Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2521, 2522, dan 2523

 ٤ - بَابٌ إِذَا أَعۡتَقَ عَبۡدًا بَيۡنَ اثۡنَيۡنِ، أَوۡ أَمَةً بَيۡنَ الشُّرَكَاءِ
4. Bab Apabila Seseorang Memerdekakan Hamba Sahaya Laki-Laki Milik Bersama Dua Orang, atau Hamba Sahaya Perempuan Milik Bersama Banyak Orang

٢٥٢١ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ عَمۡرٍو، عَنۡ سَالِمٍ، عَنۡ أَبِيهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ أَعۡتَقَ عَبۡدًا بَيۡنَ اثۡنَيۡنِ، فَإِنۡ كَانَ مُوسِرًا قُوِّمَ عَلَيۡهِ، ثُمَّ يُعۡتَقُ). [طرفه في: ٢٤٩١].

2521. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari ‘Amr, dari Salim, dari ayahnya—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Barang siapa memerdekakan hamba sahaya laki-laki milik bersama dua orang, jika ia adalah orang yang berkecukupan, maka sisa harga budak itu dinilai dan wajib dibayar olehnya, lalu budak itu dimerdekakan sepenuhnya.”

٢٥٢٢ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (مَنۡ أَعۡتَقَ شِرۡكًا لَهُ فِي عَبۡدٍ، فَكَانَ لَهُ مَالٌ يَبۡلُغُ ثَمَنَ الۡعَبۡدِ، قُوِّمَ الۡعَبۡدُ قِيمَةَ عَدۡلٍ، فَأَعۡطَى شُرَكَاءَهُ حِصَصَهُمۡ، وَعَتَقَ عَلَيۡهِ، وَإِلَّا فَقَدۡ عَتَقَ مِنۡهُ مَا عَتَقَ). [طرفه في: ٢٤٩١].

2522. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari ‘Abdullah bin ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa memerdekakan bagian miliknya pada seorang hamba sahaya laki-laki, lalu ia memiliki harta yang mencapai harga hamba sahaya tersebut, maka hamba sahaya itu ditaksir harganya dengan harga yang adil, lalu ia memberikan bagian-bagian milik para sekutunya, dan hamba itu menjadi merdeka atas tanggungannya. Jika tidak (memiliki kecukupan harta), maka yang merdeka darinya hanyalah bagian yang telah dimerdekakan itu saja.”

٢٥٢٣ - حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ، عَنۡ أَبِي أُسَامَةَ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَنۡ أَعۡتَقَ شِرۡكًا لَهُ فِي مَمۡلُوكٍ فَعَلَيۡهِ عِتۡقُهُ كُلِّهِ، إِنۡ كَانَ لَهُ مَالٌ يَبۡلُغُ ثَمَنَهُ، فَإِنۡ لَمۡ يَكُنۡ لَهُ مَالٌ يُقَوَّمُ عَلَيۡهِ قِيمَةَ عَدۡلٍ عَلَى الۡمُعۡتِقِ، فَأُعۡتِقَ مِنۡهُ مَا أَعۡتَقَ).

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا بِشۡرٌ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ: اخۡتَصَرَهُ. [طرفه في: ٢٤٩١].

2523. ‘Ubaid bin Isma’il telah menceritakan kepada kami dari Abu Usamah, dari ‘Ubaidillah, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—. Ia berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Barang siapa memerdekakan bagian miliknya pada seorang hamba sahaya, maka ia wajib memerdekakan seluruhnya jika ia memiliki harta yang mencapai harganya. Jika ia tidak memiliki harta, hamba tersebut tetap dinilai harganya secara adil—yang pada dasarnya merupakan tanggungan pihak yang memerdekakan—. Namun karena ia tidak mampu, maka yang merdeka darinya hanyalah bagian yang telah ia merdekakan.”

Musaddad telah menceritakan kepada kami: Bisyr menceritakan kepada kami dari ‘Ubaidillah: Ia meriwayatkannya secara ringkas.