Cari Blog Ini

Shahih Muslim hadits nomor 1921

١٧١ – (١٩٢١) - وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ. (ح) وَحَدَّثَنَا ابۡنُ نُمَيۡرٍ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبۡدَةُ. كِلَاهُمَا عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ بۡنِ أَبِي خَالِدٍ. (ح) وَحَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي عُمَرَ - وَاللَّفۡظُ لَهُ -: حَدَّثَنَا مَرۡوَانُ - يَعۡنِي الۡفَزَارِيَّ - عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ، عَنۡ قَيۡسٍ، عَنِ الۡمُغِيرَةِ. قَالَ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (لَنۡ يَزَالَ قَوۡمٌ مِنۡ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى النَّاسِ، حَتَّىٰ يَأۡتِيَهُمۡ أَمۡرُ اللهِ، وَهُمۡ ظَاهِرُونَ).

[البخاري: كتاب الاعتصام بالكتاب والسنة، باب قول النبي ﷺ: (لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين...)، رقم: ٧٣١١].

171. (1921). Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Waki’ menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami: Waki’ dan ‘Abdah menceritakan kepada kami. Masing-masing keduanya dari Isma’il bin Abu Khalid. (Dalam riwayat lain) Ibnu Abu ‘Umar telah menceritakan kepada kami. Lafal hadis ini milik beliau. Marwan Al-Fazari menceritakan kepada kami dari Isma’il, dari Qais, dari Al-Mughirah. Beliau mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada suatu kaum dari umatku yang senantiasa unggul di atas manusia hingga ketetapan Allah datang kepada mereka dalam keadaan mereka tetap unggul.”

(...) - وَحَدَّثَنِيهِ مُحَمَّدُ بۡنُ رَافِعٍ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ: حَدَّثَنِي إِسۡمَاعِيلُ، عَنۡ قَيۡسٍ. قَالَ: سَمِعۡتُ الۡمُغِيرَةَ بۡنَ شُعۡبَةَ يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ ... بِمِثۡلِ حَدِيثِ مَرۡوَانَ سَوَاءً.

Muhammad bin Rafi’ telah menceritakannya kepadaku: Abu Usamah menceritakan kepada kami: Isma’il menceritakan kepadaku dari Qais. Beliau berkata: Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda… sama dengan hadis Marwan.

Shahih Muslim hadits nomor 1920

٥٣ - بَابُ قَوۡلِهِ ﷺ: (لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنۡ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الۡحَقِّ، لَا يَضُرُّهُمۡ مَنۡ خَالَفَهُمۡ) 
53. Bab sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sekelompok dari umatku senantiasa unggul di atas kebenaran. Siapa saja yang menghinakan mereka tidak akan merugikan mereka.” 


١٧٠ – (١٩٢٠) - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ مَنۡصُورٍ وَأَبُو الرَّبِيعِ الۡعَتَكِيُّ وَقُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ. قَالُوا: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ - وَهُوَ ابۡنُ زَيۡدٍ - عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ أَبِي قِلَابَةَ، عَنۡ أَبِي أَسۡمَاءَ، عَنۡ ثَوۡبَانَ. قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنۡ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الۡحَقِّ. لَا يَضُرُّهُمۡ مَنۡ خَذَلَهُمۡ. حَتَّىٰ يَأۡتِيَ أَمۡرُ اللهِ وَهُمۡ كَذٰلِكَ). 

وَلَيۡسَ فِي حَدِيثِ قُتَيۡبَةَ: (وَهُمۡ كَذٰلِكَ). 

170. (1920). Sa’id bin Manshur, Abu Ar-Rabi’ Al-‘Ataki, dan Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami. Mereka berkata: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Abu Asma`, dari Tsauban. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekelompok dari umatku senantiasa unggul di atas kebenaran. Siapa saja yang menghina mereka tidak akan merugikan mereka hingga hari kiamat datang dalam keadaan mereka tetap seperti itu.” 

Tidak ada di dalam hadis Qutaibah, “Dalam keadaan mereka tetap seperti itu.”

