Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 5686

٦ - بَابُ الدَّوَاءِ بِأَبۡوَالِ الۡإِبِلِ
6. Bab berobat dengan kencing unta


٥٦٨٦ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ نَاسًا اجۡتَوَوۡا فِي الۡمَدِينَةِ، فَأَمَرَهُمُ النَّبِيُّ ﷺ أَنۡ يَلۡحَقُوا بِرَاعِيهِ - يَعۡنِي الۡإِبِلَ - فَيَشۡرَبُوا مِنۡ أَلۡبَانِهَا وَأَبۡوَالِهَا، فَلَحِقُوا بِرَاعِيهِ، فَشَرِبُوا مِنۡ أَلۡبَانِهَا وَأَبۡوَالِهَا، حَتَّى صَلَحَتۡ أَبۡدَانُهُمۡ، فَقَتَلُوا الرَّاعِيَ وَسَاقُوا الۡإِبِلَ، فَبَلَغَ النَّبِيَّ ﷺ، فَبَعَثَ فِي طَلَبِهِمۡ فَجِيءَ بِهِمۡ، فَقَطَعَ أَيۡدِيَهُمۡ وَأَرۡجُلَهُمۡ، وَسَمَرَ أَعۡيُنَهُمۡ، قَالَ قَتَادَةُ: فَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ سِيرِينَ: أَنَّ ذٰلِكَ كَانَ قَبۡلَ أَنۡ تَنۡزِلَ الۡحُدُودُ. [طرفه في: ٢٣٣]. 

5686. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: Hammam menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Anas—radhiyallahu ‘anhu—: 

Bahwa ada orang-orang yang tidak kerasan di Madinah. Lalu Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan mereka agar bergabung dengan penggembala untanya agar mereka bisa minum dari susu dan kencingnya. Mereka pun bergabung dengan penggembala milik beliau, lalu mereka minum susu dan kencing untanya sampai badan mereka kembali sehat. Lalu mereka membunuh si penggembala dan menggiring unta. 

Berita itu sampai kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu beliau mengirim pasukan mengejar mereka. Mereka dibawa menghadap. Beliau memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka dan mencungkil mata-mata mereka. 

Qatadah berkata: Muhammad bin Sirin menceritakan kepadaku bahwa kejadian itu sebelum syariat hudud turun.

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 5685

٥ - بَابُ الدَّوَاءِ بِأَلۡبَانِ الۡإِبِلِ
5. Bab berobat dengan susu unta


٥٦٨٥ - حَدَّثَنَا مُسۡلِمُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا سَلَّامُ بۡنُ مِسۡكِينٍ: حَدَّثَنَا ثَابِتٌ، عَنۡ أَنَسٍ: أَنَّ نَاسًا كَانَ بِهِمۡ سَقَمٌ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ آوِنَا وَأَطۡعِمۡنَا، فَلَمَّا صَحُّوا، قَالُوا: إِنَّ الۡمَدِينَةَ وَخِمَةٌ، فَأَنۡزَلَهُمُ الۡحَرَّةَ فِي ذَوۡدٍ لَهُ، فَقَالَ: (اشۡرَبُوا أَلۡبَانَهَا)، فَلَمَّا صَحُّوا قَتَلُوا رَاعِيَ النَّبِيِّ ﷺ وَاسۡتَاقُوا ذَوۡدَهُ، فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمۡ، فَقَطَعَ أَيۡدِيَهُمۡ وَأَرۡجُلَهُمۡ، وَسَمَرَ أَعۡيُنَهُمۡ، فَرَأَيۡتُ الرَّجُلَ مِنۡهُمۡ يَكۡدُمُ الۡأَرۡضَ بِلِسَانِهِ حَتَّى يَمُوتَ. قَالَ سَلَّامٌ: فَبَلَغَنِي أَنَّ الۡحَجَّاجَ قَالَ لِأَنَسٍ: حَدِّثۡنِي بِأَشَدِّ عُقُوبَةٍ عَاقَبَهُ النَّبِيُّ ﷺ، فَحَدَّثَهُ بِهَٰذَا، فَبَلَغَ الۡحَسَنَ فَقَالَ: وَدِدۡتُ أَنَّهُ لَمۡ يُحَدِّثۡهُ. [طرفه في: ٢٣٣]. 

