ عُمَرَ بۡنَ الۡخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَجۡلَى الۡيَهُودَ وَالنَّصَارَى مِنۡ أَرۡضِ الۡحِجَازِ، وَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ، لَمَّا ظَهَرَ عَلَى خَيۡبَرَ، أَرَادَ إِخۡرَاجَ الۡيَهُودِ مِنۡهَا، وَكَانَتِ الۡأَرۡضُ حِينَ ظَهَرَ عَلَيۡهَا لِلهِ وَلِرَسُولِهِ ﷺ وَلِلۡمُسۡلِمِينَ، وَأَرَادَ إِخۡرَاجَ الۡيَهُودِ مِنۡهَا؛ فَسَأَلَتِ الۡيَهُودُ رَسُولَ اللهِ ﷺ لِيُقِرَّهُمۡ بِهَا أَنۡ يَكۡفُوا عَمَلَهَا، وَلَهُمۡ نِصۡفُ الثَّمَرِ، فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (نُقِرُّكُمۡ بِهَا عَلَى ذٰلِكَ مَا شِئۡنَا). فَقَرُّوا بِهَا حَتَّى أَجۡلَاهُمۡ عُمَرُ إِلَى تَيۡمَاءَ وَأَرِيحَاءَ. [طرفه في: ٢٢٨٥].

2338. Ahmad bin Al-Miqdam telah menceritakan kepada kami: Fudhail bin Sulaiman menceritakan kepada kami: Musa menceritakan kepada kami: Nafi’ mengabarkan kepada kami dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—...

‘Abdurrazzaq berkata: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami. Ia berkata: Musa bin ‘Uqbah menceritakan kepadaku dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar: ‘Umar bin Al-Khaththab—radhiyallahu ‘anhuma—mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari tanah Hijaz. Dahulu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika menaklukkan Khaibar, beliau berniat mengusir orang-orang Yahudi darinya. Ketika tanah tersebut berhasil ditaklukkan, tanah itu menjadi milik Allah, Rasul-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, dan kaum muslimin, dan beliau berniat mengusir orang-orang Yahudi darinya. Lalu orang-orang Yahudi memohon kepada Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—agar beliau membiarkan mereka tetap di sana dengan syarat mereka yang menanggung perawatannya dan mereka mendapat separuh dari hasil buahnya. Maka Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepada mereka, “Kami membiarkan kalian tetap di sana atas syarat tersebut selama yang kami kehendaki.”

Mereka pun tetap tinggal di sana hingga ‘Umar mengusir mereka ke Tayma dan Ariha (Yerikho).