As-Sunnah Al-Marwazi hadits nomor 58

[٥٨] حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ يَحۡيَى (ثنا) أَحۡمَدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ يُونُسَ (ثنا) أَبُو بَكۡرِ بۡنِ عَيَّاشٍ عَنۡ مُوسَى بۡنِ عُبَيۡدَةَ عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُبَيۡدَةَ عَنۡ بِنۡتِ سَعۡدٍ عَنۡ أَبِيهَا سَعۡدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (افۡتَرَقَتۡ بَنُو إِسۡرَائِيلَ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ مِلَّةً، وَلَنۡ تَذۡهَبَ اللَّيَالِي وَلَا الۡأَيَّامُ حَتَّى تَفۡتَرِقَ أُمَّتِي عَلَى مِثۡلِهَا - أَوۡ قَالَ: عَنۡ مِثۡلِ ذٰلِكَ - وَكُلُّ فِرۡقَةٍ مِنۡهَا فِي النَّارِ، إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ الۡجَمَاعَةُ). 

58. Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami: Ahmad bin ‘Abdullah bin Yunus menceritakan kepada kami: Abu Bakr bin ‘Ayyasy menceritakan kepada kami dari Musa bin ‘Ubaidah, dari ‘Abdullah bin ‘Ubaidah, dari putri Sa’d, dari ayahnya, yaitu Sa’d. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh satu sekte. Malam-malam dan hari-hari tidak akan berlalu hingga umatku akan terpecah menjadi sepertinya. Setiap firkah darinya berada di dalam neraka kecuali satu, yaitu al-jama’ah (kaum muslimin yang bersatu di atas kebenaran).”

As-Sunnah Al-Marwazi hadits nomor 61 dan 62

[٦١] حَدَّثَنَا يُونُسُ بۡنُ عَبۡدِ الۡأَعۡلَى (انبا) ابۡنُ وَهۡبٍ، أَخۡبَرَنِي أَبُو صَخۡرٍ عَنۡ أَبِي مُعَاوِيَةَ الۡبَجَلِيِّ عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ جُبَيۡرٍ عَنۡ أَبِي الصَّهۡبَاءِ الۡبَكۡرِيِّ، قَالَ: سَمِعۡتُ عَلِيَّ بۡنَ أَبِي طَالِبٍ، وَقَدۡ دَعَا رَأۡسَ الۡجَالُوتِ وَأُسۡقُفَّ النَّصَارَىٰ، فَقَالَ: إِنِّي سَائِلُكُمۡ عَنۡ أَمۡرٍ، وَأَنَا أَعۡلَمُ بِهِ مِنۡكُمَا، فَلَا تَكۡتُمَانِي، يَا رَأۡسَ الۡجَالُوتِ، أَنۡشَدۡتُكَ اللهَ الَّذِي أَنۡزَلَ التَّوۡرَاةَ عَلَى مُوسَىٰ وَأَطۡعَمَكُمُ الۡمَنَّ وَالسَّلۡوَىٰ، وَضَرَبَ لَكُمۡ فِي الۡبَحۡرِ طَرِيقًا، وَأَخۡرَجَ لَكُمۡ مِنَ الۡحَجَرِ اثۡنَتَيۡ عَشۡرَةَ عَيۡنًا، لِكُلِّ سَبۡطٍ مِنۡ بَنِي إِسۡرَائِيلَ عَيۡنٌ، إِلَّا مَا أَخۡبَرۡتَنِي عَلَى كَمِ افۡتَرَقَتۡ بَنُو إِسۡرَائِيلَ بَعۡدَ مُوسَىٰ؟ فَقَالَ لَهُ: وَلَا فِرۡقَةً وَاحِدَةً. فَقَالَ لَهُ عَلِيٌّ ثَلَاثَ مِرَارٍ: كَذَبۡتَ؛ وَاللهِ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ، لَقَدِ افۡتَرَقَتۡ عَلَى إِحۡدَىٰ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا فِرۡقَةً. 

