٥٥٨٠ - حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ يُونُسَ: حَدَّثَنَا أَبُو شِهَابٍ عَبۡدُ
رَبِّهِ بۡنُ نَافِعٍ، عَنۡ يُونُسَ، عَنۡ ثَابِتٍ الۡبُنَانِيِّ، عَنۡ أَنَسٍ
قَالَ: حُرِّمَتۡ عَلَيۡنَا الۡخَمۡرُ حِينَ حُرِّمَتۡ، وَمَا نَجِدُ - يَعۡنِي
بِالۡمَدِينَةِ - خَمۡرَ الۡأَعۡنَابِ إِلَّا قَلِيلًا، وَعَامَّةُ خَمۡرِنَا
الۡبُسۡرُ وَالتَّمۡرُ. [طرفه في:
٢٤٦٤].
5580. Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami: Abu Syihab ‘Abdu Rabbih
bin Nafi’ menceritakan kepada kami dari Yunus, dari Tsabit Al-Bunani, dari
Anas. Beliau berkata: Ketika larangan minuman keras (khamar) diberlakukan atas
kami, kami hampir tidak mendapati, yakni di Madinah, minuman keras dari anggur
kecuali sedikit saja. Umumnya minuman keras kami adalah dari kurma mengkal
(al-busr) dan kurma matang (at-tamr).