5685. Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: Sallam bin Miskin menceritakan kepada kami: Tsabit menceritakan kepada kami dari Anas: 

Bahwa ada orang-orang yang menderita sakit berkata, “Wahai Rasulullah, berilah kami tempat singgah dan berilah kami makan!” 

Ketika mereka sudah sehat, mereka berkata, “Sesungguhnya iklim Madinah tidak sehat (untuk kami).” 

Maka Rasulullah memberi mereka tempat singgah di Harrah bersama unta-unta milik beliau. Beliau bersabda, “Minumlah susunya!” 

Ketika mereka sudah sembuh, mereka membunuh penggembala milik Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan menghalau unta-unta beliau. Rasulullah mengirim pasukan untuk mengejar, lalu beliau memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka, mencungkil mata-mata mereka. Aku melihat seseorang di antara mereka mengorek tanah dengan lidahnya hingga mati. 

Sallam berkata: Berita sampai kepadaku bahwa Al-Hajjaj bertanya kepada Anas, “Ceritakan kepadaku hukuman paling berat yang pernah dijatuhkan Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—!” Anas menceritakan kisah ini. 

Kabar itu sampai kepada Al-Hasan, lalu beliau berkata, “Aku sangat ingin agar Anas tidak menceritakannya.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 4610

٥ – بَابٌ ﴿إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَسۡعَوۡنَ فِي الۡأَرۡضِ فَسَادًا أَنۡ يُقَتَّلُوا أَوۡ يُصَلَّبُوا﴾ إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿أَوۡ يُنۡفَوۡا مِنَ الۡأَرۡضِ﴾ ۝٣٣
5. Bab “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib,” hingga firman-Nya, “atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya).” (QS. Al-Ma`idah: 33)


الۡمُحَارَبَةُ لِلهِ: الۡكُفۡرُ بِهِ. 

Memerangi Allah artinya kufur kepada-Nya. 

٤٦١٠ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ الۡأَنۡصَارِيُّ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عَوۡنٍ قَالَ: حَدَّثَنِي سَلۡمَانُ أَبُو رَجَاءٍ مَوۡلَى أَبِي قِلَابَةَ، عَنۡ أَبِي قِلَابَةَ: أَنَّهُ كَانَ جَالِسًا خَلۡفَ عُمَرَ بۡنِ عَبۡدِ الۡعَزِيزِ، فَذَكَرُوا وَذَكَرُوا، فَقَالُوا وَقَالُوا: قَدۡ أَقَادَتۡ بِهَا الۡخُلَفَاءُ، فَالۡتَفَتَ إِلَى أَبِي قِلَابَةَ، وَهُوَ خَلۡفَ ظَهۡرِهِ، فَقَالَ: مَا تَقُولُ يَا عَبۡدَ اللهِ بۡنَ زَيۡدٍ، أَوۡ قَالَ: مَا تَقُولُ يَا أَبَا قِلَابَةَ؟ قُلۡتُ: مَا عَلِمۡتُ نَفۡسًا حَلَّ قَتۡلُهَا فِي الۡإِسۡلَامِ، إِلَّا رَجُلٌ زَنَى بَعۡدَ إِحۡصَانٍ، أَوۡ قَتَلَ نَفۡسًا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ، أَوۡ حَارَبَ اللهَ وَرَسُولَهُ ﷺ. فَقَالَ عَنۡبَسَةُ: حَدَّثَنَا أَنَسٌ بِكَذَا وَكَذَا. قُلۡتُ: إِيَّاىَ حَدَّثَ أَنَسٌ، قَالَ: قَدِمَ قَوۡمٌ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ فَكَلَّمُوهُ، فَقَالُوا: قَدِ اسۡتَوۡخَمۡنَا هَٰذِهِ الۡأَرۡضَ، فَقَالَ: (هَٰذِهِ نَعَمٌ لَنَا تَخۡرُجُ، فَاخۡرُجُوا فِيهَا، فَاشۡرَبُوا مِنۡ أَلۡبَانِهَا وَأَبۡوَالِهَا). فَخَرَجُوا فِيهَا، فَشَرِبُوا مِنۡ أَبۡوَالِهَا وَأَلۡبَانِهَا، وَاسۡتَصَحُّوا، وَمَالُوا عَلَى الرَّاعِي فَقَتَلُوهُ، وَاطَّرَدُوا النَّعَمَ، فَمَا يُسۡتَبۡطَأُ مِنۡ هَٰؤُلَاءِ؟ قَتَلُوا النَّفۡسَ، وَحَارَبُوا اللهَ وَرَسُولَهُ، وَخَوَّفُوا رَسُولَ اللهِ ﷺ. فَقَالَ: سُبۡحَانَ اللهِ، فَقُلۡتُ: تَتَّهِمُنِي؟ قَالَ: حَدَّثَنَا بِهَٰذَا أَنَسٌ. قَالَ: وَقَالَ: يَا أَهۡلَ كَذَا، إِنَّكُمۡ لَنۡ تَزَالُوا بِخَيۡرٍ مَا أُبۡقِيَ هَٰذَا فِيكُمۡ، أَوۡ مِثۡلُ هَٰذَا. [طرفه في: ٢٣٣]. 