61. Yunus bin ‘Abdul A’la telah menceritakan kepada kami: Ibnu Wahb memberitakan kepada kami: Abu Shakhr mengabarkan kepadaku dari Abu Mu’awiyah Al-Bajali, dari Sa’id bin Jubair, dari Abu Shahba` Al-Bakri. Beliau berkata: Aku mendengar ‘Ali bin Abu Thalib ketika beliau memanggil pemimpin senior orang Yahudi dan pemimpin orang Nasrani. 

Beliau berkata, “Sesungguhnya aku bertanya kepada kalian tentang suatu perkara dalam keadaan aku lebih mengetahuinya daripada kalian. Jadi kalian berdua jangan menyembunyikannya. Wahai pemimpin senior orang Yahudi, aku bertanya kepadamu dengan nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, memberikan makanan manna dan salwa kepada kalian, membuatkan jalan di laut untuk kalian, mengeluarkan dua belas mata air dari batu untuk kalian, setiap anak cucu dari bani Israil ada satu mata air; agar kalian mengabarkan kepadaku menjadi berapa bani Israil terpecah belah sepeninggal Musa?” 

Orang itu menjawab, “Tidak satu firkah pun.” 

‘Ali berkata kepadanya sebanyak tiga kali, “Engkau dusta. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar kecuali Dia, sungguh bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah. Semuanya di dalam neraka kecuali satu firkah.” 

ثُمَّ دَعَا الۡأُسۡقُفَّ فَقَالَ: أَنۡشُدُكَ اللهَ الَّذِي أَنۡزَلَ الۡإِنۡجِيلَ عَلَى عِيسَىٰ، وَجَعَلَ عَلَى رَحۡلِهِ رِجۡلِهِ الۡبَرَكَةَ، وَأَرَاكُمُ الۡعِبۡرَةَ، فَأَبۡرَأَ الۡأَكۡمَهَ وَأَحۡيَا الۡمَوۡتَىٰ، وَصَنَعَ لَكُمۡ مِنَ الطِّينِ طُيُورًا، وَأَنۡبَأَكُمۡ بِمَا تَأۡكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمۡ، فَقَالَ دُونَ هَٰذَا: أَصۡدُقُكَ يَا أَمِيرَ الۡمُؤۡمِنِينَ. فَقَالَ: عَلَى كَمِ افۡتَرَقَتِ النَّصَارَىٰ بَعۡدَ عِيسَىٰ مِنۡ فِرۡقَةٍ؟ فَقَالَ: لَا - وَاللهِ - وَلَا فِرۡقَةً. 

Kemudian beliau memanggil pemimpin orang Nasrani lalu berkata, “Aku bertanya kepadamu dengan nama Allah yang telah menurunkan Injil kepada Nabi ‘Isa, menjadikan keberkahan pada kakinya, memperlihatkan pelajaran kepada kalian sehingga Nabi ‘Isa bisa menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, menghidupkan orang mati, membuat burung dari tanah untuk kalian, dan memberitakan kepada kalian apa saja yang kalian makan dan apa saja yang kalian simpan di dalam rumah-rumah kalian.” 

Orang itu berkata setelah ucapan beliau, “Aku akan jujur kepadamu, wahai amirulmukminin.” 

Beliau bertanya, “Menjadi berapa firkah Nasrani terpecah setelah ditinggal Nabi ‘Isa?” 

Orang itu menjawab, “Tidak berpecah—demi Allah—walaupun satu firkah.” 

