٣٩٧١ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: حَدَّثَنِي
يُوسُفُ بۡنُ الۡمَاجِشُونِ، عَنۡ صَالِحِ بۡنِ إِبۡرَاهِيمَ بۡنِ عَبۡدِ
الرَّحۡمٰنِ بۡنِ عَوۡفٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ جَدِّهِ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ
قَالَ: كَاتَبۡتُ أُمَيَّةَ بۡنَ خَلَفٍ، فَلَمَّا كَانَ يَوۡمُ بَدۡرٍ،
فَذَكَرَ قَتۡلَهُ وَقَتۡلَ ابۡنِهِ، فَقَالَ بِلَالٌ: لَا نَجَوۡتُ إِنۡ نَجَا
أُمَيَّةُ. [طرفه في:
٢٣٠١].
3971. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami. Ia berkata:
Yusuf bin Al-Majisyun menceritakan kepadaku dari Shalih bin Ibrahim bin
‘Abdurrahman bin ‘Auf, dari ayahnya, dari kakeknya yaitu ‘Abdurrahman. Ia
berkata: Aku membuat perjanjian tertulis dengan Umayyah bin Khalaf. Lalu
ketika terjadi Perang Badr ...
Kemudian ia menyebutkan pembunuhan Umayyah dan pembunuhan putranya. Bilal
berkata, “Aku tidak akan selamat jika Umayyah sampai selamat.”