٦٧ - بَابٌ غَزۡوَةُ سِيفِ الۡبَحۡرِ، وَهُمۡ يَتَلَقَّوۡنَ عِيرًا
لِقُرَيۡشٍ، وَأَمِيرُهُمۡ أَبُو عُبَيۡدَةَ بۡنُ الۡجَرَّاحِ رَضِيَ اللهُ
عَنۡهُ
67. Bab Ekspedisi Perang Siful-Bahr (Pesisir Laut), ketika Mereka
Menyongsong Kafilah Dagang Quraisy, dan Pemimpin Mereka Adalah Abu ‘Ubaidah
bin Al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu
٤٣٦٠ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنۡ وَهۡبِ بۡنِ
كَيۡسَانَ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَنَّهُ
قَالَ: بَعَثَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بَعۡثًا قِبَلَ السَّاحِلِ، وَأَمَّرَ
عَلَيۡهِمۡ أَبَا عُبَيۡدَةَ بۡنَ الۡجَرَّاحِ، وَهُمۡ ثَلَاثُمِائَةٍ،
فَخَرَجۡنَا وَكُنَّا بِبَعۡضِ الطَّرِيقِ فَنِيَ الزَّادُ، فَأَمَرَ أَبُو
عُبَيۡدَةَ بِأَزۡوَادِ الۡجَيۡشِ فَجُمِعَ، فَكَانَ مِزۡوَدَيۡ تَمۡرٍ،
فَكَانَ يَقُوتُنَا كُلَّ يَوۡمٍ قَلِيلٌ قَلِيلٌ حَتَّى فَنِيَ، فَلَمۡ يَكُنۡ
يُصِيبُنَا إِلَّا تَمۡرَةٌ تَمۡرَةٌ، فَقُلۡتُ: مَا تُغۡنِي عَنۡكُمۡ
تَمۡرَةٌ؟ فَقَالَ: لَقَدۡ وَجَدۡنَا فَقۡدَهَا حِينَ فَنِيَتۡ، ثُمَّ
انۡتَهَيۡنَا إِلَى الۡبَحۡرِ، فَإِذَا حُوتٌ مِثۡلُ الظَّرِبِ، فَأَكَلَ
مِنۡهَا الۡقَوۡمُ ثَمَانَ عَشۡرَةَ لَيۡلَةً، ثُمَّ أَمَرَ أَبُو عُبَيۡدَةَ
بِضِلَعَيۡنِ مِنۡ أَضۡلَاعِهِ فَنُصِبَا، ثُمَّ أَمَرَ بِرَاحِلَةٍ فَرُحِلَتۡ
ثُمَّ مَرَّتۡ تَحۡتَهُمَا فَلَمۡ تُصِبۡهُمَا. [طرفه في:
٢٤٨٣].
4360. Isma’il telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Malik menceritakan
kepadaku dari Wahb bin Kaisan, dari Jabir bin ‘Abdullah—radhiyallahu
‘anhuma—bahwa ia berkata:
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengutus sebuah pasukan ke arah
pantai dan menunjuk Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah sebagai pemimpin atas mereka,
yang berjumlah tiga ratus orang. Kami pun berangkat. Ketika kami berada di
tengah perjalanan, bekal kami habis. Abu ‘Ubaidah lalu memerintahkan agar
seluruh bekal pasukan dikumpulkan. Bekal itu dikumpulkan dan ternyata hanya
berupa dua kantong kurma. Beliau membagikannya kepada kami setiap hari sedikit
demi sedikit hingga akhirnya habis, sampai-sampai kami hanya mendapat jatah
satu butir kurma demi satu butir kurma.
Aku (Wahb) bertanya, “Apa gunanya sebutir kurma bagi kalian?”
Jabir menjawab, “Sungguh, kami benar-benar merasakan kehilangan sebutir kurma
saat ia habis.”
Kemudian kami tiba di tepi laut. Tiba-tiba ada seekor ikan besar seperti
gundukan bukit. Pasukan memakannya selama delapan belas malam. Setelah itu,
Abu ‘Ubaidah memerintahkan agar dua buah tulang rusuk dari ikan tersebut
ditegakkan. Beliau lalu memerintahkan agar seekor unta diberi pelana, kemudian
unta itu berjalan melewati di bawah kedua tulang rusuk tersebut dan ternyata
tidak menyentuhnya.