فَقَالَ ثَلَاثَ مِرَارٍ: كَذَبۡتَ؛ وَاللهِ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ، لَقَدِ افۡتَرَقَتۡ عَلَى ثِنۡتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا فِرۡقَةً، فَأَمَّا أَنۡتَ يَا يَهُودِيُّ، فَإِنَّ اللهَ يَقُولُ: ﴿وَمِن قَوۡمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٌ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ ۝١٥٩﴾ فَهِيَ الَّتِي تَنۡجُو، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا نَصۡرَانِيُّ فَإِنَّ اللهَ يَقُولُ: ﴿مِّنۡهُمۡ أُمَّةٌ مُّقۡتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنۡهُمۡ سَآءَ مَا يَعۡمَلُونَ ۝٦٦﴾ فَهِيَ الَّتِي تَنۡجُو؛ وَأَمَّا نَحۡنُ فَيَقُولُ: ﴿وَمِمَّنۡ خَلَقۡنَآ أُمَّةٌ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ ۝١٨١﴾ وَهِيَ الَّتِي تَنۡجُو مِنۡ هَٰذِهِ الۡأُمَّةِ. 

‘Ali berkata sebanyak tiga kali, “Engkau dusta. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia. Sungguh Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh dua firkah. Semuanya di dalam neraka kecuali satu firkah. Adapun engkau wahai orang Yahudi, sesungguhnya Allah berfirman yang artinya, “Dan di antara kaum Nabi Musa ada satu umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan mereka menjalankan keadilan dengannya.” (QS. Al-A’raf: 159). Mereka inilah yang selamat. Adapun engkau wahai orang Nasrani, sesungguhnya Allah berfirman yang artinya, “Di antara mereka ada umat yang pertengahan, sedangkan kebanyakan dari mereka, alangkah buruk yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Ma`idah: 66). Mereka inilah yang selamat. Adapun kami, maka Allah berfirman yang artinya, “Dan di antara yang Kami ciptakan ada suatu umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan mereka menjalankan keadilan dengannya.” (QS. Al-A’raf: 181). Mereka inilah yang selamat dari kalangan umat ini.” 

[٦٢] حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ (انبا) عَطَاءُ بۡنُ مُسۡلِمٍ الۡحَلَبِيُّ قَالَ: سَمِعۡتُ الۡعَلَاءَ بۡنَ الۡمُسَيَّبِ يُحَدِّثُ عَنۡ شَرِيكٍ الۡبُرۡجُمِيِّ قَالَ: حَدَّثَنِي زَاذَانُ أَبُو عُمَرَ قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ: يَا أَبَا عُمَرَ، أَتَدۡرِي عَلَى كَمِ افۡتَرَقَتِ الۡيَهُودُ؟ قَالَ: قُلۡتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعۡلَمُ. فَقَالَ: افۡتَرَقَتۡ عَلَى إِحۡدَىٰ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي الۡهَاوِيَةِ إِلَّا وَاحِدَةً، وَهِيَ النَّاجِيَةُ، وَالنَّصَارَىٰ عَلَى ثِنۡتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي الۡهَاوِيَةِ، إِلَّا وَاحِدَةً هِيَ النَّاجِيَةُ، يَا أَبَا عُمَرَ أَتَدۡرِي عَلَى كَمِ تَفۡتَرِقُ هَٰذِهِ الۡأُمَّةُ؟ قُلۡتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعۡلَمُ، قَالَ: تَفۡتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي الۡهَاوِيَةِ، إِلَّا وَاحِدَةً، وَهِيَ النَّاجِيَةُ. 

62. Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: ‘Atha` bin Muslim Al-Halabi memberitakan kepada kami. Beliau berkata: Aku mendengar Al-‘Ala` bin Al-Musayyab menceritakan dari Syarik Al-Burjumi. Beliau berkata: Zadzan Abu ‘Umar menceritakan kepadaku. 

Beliau berkata: ‘Ali berkata, “Wahai Abu ‘Umar, apakah engkau tahu Yahudi terpecah menjadi berapa?” 

Zadzan Abu ‘Umar berkata: Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” 

‘Ali berkata, “Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah. Semuanya di dalam neraka Hawiyah kecuali satu. Satu firkah inilah yang selamat. Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh dua firkah. Semuanya di dalam neraka Hawiyah kecuali satu. Satu firkah inilah yang selamat. Wahai Abu ‘Umar, apakah engkau tahu umat ini akan terpecah menjadi berapa?” 

Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” 

‘Ali berkata, “Umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firkah. Semuanya di dalam neraka Hawiyah kecuali satu. Satu firkah inilah yang selamat.” 