4610. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin ‘Abdullah Al-Anshari menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Aun menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Salman Abu Raja` maula (bekas budak yang dimerdekakan) Abu Qilabah menceritakan kepadaku dari Abu Qilabah: 

Bahwa beliau dulu duduk di belakang ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz. Orang-orang menyebutkan (qasamah/sumpah atas kasus pembunuhan) dan mereka menyebutkan (kondisinya). Lalu orang-orang menyebutkan (sudah ada pendahulu dalam masalah ini) dan mereka menyebutkan, “Para khalifah sebelummu sudah mendahului memutuskan dengannya.” 

‘Umar menoleh ke Abu Qilabah yang sedang berada di belakang punggungnya. ‘Umar berkata, “Apa pendapatmu, wahai ‘Abdullah bin Zaid?” Atau ‘Umar berkata, “Apa pendapatmu, wahai Abu Qilabah?” 

Aku berkata, “Aku tidak mengetahui ada satu jiwa manusia yang halal dibunuh dalam keislaman kecuali seorang pria yang berzina setelah pernah menikah, atau membunuh satu jiwa bukan karena kisas, atau memerangi Allah dan Rasul-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.” 

‘Anbasah berkata, “Anas menceritakan kepada kami demikian dan demikian.” 

Aku (Abu Qilabah) berkata: Kepadakulah Anas menceritakan. Anas berkata: 

Ada suatu kaum datang menemui Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Mereka berbicara dengan beliau. Mereka berkata, “Sungguh kami tidak kerasan di daerah ini.” 

Nabi bersabda, “Ini unta-unta milik kami yang akan keluar. Keluarlah kalian bersamanya! Minumlah susu dan kencingnya!” 

Mereka pun keluar bersama unta-unta itu. Mereka minum dari susu dan kencingnya. Mereka menjadi segar bugar. Namun mereka malah berbuat jahat kepada penggembala unta itu. Mereka membunuhnya dan mengusir unta-unta itu. Apakah perlu lama-lama untuk menghukum mereka ini? Mereka telah membunuh seseorang. Mereka telah memerangi Allah dan Rasul-Nya. Mereka menakut-nakuti Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. 

‘Anbasah berkata, “Mahasuci Allah.” 

Aku (Abu Qilabah) berkata, “Apa engkau mencurigaiku (tentang riwayat dari Anas)?” 

