٦٨١٠ - حَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ
ذَكۡوَانَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا يَزۡنِي
الزَّانِي حِينَ يَزۡنِي وَهُوَ مُؤۡمِنٌ، وَلَا يَسۡرِقُ حِينَ يَسۡرِقُ
وَهُوَ مُؤۡمِنٌ، وَلَا يَشۡرَبُ حِينَ يَشۡرَبُهَا وَهُوَ مُؤۡمِنٌ،
وَالتَّوۡبَةُ مَعۡرُوضَةٌ بَعۡدُ). [طرفه في:
٢٤٧٥].
6810. Adam telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami
dari Al-A’masy, dari Dzakwan, dari Abu Hurairah. Ia berkata: Nabi—shallallahu
‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tidaklah seorang pezina melakukan zina ketika ia
berzina dalam keadaan beriman. Tidaklah seorang pencuri mencuri ketika ia
mencuri dalam keadaan beriman. Tidaklah seorang peminum meminum khamar ketika
ia meminumnya dalam keadaan beriman. Namun tobat tetap terbuka setelah itu.”