ثُمَّ قَالَ عَلِيٌّ: أَتَدۡرِي كَمۡ تَفۡتَرِقُ فِيَّ؟ قُلۡتُ: وَإِنَّهُ يُفۡتَرَقُ فِيكَ يَا أَمِيرَ الۡمُؤۡمِنِينَ؟ قَالَ: نَعَمِ؛ اثۡنَتَا عَشۡرَةَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي الۡهَاوِيَةِ، إِلَّا وَاحِدَةً هِيَ النَّاجِيَةُ، وَهِيَ تِلۡكَ الۡوَاحِدَةُ. يَعۡنِي الۡفِرۡقَةَ الَّتِي هِيَ مِنَ الثَّلَاثِ وَالسَّبۡعِينَ، وَأَنۡتَ مِنۡهُمۡ يَا أَبَا عُمَرَ. 

Kemudian ‘Ali bertanya, “Apakah engkau tahu, berapa firkah yang akan berpecah dalam perihal aku?” 

Aku bertanya, “Apakah umat ini akan berpecah dalam perihal engkau, wahai amirulmukminin?” 

‘Ali menjawab, “Iya. Dua belas firkah. Semuanya di dalam neraka Hawiyah kecuali satu. Satu firkah inilah yang selamat. Itulah satu firkah di antara tujuh puluh tiga firkah tadi dan engkau termasuk mereka, wahai Abu ‘Umar.”

As-Sunnah Al-Marwazi hadits nomor 56 dan 57

[٥٦] حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ (انبا) النَّضۡرُ بۡنُ شُمَيۡلٍ (ثنا) قَطَنٌ أَبُو الۡهَيۡثَمِ (ثنا) أَبُو غَالِبٍ قَالَ: كُنۡتُ عِنۡدَ أَبِي أُسَامَةَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: أَرَأَيۡتَ قَوۡلَ اللهِ: ﴿هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ مِنۡهُ ءَايَـٰتٌ مُّحۡكَمَـٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلۡكِتَـٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَـٰبِهَـٰتٌ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمۡ زَيۡغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَـٰبَهَ مِنۡهُ﴾ مَنۡ هَٰؤُلَاءِ؟ قَالَ: هُمُ الۡخَوَارِجُ، ثُمَّ قَالَ: عَلَيۡكَ بِالسَّوَادِ الۡأَعۡظَمِ، قُلۡتُ: قَدۡ تَعۡلَمُ مَا فِيهِمۡ، فَقَالَ: عَلَيۡهِمۡ مَا حُمِّلُوا، وَعَلَيۡكُمۡ مَا حُمِّلۡتُمۡ، وَأَطِيعُوا تَهۡتَدُوا. ثُمَّ قَالَ: إِنَّ بَنِي إِسۡرَائِيلَ افۡتَرَقَتۡ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ، وَإِنَّ هَٰذِهِ الۡأُمَّةَ تَزِيدُ عَلَيۡهَا فِرۡقَةً وَهِيَ فِي الۡجَنَّةِ، فَذَلِكَ قَوۡلُ اللهِ: ﴿يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٌ ۚ﴾ تَلَا إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿هُمۡ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ۝١٠٧﴾ فَقُلۡتُ: مَنۡ هُمۡ؟ فَقَالَ: الۡخَوَارِجُ، فَقُلۡتُ: أَسَمِعۡتَ ذٰلِكَ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ؟ فَقَالَ: سَمِعۡتُهُ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ. 

56. Ishaq telah menceritakan kepada kami: An-Nadhr bin Syumail memberitakan kepada kami: Qathan Abu Al-Haitsam menceritakan kepada kami: Abu Ghalib menceritakan kepada kami. Beliau berkata: 

Aku pernah di dekat Abu Usamah Umamah, lalu ada seorang pria bertanya kepadanya, “Apa pendapatmu tentang firman Allah yang artinya, ‘Dialah Allah yang telah menurunkan Alquran kepadamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamat (tegas maksudnya, mudah dipahami). Itulah pokok-pokok isi Alquran. Sedangkan yang lain adalah ayat-ayat yang mutasyabihat (tersamarkan maksudnya). Adapun orang-orang yang di dalam hatinya condong kepada kesesatan, mereka akan mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat darinya.’ (QS. Ali ‘Imran: 7). Siapakah mereka ini?” 