‘Anbasah berkata, “Anas menceritakan kepada kami juga demikian.” 

Abu Qilabah berkata: Dan ‘Anbasah berkata, “Wahai penduduk negeri ini, sesungguhnya kalian akan senantiasa baik selama orang ini (Abu Qilabah) masih ada bersama kalian atau semisal orang ini.

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 4192 dan 4193

٣٨ - بَابُ قِصَّةِ عُكۡلٍ وَعُرَيۡنَةَ
38. Bab kisah ‘Ukl dan ‘Urainah


٤١٩٢ - حَدَّثَنِي عَبۡدُ الۡأَعۡلَى بۡنُ حَمَّادٍ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ زُرَيۡعٍ: حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنۡ قَتَادَةَ: أَنَّ أَنَسًا رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ حَدَّثَهُمۡ: أَنَّ نَاسًا مِنۡ عُكۡلٍ وَعُرَيۡنَةَ، قَدِمُوا الۡمَدِينَةَ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ وَتَكَلَّمُوا بِالۡإِسۡلَامِ، فَقَالُوا: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنَّا كُنَّا أَهۡلَ ضَرۡعٍ، وَلَمۡ نَكُنۡ أَهۡلَ رِيفٍ، وَاسۡتَوۡخَمُوا الۡمَدِينَةَ، فَأَمَرَهُمۡ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِذَوۡدٍ وَرَاعٍ، وَأَمَرَهُمۡ أَنۡ يَخۡرُجُوا فِيهِ فَيَشۡرَبُوا مِنۡ أَلۡبَانِهَا وَأَبۡوَالِهَا، فَانۡطَلَقُوا حَتَّى إِذَا كَانُوا نَاحِيَةَ الۡحَرَّةِ كَفَرُوا بَعۡدَ إِسۡلَامِهِمۡ، وَقَتَلُوا رَاعِيَ النَّبِيِّ ﷺ وَاسۡتَاقُوا الذَّوۡدَ، فَبَلَغَ النَّبِيَّ ﷺ فَبَعَثَ الطَّلَبَ فِي آثَارِهِمۡ، فَأَمَرَ بِهِمۡ فَسَمَرُوا أَعۡيُنَهُمۡ، وَقَطَعُوا أَيۡدِيَهُمۡ، وَتُرِكُوا فِي نَاحِيَةِ الۡحَرَّةِ حَتَّى مَاتُوا عَلَى حَالِهِمۡ. 

قَالَ قَتَادَةُ: بَلَغَنَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ بَعۡدَ ذٰلِكَ كَانَ يَحُثُّ عَلَى الصَّدَقَةِ، وَيَنۡهَى عَنِ الۡمُثۡلَةِ. 

وَقَالَ شُعۡبَةُ وَأَبَانُ وَحَمَّادٌ عَنۡ قَتَادَةَ: مِنۡ عُرَيۡنَةَ. وَقَالَ يَحۡيَى بۡنُ أَبِي كَثِيرٍ وَأَيُّوبُ عَنۡ أَبِي قِلَابَةَ عَنۡ أَنَسٍ: قَدِمَ نَفَرٌ مِنۡ عُكۡلٍ. [طرفه فيك ٢٣٣]. 

4192. ‘Abdul A’la bin Hammad telah menceritakan kepadaku: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami: Sa’id menceritakan kepada kami dari Qatadah: Bahwa Anas—radhiyallahu ‘anhu—menceritakan kepada mereka: 

Bahwa ada orang-orang dari ‘Ukl dan ‘Urainah. Mereka tiba di Madinah menemui Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan mengatakan tentang keislaman mereka. Mereka berkata, “Wahai Nabi, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang biasa memerah susu dan tidak biasa bercocok tanam.” Mereka tidak betah di Madinah. 

