٥١ - بَابُ مَهۡرِ الۡبَغِيِّ وَالنِّكَاحِ الۡفَاسِدِ
51. Bab Upah Pelacur dan Pernikahan yang Rusak
وَقَالَ الۡحَسَنُ: إِذَا تَزَوَّجَ مُحَرَّمَةً وَهُوَ لَا يَشۡعُرُ، فُرِّقَ
بَيۡنَهُمَا وَلَهَا مَا أَخَذَتۡ، وَلَيۡسَ لَهَا غَيۡرُهُ، ثُمَّ قَالَ
بَعۡدُ: لَهَا صَدَاقُهَا.
Al-Hasan berkata: Apabila seseorang menikahi seorang wanita yang mahram
baginya dalam keadaan ia tidak menyadarinya, maka keduanya dipisahkan dan
wanita itu berhak atas apa yang telah diambilnya, serta tidak ada hak lain
baginya selain itu. Kemudian Al-Hasan berkata setelah itu: Wanita itu berhak
mendapatkan maharnya.
٥٣٤٦ - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنِ
الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ أَبِي بَكۡرِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ أَبِي
مَسۡعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: نَهَى النَّبِيُّ ﷺ عَنۡ ثَمَنِ
الۡكَلۡبِ، وَحُلۡوَانِ الۡكَاهِنِ، وَمَهۡرِ الۡبَغِيِّ. [طرفه في:
٢٢٣٧].
5346. ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan
kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Bakr bin ‘Abdurrahman, dari Abu
Mas’ud—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata: Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi
wa sallam—melarang dari uang hasil penjualan anjing, upah dukun, dan upah
pelacur.