Beliau menjawab, “Mereka adalah Khawarij.” 

Kemudian beliau melanjutkan, “Tetaplah engkau bersama as-sawad al-a’zham (kaum muslimin beserta penguasa muslim).” 

Aku berkata, “Engkau mengetahui keadaan mereka.” 

Beliau berkata, “Kewajiban mereka adalah apa saja yang dibebankan kepada mereka dan kewajiban kalian adalah apa saja yang dibebankan kepada kalian. Taatilah, niscaya kalian mendapat petunjuk.” 

Beliau melanjutkan, “Sesungguhnya bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah. Semuanya di dalam neraka. Dan sesungguhnya umat ini akan lebih banyak satu firkah dan satu firkah itu di janah. Itulah firman Allah yang artinya, ‘Pada hari yang ketika itu ada wajah-wajah yang putih berseri dan ketika ada wajah-wajah yang hitam,’ beliau membacanya hingga firman-Nya yang artinya, ‘Mereka kekal di dalamnya.’ (QS. Ali ‘Imran: 106-107).” 

Aku bertanya, “Siapa mereka?” 

Beliau menjawab, “Khawarij.” 

Aku bertanya, “Apakah engkau mendengar itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” 

Beliau menjawab, “Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

[٥٧] حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ (انبا) الۡمُقۡرِي (ثنا) دَاوُدُ بۡنُ أَبِي الۡفُرَاتِ، حَدَّثَنِي أَبُو غَالِبٍ أَنَّ أَبَا أُمَامَةَ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ بَنِي إِسۡرَائِيلَ افۡتَرَقَتۡ عَلَى إِحۡدَىٰ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، وَهَٰذِهِ الۡأُمَّةُ تَزِيدُ عَلَيۡهَا وَاحِدَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا السَّوَادُ الۡأَعۡظَمُ، وَهِيَ الۡجَمَاعَةُ، قُلۡتُ: قَدۡ تَعۡلَمُ مَا فِي السَّوَادِ الۡأَعۡظَمِ، وَذٰلِكَ فِي خِلَافَةِ عَبۡدِ الۡمَلِكِ بۡنِ مَرۡوَانَ، فَقَالَ: أَمَا - وَاللهِ - إِنِّي لَكَارِهٌ لِأَعۡمَالِهِمۡ، وَلَكِنۡ عَلَيۡهِمۡ مَا حُمِّلُوا وَعَلَيۡكُمۡ مَا حُمِّلۡتُمۡ، وَالسَّمۡعُ وَالطَّاعَةُ خَيۡرٌ مِنَ الۡفُجُورِ وَالۡمَعۡصِيَةِ. 

57. Ishaq telah menceritakan kepada kami: Al-Muqri` memberitakan kepada kami: Dawud bin Abu Al-Furat menceritakan kepada kami: Abu Ghalib menceritakan kepadaku bahwa Abu Umamah mengabarkan kepadanya, “Bahwa bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah dan umat ini akan lebih banyak satu firkah. Semuanya di dalam neraka kecuali as-sawad al-a’zham (kaum muslimin bersama penguasa muslim). Itulah al-jama’ah.” 

Aku berkata, “Engkau telah mengetahui apa yang ada pada as-sawad al-a’zham.” Percakapan itu terjadi ketika kekhalifahan ‘Abdul Malik bin Marwan. 

Beliau berkata, “Demi Allah, sungguh aku membenci amalan-amalan mereka, namun kewajiban mereka adalah apa saja yang dibebankan kepada mereka dan kewajiban kalian adalah apa saja yang dibebankan kepada kalian. Mendengar dan taat lebih baik daripada berbuat fujur dan maksiat.”