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan mereka untuk keluar bersama sekawanan unta dan seorang penggembala sehingga mereka bisa minum dari susu dan kencing unta-unta itu. Mereka pun berangkat hingga ketika berada di pinggir Harrah (daerah di Madinah yang berbatu hitam), mereka kembali kafir setelah keislaman mereka. Mereka membunuh penggembala milik Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan menghalau unta-unta. 

Berita kejadian itu sampai kepada Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau mengirim pasukan pengejar untuk menangkap mereka. Beliau memerintahkan pasukan itu agar mencungkil mata-mata orang-orang dari ‘Ukl dan ‘Urainah itu, memotong tangan-tangan mereka, dan ditinggalkan di pinggir Harrah hingga mereka mati dalam kondisi demikian. 

Qatadah berkata: Sampai kabar kepada kami bahwa Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—setelah kejadian itu, beliau menganjurkan bersedekah dan melarang dari mutslah (memotong ujung bagian tubuh mayat, seperti hidung, telinga, atau zakar). 

Syu’bah, Aban, dan Hammad berkata, dari Qatadah: Dari ‘Urainah. Yahya bin Abu Katsir dan Ayyub berkata, dari Abu Qilabah, dari Anas: Serombongan orang dari ‘Ukl datang. 

٤١٩٣ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحِيمِ: حَدَّثَنَا حَفۡصُ بۡنُ عُمَرَ أَبُو عُمَرَ الۡحَوۡضِيُّ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ: حَدَّثَنَا أَيُّوبُ وَالۡحَجَّاجُ الصَّوَّافُ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو رَجَاءٍ مَوۡلَى أَبِي قِلَابَةَ، وَكَانَ مَعَهُ بِالشَّأۡمِ: أَنَّ عُمَرَ بۡنَ عَبۡدِ الۡعَزِيزِ اسۡتَشَارَ النَّاسَ يَوۡمًا، قَالَ: مَا تَقُولُونَ فِي هَٰذِهِ الۡقَسَامَةِ؟ فَقَالُوا: حَقٌّ قَضَى بِهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ وَقَضَتۡ بِهَا الۡخُلَفَاءُ قَبۡلَكَ، قَالَ: وَأَبُو قِلَابَةَ خَلۡفَ سَرِيرِهِ، فَقَالَ عَنۡبَسَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: فَأَيۡنَ حَدِيثُ أَنَسٍ فِي الۡعُرَنِيِّينَ؟ قَالَ أَبُو قِلَابَةَ: إِيَّاىَ حَدَّثَهُ أَنَسُ بۡنُ مَالِكٍ. 

قَالَ عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ صُهَيۡبٍ، عَنۡ أَنَسٍ: مِنۡ عُرَيۡنَةَ. وَقَالَ أَبُو قِلَابَةَ، عَنۡ أَنَسٍ: مِنۡ عُكۡلٍ، ذَكَرَ الۡقِصَّةَ. [طرفه في: ٢٣٣]. 

4193. Muhammad bin ‘Abdurrahim telah menceritakan kepadaku: Hafsh bin ‘Umar Abu ‘Umar Al-Haudhi menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami: Ayyub dan Al-Hajjaj Ash-Shawwaf menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Abu Raja` maula (bekas budak yang dimerdekakan) Abu Qilabah menceritakan kepadaku—Abu Raja` ketika itu bersama Abu Qilabah di Syam—: 

Bahwa ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz pada suatu hari bermusyawarah dengan orang-orang. Beliau bertanya, “Apa pendapat kalian dengan qasamah (sumpah atas kasus pembunuhan) ini?” 

Orang-orang menjawab, “Ini adalah kebenaran yang dulu ditetapkan oleh Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan ditetapkan oleh para khalifah sebelum engkau.” 

Abu Raja` berkata: Abu Qilabah ada di belakang tempat tidur ‘Umar. 

‘Anbasah bin Sa’id bertanya, “Lalu di mana hadis Anas tentang orang-orang ‘Urainah?” 

Abu Qilabah berkata, “Anas bin Malik telah menceritakannya kepadaku.” 

‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib berkata dari Anas: Dari ‘Urainah. Abu Qilabah berkata dari Anas: Dari ‘Ukl. Beliau pun menyebutkan kisah tersebut.

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 3018

١٥٢ - بَابٌ إِذَا حَرَّقَ الۡمُشۡرِكُ الۡمُسۡلِمَ هَلۡ يُحَرَّقُ
152. Bab apabila seorang musyrik membakar seorang muslim, apakah dia dihukum bakar?


٣٠١٨ - حَدَّثَنَا مُعَلَّى بۡنُ أَسَدٍ: حَدَّثَنَا وُهَيۡبٌ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ أَبِي قِلَابَةَ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ رَهۡطًا مِنۡ عُكۡلٍ، ثَمَانِيَةً، قَدِمُوا عَلَى النَّبِيِّ ﷺ، فَاجۡتَوَوُا الۡمَدِينَةَ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، ابۡغِنَا رِسۡلًا. قَالَ: (مَا أَجِدُ لَكُمۡ إِلَّا أَنۡ تَلۡحَقُوا بِالذَّوۡدِ). فَانۡطَلَقُوا فَشَرِبُوا مِنۡ أَبۡوَالِهَا وَأَلۡبَانِهَا حَتَّى صَحُّوا وَسَمِنُوا، وَقَتَلُوا الرَّاعِيَ، وَاسۡتَاقُوا الذَّوۡدَ، وَكَفَرُوا بَعۡدَ إِسۡلَامِهِمۡ، فَأَتَى الصَّرِيخُ النَّبِيَّ ﷺ، فَبَعَثَ الطَّلَبَ، فَمَا تَرَجَّلَ النَّهَارُ حَتَّى أُتِيَ بِهِمۡ، فَقَطَّعَ أَيۡدِيَهُمۡ وَأَرۡجُلَهُمۡ، ثُمَّ أَمَرَ بِمَسَامِيرَ فَأُحۡمِيَتۡ فَكَحَلَهُمۡ بِهَا، وَطَرَحَهُمۡ بِالۡحَرَّةِ، يَسۡتَسۡقُونَ فَمَا يُسۡقَوۡنَ حَتَّى مَاتُوا. قَالَ أَبُو قِلَابَةَ: قَتَلُوا وَسَرَقُوا وَحَارَبُوا اللهَ وَرَسُولَهُ ﷺ وَسَعَوۡا فِي الۡأَرۡضِ فَسَادًا. [طرفه في: ٢٣٣]. 

3018. Mu’alla bin Asad telah menceritakan kepada kami: Wuhaib menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Anas bin Malik—radhiyallahu ‘anhu—: 

Bahwa ada serombongan orang berjumlah delapan dari ‘Ukl datang menemui Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Mereka tidak betah dengan iklim di Madinah, lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah, carikan susu untuk kami!” 

Nabi bersabda, “Aku tidak mendapatinya untuk kalian kecuali apabila kalian bergabung dengan sekawanan unta.” 

Mereka pun berangkat dan minum dari kencing dan susu unta yang dimaksud hingga mereka sehat bugar dan gemuk. Kemudian mereka membunuh penggembalanya dan menghalau kawanan unta itu. Mereka kembali kafir sesudah keislaman mereka. 

Ketika teriakan permintaan tolong terdengar oleh Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, beliau segera mengirim pasukan pengejar. Tidak sampai pertengahan hari, mereka sudah dibawa menghadap Nabi. Lalu beliau memerintahkan untuk memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka. Setelah itu beliau memerintahkan untuk memanaskan paku lalu ditusukkan ke mata mereka. Beliau memerintahkan agar dibuang ke Harrah (suatu daerah yang berbatu hitam di Madinah). Mereka minta minum, namun tidak diberi sampai mereka mati. 

Abu Qilabah berkata: Mereka telah membunuh, mencuri, memerangi Allah dan Rasul-Nya, dan berbuat kerusakan di muka bumi.