٣٧ - بَابٌ إِذَا نَدَّ بَعِيرٌ لِقَوۡمٍ، فَرَمَاهُ بَعۡضُهُمۡ بِسَهۡمٍ فَقَتَلَهُ، فَأَرَادَ إِصۡلَاحَهُمۡ، فَهُوَ جَائِزٌ37. Bab Apabila Seekor Unta Milik Suatu Kaum Kabur, Lalu Sebagian Mereka Memanahnya Hingga Membunuhnya, dengan Maksud Kebaikan bagi Mereka, Maka Hukumnya Boleh
لِخَبَرِ رَافِعٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ.
Berdasarkan riwayat Rafi’, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.
٥٥٤٤ - حَدَّثَنَا ابۡنُ سَلَامٍ: أَخۡبَرَنَا عُمَرُ بۡنُ عُبَيۡدٍ الطَّنَافِسِيُّ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ مَسۡرُوقٍ، عَنۡ عَبَايَةَ بۡنِ رِفَاعَةَ، عَنۡ جَدِّهِ رَافِعِ بۡنِ خَدِيجٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي سَفَرٍ، فَنَدَّ بَعِيرٌ مِنَ الۡإِبِلِ، قَالَ: فَرَمَاهُ رَجُلٌ بِسَهۡمٍ فَحَبَسَهُ، قَالَ: ثُمَّ قَالَ: (إِنَّ لَهَا أَوَابِدَ كَأَوَابِدِ الۡوَحۡشِ، فَمَا غَلَبَكُمۡ مِنۡهَا فَاصۡنَعُوا بِهِ هَكَذَا). قَالَ: قُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّا نَكُونُ فِي الۡمَغَازِي وَالۡأَسۡفَارِ، فَنُرِيدُ أَنۡ نَذۡبَحَ فَلَا تَكُونُ مُدًى؟ قَالَ: (أَرِنۡ، مَا نَهَرَ، أَوۡ أَنۡهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسۡمُ اللهِ فَكُلۡ، غَيۡرَ السِّنِّ وَالظُّفُرِ، فَإِنَّ السِّنَّ عَظۡمٌ، وَالظُّفُرَ مُدَى الۡحَبَشَةِ). [طرفه في: ٢٤٨٨].
5544. Ibnu Salam telah menceritakan kepada kami: ‘Umar bin ‘Ubaid Ath-Thanafisi mengabarkan kepada kami dari Sa’id bin Masruq, dari ‘Abayah bin Rifa’ah, dari kakeknya, Rafi’ bin Khadij—radhiyallahu ‘anhu—. Ia berkata: Kami pernah bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam suatu perjalanan, lalu seekor unta dari kumpulan unta kabur.
Ia berkata: Seseorang lalu melemparnya dengan anak panah sehingga menghentikannya.
Ia berkata: Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya ia memiliki tabiat liar seperti binatang liar. Hewan apa saja dari mereka yang tidak dapat kalian tangkap, maka perlakukanlah ia seperti ini.”
Ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami berada dalam peperangan dan perjalanan, lalu kami ingin menyembelih tetapi tidak ada pisau?”
Beliau bersabda, “Perhatikanlah, apa saja yang mengalirkan darah dan nama Allah disebut, maka makanlah; selain gigi dan kuku. Karena sesungguhnya gigi adalah tulang, sedangkan kuku adalah pisau orang-orang Habasyah.”