٢٥٢٤ - حَدَّثَنَا أَبُو النُّعۡمَانِ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ أَعۡتَقَ نَصِيبًا لَهُ فِي مَمۡلُوكٍ، أَوۡ شِرۡكًا لَهُ فِي عَبۡدٍ، وَكَانَ لَهُ مِنَ الۡمَالِ مَا يَبۡلُغُ قِيمَتَهُ بِقِيمَةِ الۡعَدۡلِ، فَهُوَ عَتِيقٌ). قَالَ نَافِعٌ: وَإِلَّا فَقَدۡ عَتَقَ مِنۡهُ مَا عَتَقَ. قَالَ أَيُّوبُ: لَا أَدۡرِي أَشَيۡءٌ قَالَهُ نَافِعٌ، أَوۡ شَيۡءٌ فِي الۡحَدِيثِ. [طرفه في: ٢٤٩١].
2524. Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami, dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau bersabda, “Barang siapa memerdekakan bagian miliknya pada seorang hamba sahaya, atau bagian miliknya pada seorang hamba sahaya laki-laki, sedangkan ia memiliki harta yang mencapai nilainya berdasarkan harga yang adil, maka hamba itu merdeka.”
Nafi’ berkata: Jika tidak (memiliki harta), maka yang merdeka darinya hanyalah bagian yang telah dimerdekakan itu saja.
Ayyub berkata: Aku tidak tahu apakah hal itu dikatakan oleh Nafi’ (sebagai perkataannya sendiri) atau bagian dari hadis."
٢٥٢٥ - حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ مِقۡدَامٍ: حَدَّثَنَا الۡفُضَيۡلُ بۡنُ سُلَيۡمَانَ: حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ عُقۡبَةَ: أَخۡبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّهُ كَانَ يُفۡتِي فِي الۡعَبۡدِ أَوِ الۡأَمَةِ، يَكُونُ بَيۡنَ شُرَكَاءَ، فَيُعۡتِقُ أَحَدُهُمۡ نَصِيبَهُ مِنۡهُ، يَقُولُ: قَدۡ وَجَبَ عَلَيۡهِ عِتۡقُهُ كُلِّهِ، إِذَا كَانَ لِلَّذِي أَعۡتَقَ مِنَ الۡمَالِ مَا يَبۡلُغُ، يُقَوَّمُ مِنۡ مَالِهِ قِيمَةَ الۡعَدۡلِ، وَيُدۡفَعُ إِلَى الشُّرَكَاءِ أَنۡصِبَاؤُهُمۡ، وَيُخَلَّى سَبِيلُ الۡمُعۡتَقِ، يُخۡبِرُ ذٰلِكَ ابۡنُ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ. وَرَوَاهُ اللَّيۡثُ، وَابۡنُ أَبِي ذِئۡبٍ، وَابۡنُ إِسۡحَاقَ، وَجُوَيۡرِيَةُ، وَيَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ، وَإِسۡمَاعِيلُ بۡنُ أُمَيَّةَ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ مُخۡتَصَرًا. [طرفه في: ٢٤٩١].
2525. Ahmad bin Miqdam telah menceritakan kepada kami: Al-Fudhail bin Sulaiman menceritakan kepada kami: Musa bin ‘Uqbah menceritakan kepada kami: Nafi’ mengabarkan kepadaku dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—: Ia memberi fatwa tentang hamba sahaya laki-laki atau hamba sahaya perempuan yang dimiliki bersama oleh para sekutu, lalu salah seorang dari mereka memerdekakan bagian miliknya dari hamba tersebut. Ia berkata, “Sungguh dia wajib memerdekakan seluruhnya jika orang yang memerdekakan itu memiliki harta yang mencukupi. Dinilai dari hartanya dengan harga yang adil, lalu bagian-bagian milik para sekutu diserahkan kepada mereka, dan hamba yang dimerdekakan itu dibebaskan jalannya (dimerdekakan penuh).”
Ibnu ‘Umar mengabarkan hal tersebut dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.
Dan diriwayatkan oleh Al-Laits, Ibnu Abu Dzi`b, Ibnu Ishaq, Juwairiyah, Yahya bin Sa’id, dan Isma’il bin Umayyah, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar—radhiyallahu ‘anhuma—, dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—secara ringkas.